BlackRock Akan Melakukan Reverse Split 1:3 pada ETF Ethereum ETHA pada Oktober
BlackRock akan melakukan reverse split 1:3 pada iShares Ethereum Trust ETF (ETHA) mulai 6 Oktober, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Melalui reverse split tersebut, setiap tiga unit saham ETF ETHA akan digabung menjadi satu unit. Langkah ini hanya mengubah jumlah unit ETF yang dimiliki investor sekaligus meningkatkan harga per unit. Nilai total investasi investor maupun total aset kelolaan ETF tidak akan berubah.
Sebagai ilustrasi, investor yang sebelumnya memiliki 300 unit ETHA akan memiliki 100 unit setelah reverse split. Namun, harga per unit akan naik secara proporsional sehingga nilai investasinya tetap sama.
BlackRock juga menegaskan bahwa tidak akan menerbitkan unit pecahan. Jika reverse split menghasilkan sisa unit pecahan, bagian tersebut akan ditebus dan dibayarkan dalam bentuk tunai ke rekening broker investor. Pembayaran tunai tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi pajak.
Hingga saat ini, BlackRock belum mengungkapkan alasan resmi di balik kebijakan tersebut. Namun, Analis ETF Senior Bloomberg, Eric Balchunas, menilai reverse split dapat menekan biaya transaksi dengan mempersempit bid-ask spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual. Harga unit ETF yang lebih tinggi umumnya membuat perdagangan menjadi lebih efisien.
Keputusan ini diambil setelah ETHA melemah seiring penurunan harga Ether (ETH). ETF tersebut saat ini diperdagangkan di kisaran US$14 per unit, atau turun sekitar 40% sejak awal tahun. Meski demikian, ETHA masih menjadi ETF spot Ethereum terbesar berdasarkan aset kelolaan (assets under management/AUM), disusul oleh ETF Ethereum milik Grayscale.
Reverse split bukanlah hal baru di pasar ETF kripto. Pada November 2024, Grayscale juga melakukan reverse split pada Bitcoin Mini Trust dan Ethereum Mini Trust untuk meningkatkan nilai aset bersih (net asset value/NAV) per unit. Namun, rasio reverse split BlackRock yang sebesar 1:3 tergolong lebih kecil dibandingkan langkah yang diambil Grayscale saat itu.
Meski reverse split mengubah cara ETHA diperdagangkan di bursa, aset dasar yang dimiliki ETF tetap sama. Langkah ini juga tidak mengubah strategi investasi produk tersebut. Belakangan, perhatian pasar lebih tertuju pada arus keluar dana (outflow) dari ETF Ethereum, seiring melemahnya minat investor institusional terhadap ETH sepanjang tahun ini.
Selain ETHA, BlackRock juga memiliki iShares Staked Ethereum Trust ETF yang mulai diperdagangkan pada Maret lalu. Kehadiran dua produk tersebut memberikan BlackRock peluang untuk menangkap kembali permintaan terhadap ETF Ethereum apabila sentimen pasar kembali membaik.
0 Comments