Bitcoin Menuju $100.000, Kapan Harga BTC Bisa Mencapai Level Tersebut?
Bitcoin Tembus $69.000, Scaramucci Prediksi BTC Bisa Kembali ke $100.000
Harga Bitcoin (BTC) melonjak lebih dari 8% dalam 24 jam dan berhasil menembus level $69.000. Ini menjadi pertama kalinya Bitcoin kembali berada di atas level tersebut sejak Juni.
Anthony Scaramucci mengatakan Bitcoin masih memiliki peluang besar untuk kembali menembus $100.000. Dalam wawancara dengan CNBC, ia menilai siklus halving berikutnya dan semakin terbatasnya pasokan BTC dapat menjadi katalis positif bagi harga.
Mengapa Harga Bitcoin Sempat Bergerak Sideways?
Scaramucci menyebut ada tiga faktor utama yang membuat pergerakan harga Bitcoin sebelumnya cenderung terbatas.
Pertama, sebagian penambang Bitcoin mulai mengalihkan daya komputasi mereka untuk aktivitas yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau AI. Perubahan ini berdampak pada hash rate jaringan Bitcoin dan membuat volatilitas pasar lebih rendah.
Kedua, sebagian modal investor berpindah dari pasar kripto ke sektor AI yang sedang mengalami pertumbuhan pesat. Kondisi tersebut membuat likuiditas yang masuk ke Bitcoin dan aset kripto lainnya menjadi lebih terbatas.
Ketiga, Bitcoin masih mengikuti pola siklus empat tahunan yang berkaitan dengan halving. Scaramucci mengatakan pasar saat ini sudah lebih dari dua tahun memasuki siklus tersebut, dengan sekitar 18–19 bulan tersisa sebelum halving berikutnya.
John Darsie, CEO SALT, juga mengatakan basis pemegang Bitcoin semakin matang. Investor awal mulai menjual sebagian kepemilikannya, sementara institusi, penasihat investasi, family office, hingga sovereign fund mulai meningkatkan eksposur mereka terhadap BTC.
Perubahan ini dinilai dapat membantu mengurangi volatilitas Bitcoin dan memperkuat perannya sebagai aset penyimpan nilai.
Scaramucci Masih Bullish terhadap Bitcoin
Meski Bitcoin sempat bergerak sideways, Scaramucci tetap optimistis terhadap prospek BTC.
Ia memperkirakan halving berikutnya akan mengurangi jumlah Bitcoin baru yang masuk ke pasar. Ketika pasokan baru semakin terbatas sementara permintaan tetap tinggi, kondisi tersebut dapat menciptakan supply squeeze atau tekanan kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan.
Dengan semakin sedikit BTC baru yang tersedia, peningkatan permintaan berpotensi memberikan dampak yang lebih besar terhadap harga.
Scaramucci pun memperkirakan Bitcoin dapat kembali naik dan menembus level $100.000.
$74.000 Jadi Level Penting Bitcoin
Analis kripto Ted menilai level $74.000 menjadi salah satu area penting yang perlu diperhatikan trader dan investor.
Jika Bitcoin mampu menembus serta mempertahankan harga di atas $74.000 pada timeframe mingguan, peluang BTC untuk kembali turun di bawah $55.000 dinilai akan semakin kecil.
Sebaliknya, jika Bitcoin gagal mempertahankan level tersebut, risiko terjadinya koreksi lebih dalam masih terbuka.
Di sisi lain, Citibank memproyeksikan harga Bitcoin dapat mencapai $189.000 pada 2026. Target tersebut semakin memperkuat sentimen bullish dari sejumlah institusi keuangan terhadap BTC.
Perpindahan Modal dari AI Bisa Jadi Peluang
Co-founder Gemini, Cameron Winklevoss, melihat perpindahan modal investor ke sektor AI juga dapat menjadi peluang bagi Bitcoin.
Ia menggambarkan harga BTC di sekitar $65.000 sebagai semacam “time machine” bagi investor. Pasalnya, level tersebut mengingatkan pada harga Bitcoin sebelum aset kripto terbesar itu mengalami reli besar menuju $126.080.
Meski demikian, tidak semua analis memiliki pandangan bullish. Sebagian analis masih melihat risiko Bitcoin mengalami penurunan lebih dalam, bahkan hingga sekitar $47.000 jika pasar memasuki fase bearish.
Untuk saat ini, level $74.000 menjadi area penting yang perlu diperhatikan. Jika Bitcoin berhasil menembus resistance tersebut, momentum bullish berpotensi semakin kuat.
Namun, jika BTC gagal mempertahankan level tersebut, risiko koreksi masih tetap ada. Prospek Bitcoin menuju $100.000 juga akan sangat bergantung pada likuiditas pasar, permintaan institusional, serta berkurangnya pasokan BTC menjelang halving berikutnya.
0 Comments