Bitcoin Masih Belum Breakout, Area Fibonacci Jadi Perhatian Pasar

Bitcoin Masih Belum Breakout, Area Fibonacci Jadi Perhatian Pasar

Bitcoin masih kesulitan mendapatkan kembali momentum kenaikan yang kuat karena para pembeli gagal mendorong harga menembus level resistance penting. Akibatnya, perhatian pasar kini tertuju pada area support utama untuk melihat apakah Bitcoin mampu menghindari penurunan harga yang lebih dalam.

Bitcoin Masih Berisiko Turun

Setelah gagal menembus level resistance US$82.885, Bitcoin kembali mengalami tekanan jual. Analis kripto Kamile Uray mengatakan grafik 4 jam masih menunjukkan tanda-tanda pelemahan, terutama selama Bitcoin bergerak di bawah level penting US$78.203.

Menurutnya, jika BTC tetap berada di bawah US$78.203, harga berpotensi turun menuju area US$74.929. Zona ini diperkirakan bisa menarik minat beli dan membantu memperlambat penurunan. Namun, jika Bitcoin gagal pulih dari area tersebut, pasar dapat menghadapi koreksi yang lebih dalam.

Analis tersebut juga menyoroti kisaran US$71.000 hingga US$68.000 sebagai area support Fibonacci utama yang berpotensi memunculkan tekanan beli lebih kuat.

Di sisi lain, Bitcoin masih menghadapi resistance kuat di sekitar US$98.000 serta area US$107.000 hingga US$109.000. Level-level ini diperkirakan menjadi hambatan besar apabila BTC mencoba melanjutkan reli pemulihan.

Sementara itu, level US$60.000 tetap menjadi area support jangka panjang yang sangat penting. Jika harga harian ditutup di bawah level tersebut, sentimen bearish diperkirakan akan semakin kuat dan reli berikutnya kemungkinan hanya menjadi pantulan sementara.

Bitcoin Masih Bergerak Sideways

Analis kripto lainnya, Ultimae, mengatakan Bitcoin telah bergerak dalam rentang harga terbatas selama 10 hari terakhir, tanpa momentum kuat baik dari pihak bullish maupun bearish.

Menurutnya, Bitcoin saat ini sedang mencoba stabil di sekitar level US$78.700, yang sebelumnya telah diidentifikasi sebagai area support penting dalam jangka pendek. Bertahan di atas level ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasar.

Namun, jika Bitcoin turun menembus US$78.700, target penurunan berikutnya diperkirakan berada di sekitar US$77.000 seiring meningkatnya tekanan jual.

Di sisi positif, area US$80.000 kini tidak lagi dianggap sebagai resistance utama. Sebaliknya, resistance penting berikutnya berada di sekitar US$83.000. Jika Bitcoin berhasil menembus level tersebut, momentum bullish dapat menguat dan membuka peluang kenaikan menuju zona US$87.000.

Untuk saat ini, Ultimae menilai Bitcoin kemungkinan masih akan bergerak sideways hingga pasar menunjukkan breakout yang jelas, baik menembus resistance maupun jatuh di bawah support utama.