Bitcoin Tembus $65.000 Setelah Data Lapangan Kerja AS di Bawah Ekspektasi

Bitcoin Tembus $65.000 Setelah Data Lapangan Kerja AS di Bawah Ekspektasi

Bitcoin Tembus $65.000 Setelah Data Ketenagakerjaan AS Lebih Lemah dari Perkiraan

Bitcoin (BTC) sempat menembus level $65.000 pada awal Agustus 2026 setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan. Kondisi ini membuat investor kembali memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada 7 Agustus 2026, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa jumlah pekerjaan nonpertanian atau nonfarm payroll pada Juli 2026 turun 23.000 posisi.

Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan.

Data ini menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. Kondisi tersebut juga diperkuat oleh revisi data sebelumnya.

Pertumbuhan pekerjaan pada Mei direvisi turun sebesar 66.000 menjadi 63.000 posisi. Sementara itu, data Juni dipangkas 37.000 menjadi hanya 20.000 posisi. Secara keseluruhan, revisi tersebut menghapus 103.000 pekerjaan dari estimasi sebelumnya.

Tingkat pengangguran AS justru turun tipis menjadi 4,1% dari 4,2%. Namun, penurunan tersebut tidak sepenuhnya menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya jumlah angkatan kerja dan tingkat partisipasi tenaga kerja.

Pertumbuhan upah juga mulai melambat. Kenaikan rata-rata upah per jam secara tahunan turun menjadi 3,2%. Hal ini semakin menunjukkan bahwa tekanan di pasar tenaga kerja AS mulai mereda.

Penurunan lapangan kerja paling terlihat di sektor pendidikan pemerintah daerah dan perdagangan ritel. Sementara itu, sektor kesehatan masih mencatat pertumbuhan pekerjaan, meskipun lebih moderat.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Berubah

Data ketenagakerjaan yang lemah langsung memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Investor kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada September semakin kecil. Pasar lebih banyak memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, terutama jika data ekonomi berikutnya kembali menunjukkan pelemahan.

Bagi pasar crypto, kondisi seperti ini dapat menjadi katalis positif. Suku bunga yang lebih rendah atau kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat biasanya membuat aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin menjadi lebih menarik.

Bitcoin merespons positif data tersebut dengan naik hampir 2%. Harga BTC bergerak di sekitar $65.200 dan sempat kembali berada di atas level psikologis $65.000.

Sebelumnya, Bitcoin berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dengan kembali menembus $65.000, Bitcoin berpeluang menguji level resistance berikutnya dalam perdagangan selanjutnya.

Ethereum (ETH) juga menunjukkan penguatan seiring membaiknya sentimen terhadap aset berisiko.

Arus Dana ETF Bitcoin dan Ethereum Tetap Positif

Selain faktor makroekonomi, arus dana institusional juga menjadi salah satu faktor yang mendukung pasar crypto.

Per 6 Agustus 2026, ETF Bitcoin spot mencatat net inflow sekitar $129 juta hingga $138 juta. Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatat arus dana masuk sekitar $92 juta.

Arus dana tersebut menunjukkan bahwa investor institusional masih memiliki minat terhadap Bitcoin dan Ethereum melalui produk investasi crypto yang teregulasi.

Hal ini menjadi sentimen positif karena permintaan dari institusi dapat membantu memberikan dukungan terhadap harga aset crypto, meskipun pasar masih bergerak volatil.

Pasar keuangan tradisional juga merespons data pekerjaan AS. Kontrak berjangka saham AS bergerak naik, imbal hasil Treasury AS turun, sementara dolar AS sedikit melemah.

Harga logam mulia juga ikut menguat.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa data ekonomi AS masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi harga Bitcoin. Selain kebijakan The Fed, investor crypto juga terus memantau arus dana ETF dan kondisi likuiditas global.

Data Inflasi AS Jadi Fokus Berikutnya

Selanjutnya, perhatian pasar akan beralih ke data inflasi AS dan pernyataan dari pejabat The Fed.

Investor akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Jika inflasi terus mereda dan pasar tenaga kerja semakin melemah, peluang kebijakan moneter yang lebih longgar dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi Bitcoin dan aset crypto lainnya.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas. Meskipun arus dana ETF masih positif dan kondisi makroekonomi mulai lebih mendukung aset berisiko, harga Bitcoin tetap dapat bergerak tajam mengikuti perubahan data ekonomi dan kebijakan The Fed.