Bitcoin Tertahan, Apa Selanjutnya? Prospek Harga Jelang Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole
Harga Bitcoin (BTC) naik 1,03% pada 24 Agustus dan berada di sekitar US$77.942 saat artikel ini ditulis. Bitcoin saat ini bergerak dalam rentang sempit antara US$77.000 dan US$78.000.
Pasar kini menunggu pidato pertama Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole Symposium yang berlangsung pada 27–29 Agustus. Pernyataan Warsh berpotensi memberikan dampak besar terhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Ketua The Fed Kevin Warsh Akan Berpidato di Jackson Hole
Warsh dijadwalkan berpidato di Wyoming pada 28 Agustus. Ia diperkirakan akan membahas kebijakan moneter bersama para ekonom dan bank sentral lainnya.
Investor mencermati pidato tersebut untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed hingga akhir 2026. Kekhawatiran terkait utang AS yang telah mencapai US$40 triliun serta inflasi yang meningkat akibat perang AS-Iran juga menambah ketidakpastian di pasar.
Analis Walter Bloomberg memperkirakan Warsh akan mempertahankan sikap netral selama acara tersebut. Namun, sekitar 7% investor masih memperkirakan Warsh akan mengambil sikap dovish.
Inflasi AS baru-baru ini turun dari 3,5% pada Juni menjadi 3,4% pada Juli. Penurunan tersebut dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Pidato Warsh juga berpotensi memengaruhi pasar obligasi AS. Imbal hasil Treasury AS telah mulai turun menjelang acara tersebut, sementara pasar obligasi sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup besar.
Prediksi Harga Bitcoin
Bitcoin saat ini membentuk pola falling wedge pada grafik satu jam. Pola tersebut biasanya menunjukkan bahwa tekanan turun mulai melemah dan berpotensi diikuti oleh pemulihan harga.
BTC telah bergerak menembus resistance pola tersebut di sekitar US$77.800. Namun, Bitcoin masih perlu mencatatkan penutupan harga di atas level tersebut untuk mengonfirmasi sinyal bullish yang lebih kuat.
Jika Warsh menyampaikan pernyataan dovish dan memberikan sinyal bahwa The Fed tidak berencana menaikkan suku bunga, Bitcoin berpotensi naik menuju US$81.900. Level tersebut merupakan area 161,8% Fibonacci extension.
Sebaliknya, jika Warsh memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi opsi, Bitcoin dapat menghadapi tekanan jual dan turun menuju support US$75.500.
Indikator teknikal saat ini masih cenderung mendukung tren bullish. RSI berada di level 54, menunjukkan momentum yang sedikit positif. Sementara itu, bar Awesome Oscillator (AO) yang berwarna hijau dan terus meningkat juga mendukung potensi kenaikan BTC.
Dana Baru Mendukung Reli Bitcoin
Bitcoin juga mendapatkan dukungan dari masuknya dana baru ke pasar.
Data CryptoQuant menunjukkan jumlah uang yang masuk ke pasar Bitcoin meningkat dari US$20,6 miliar menjadi US$24,9 miliar. Analis Woominkyu mengatakan peningkatan tersebut tidak terlihat didorong oleh dana pinjaman. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan Bitcoin belakangan ini kemungkinan tidak terutama disebabkan oleh penggunaan leverage.
“Reli yang didorong oleh uang pinjaman cenderung berakhir dengan keras karena pemberi pinjaman dapat memaksa penjualan posisi ketika harga turun. Reli yang didukung oleh dana baru tanpa peningkatan leverage memiliki fondasi yang lebih kuat,” kata analis tersebut.
Analis lainnya, Ali Charts, juga menilai Bitcoin mungkin telah memasuki siklus bullish baru setelah BTC mencatat kenaikan 23% dalam tiga hari perdagangan. Ia menyebut pergerakan tersebut sebagai “god candle”.
Secara keseluruhan, arah pergerakan Bitcoin berikutnya kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Pernyataan dovish dapat meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan mendorong harga BTC lebih tinggi. Sebaliknya, sikap hawkish dapat memicu tekanan jual dan membuat Bitcoin kembali terkoreksi.
0 Comments