Kardus TV Jadi Masalah, Dua Lipa Gugat Samsung hingga Rp260 Miliar
Penyanyi pop internasional Dua Lipa menggugat raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, setelah wajah yang diduga dirinya muncul pada kardus kemasan televisi Samsung tanpa izin resmi. Gugatan tersebut kini menjadi sorotan besar di industri hiburan dan pemasaran global karena menyangkut hak penggunaan citra selebritas untuk kepentingan komersial.
Kasus ini mencuat usai tim hukum Dua Lipa menemukan adanya gambar perempuan yang diyakini sebagai sang penyanyi pada kemasan TV Samsung yang dipasarkan secara luas di Amerika Serikat. Foto tersebut disebut diambil dalam suasana belakang panggung atau backstage dan diduga digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran produk elektronik perusahaan tersebut.
Dilansir dari People pada Senin (11/5/2026), gugatan resmi diajukan ke Pengadilan Distrik California, Amerika Serikat, pada Kamis, 8 Mei 2026. Dalam dokumen hukum yang diterima media tersebut, pihak Dua Lipa menuding Samsung telah menggunakan foto yang dilindungi hak cipta tanpa izin maupun kompensasi.
“Wajah Nona Lipa digunakan secara mencolok untuk kampanye pemasaran massal suatu produk konsumen tanpa sepengetahuannya, tanpa pertimbangan, dan mengenai hal tersebut dia tidak mempunyai hak untuk berpendapat, mengontrol, atau memberikan masukan apa pun,” demikian isi gugatan tersebut.
Pihak kuasa hukum juga menegaskan bahwa Dua Lipa tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan fotonya dan tidak akan mengizinkan penggunaan citranya untuk promosi produk tersebut.
Tuntut Ganti Rugi Rp260 Miliar
Dalam gugatan tersebut, Dua Lipa meminta ganti rugi fantastis sebesar 15 juta dolar AS atau sekitar Rp260 miliar dengan kurs saat ini. Nilai tersebut belum termasuk tuntutan tambahan berupa keuntungan penjualan TV yang dianggap diperoleh Samsung berkat penggunaan foto dirinya pada kemasan produk.
Tim hukum Dua Lipa berargumen bahwa penggunaan gambar tersebut memberikan kesan seolah-olah sang penyanyi memiliki hubungan kerja sama atau afiliasi resmi dengan Samsung. Mereka menilai hal itu dapat memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk.
Menurut dokumen gugatan, keberadaan wajah Dua Lipa pada kemasan TV dianggap memiliki nilai komersial besar mengingat popularitas global penyanyi pemenang Grammy tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Dua Lipa memang dikenal sebagai salah satu figur publik dengan pengaruh pemasaran kuat, terutama di kalangan generasi muda.
Bukti Penggemar Beli TV karena Dua Lipa
Sebagai penguat argumen, pihak Dua Lipa turut melampirkan sejumlah unggahan media sosial dari para penggemar. Beberapa unggahan menunjukkan bahwa konsumen membeli televisi Samsung setelah melihat foto penyanyi tersebut pada kardus produk.
“Aku bahkan tak berencana membeli TV tapi begitu melihat kotaknya jadi saya memutuskan untuk membelinya,” bunyi salah satu unggahan yang dikutip dalam gugatan.
Unggahan lain bahkan menyebut popularitas Dua Lipa sangat efektif untuk memasarkan produk.
“Aku selalu bilang kalau kamu butuh sesuatu yang dijual, tempelkan saja gambar Dua Lipa di situ,” tulis pengguna media sosial lainnya.
Dokumen gugatan menyebut unggahan-unggahan tersebut menjadi bukti bahwa penggunaan citra Dua Lipa memiliki dampak nyata terhadap perilaku konsumen dan berpotensi meningkatkan penjualan produk Samsung.
Sudah Kirim Surat Keberatan Sejak 2025
Sebelum membawa kasus ini ke jalur hukum, pihak Dua Lipa mengaku telah lebih dulu mengirim surat keberatan kepada Samsung pada Juni 2025. Namun respons perusahaan disebut tidak memuaskan.
“Tanggapan Samsung meremehkan dan tidak berperasaan,” demikian pernyataan pihak Dua Lipa dalam dokumen gugatan.
Mereka juga mengeklaim produk TV dengan kemasan bermasalah tersebut masih terus beredar di pasar Amerika Serikat hingga saat ini. Hal inilah yang disebut menjadi salah satu alasan gugatan akhirnya resmi diajukan.
Hingga kini, Samsung belum memberikan tanggapan resmi kepada publik terkait tuduhan tersebut. Media People mengaku telah meminta komentar dari pihak perusahaan, namun belum memperoleh jawaban.
Sorotan Baru Soal Hak Citra Selebritas
Kasus ini kembali membuka perdebatan soal hak publisitas atau right of publicity di industri hiburan Amerika Serikat. Hak tersebut memberikan kendali kepada figur publik atas penggunaan nama, wajah, suara, hingga identitas mereka untuk tujuan komersial.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan besar memang pernah terseret sengketa serupa akibat penggunaan foto selebritas tanpa izin resmi. Pakar hukum hiburan menilai kasus Dua Lipa berpotensi menjadi salah satu gugatan hak citra terbesar tahun ini apabila terbukti bahwa Samsung menggunakan materi visual tanpa lisensi.
Selain itu, kasus ini juga dinilai dapat menjadi peringatan bagi perusahaan global agar lebih berhati-hati dalam menggunakan materi promosi, terutama yang melibatkan figur publik terkenal.
Kontroversi tersebut muncul di tengah karier Dua Lipa yang terus menanjak. Pelantun “Levitating” itu masih aktif menjalani proyek musik internasional, tur dunia, serta berbagai kerja sama dengan merek-merek fashion dan gaya hidup ternama. Nilai komersial citranya yang sangat tinggi membuat penggunaan wajahnya tanpa izin menjadi persoalan serius dengan dampak hukum besar.
0 Comments