Harga XRP Menguji Level US$1,06 di Tengah Open Interest yang Turun ke Level Terendah dalam Enam Bulan
Harga XRP Masih Tertekan, Level US$1,05 Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Harga XRP melanjutkan pelemahannya pada 5 Agustus 2026 dan diperdagangkan di kisaran US$1,07. Tekanan jual masih mendominasi karena pembeli belum mampu mengangkat harga keluar dari tren penurunan yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data crypto.news, harga XRP turun sekitar 0,9% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan tercatat sekitar US$911,7 juta, sedangkan kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$66,7 miliar. Dengan nilai tersebut, XRP masih menjadi aset kripto terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar.
Saat ini, XRP kembali mendekati area support US$1,05 hingga US$1,06 yang beberapa kali berhasil menahan penurunan harga sejak akhir Juni. Namun, indikator teknikal, arus dana di pasar spot, dan posisi di pasar derivatif masih belum menunjukkan tanda-tanda kuat bahwa pemulihan harga telah dimulai.
Harga XRP Masih Bergerak di Area Bawah
Grafik harian menunjukkan XRP masih berada dalam tren turun setelah merosot dari level di atas US$2,50 ke sekitar US$1,07. Dalam beberapa hari terakhir, harga bergerak dalam kisaran sempit di dekat level terendahnya. XRP juga belum mampu bertahan di atas US$1,10 sehingga struktur tren jangka pendek masih terlihat lemah.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 43,71, masih di bawah level netral 50. Angka tersebut menunjukkan momentum beli masih terbatas, meski XRP belum masuk ke wilayah jenuh jual (oversold).
Sementara itu, indikator MACD juga masih menunjukkan sinyal bearish. Garis MACD masih berada di bawah garis sinyal, mengindikasikan tekanan jual masih lebih dominan. Meski begitu, selisih keduanya relatif kecil sehingga pelemahan harga belum menunjukkan percepatan yang signifikan.
Area support terdekat berada di kisaran US$1,05 hingga US$1,06. Jika harga ditutup di bawah zona tersebut, XRP berpotensi turun menuju level psikologis US$1,00, bahkan menguji kembali titik terendah akhir Juni di sekitar US$1,01.
Sebaliknya, jika XRP berhasil menembus US$1,10, hal itu dapat menjadi sinyal awal bahwa pembeli mulai kembali menguasai pasar. Setelah itu, harga masih harus melewati area resistensi US$1,13 hingga US$1,15 untuk mengonfirmasi perubahan tren.
Analis Ali Charts menyebut level US$1,06 sebagai titik penentu arah selanjutnya. Menurutnya, jika support tersebut mampu bertahan, XRP berpeluang naik menuju US$1,35 hingga US$1,64. Namun apabila support tersebut ditembus, harga berpotensi turun ke US$0,80 bahkan US$0,62. Hingga kini, belum ada konfirmasi bahwa salah satu skenario tersebut akan terjadi.
Di sisi lain, berbagai prediksi di media sosial yang memperkirakan XRP dapat mencapai US$23 atau bahkan US$50 masih bersifat sangat spekulatif. Target tersebut belum didukung oleh momentum pasar, proyeksi institusi, maupun sinyal breakout yang valid.
Leverage Menurun, Posisi Trader Lebih Hati-Hati
Data CoinGlass menunjukkan volume perdagangan kontrak berjangka (futures) XRP mencapai sekitar US$1,35 miliar, sementara total open interest berada di kisaran US$2,25 miliar.
Dalam 24 jam terakhir, volume futures turun sekitar 10,27%, sedangkan open interest menyusut sekitar 5,59%. Penurunan harga yang disertai berkurangnya open interest umumnya menunjukkan trader menutup posisi, bukan membuka posisi short baru dalam jumlah besar.
Data CryptoQuant juga menunjukkan open interest XRP telah turun ke level terendah dalam enam bulan. Rasio leverage yang digunakan trader ikut menurun, menandakan penggunaan pinjaman untuk berspekulasi semakin berkurang.
Selain itu, funding rate masih bergerak di sekitar level netral, sementara likuidasi posisi long dan short berlangsung relatif seimbang. Kondisi ini menunjukkan pasar sedang melakukan penyesuaian posisi (positioning reset), bukan mengalami aksi jual paksa (forced liquidation) secara besar-besaran.
Arus Dana ETF Belum Mampu Mendorong Harga
Di Amerika Serikat, ETF spot XRP masih terus mencatat arus dana masuk. Selama empat hari perdagangan berturut-turut, total inflow mencapai sekitar US$15,4 juta.
Meski demikian, tambahan dana tersebut belum cukup untuk mendorong harga XRP keluar dari kisaran US$1,00 hingga US$1,13.
Sejak diluncurkan pada akhir 2025, lima ETF spot XRP di AS telah mengumpulkan aset sekitar US$1,5 miliar hingga pertengahan 2026. Namun, permintaan dari ETF masih harus bersaing dengan tekanan jual di bursa, aktivitas perdagangan derivatif, serta lemahnya permintaan di pasar spot global.
Ripple Terus Memperluas Ekosistemnya
Ripple mengumumkan investasi strategis di ZILO dan Licuido pada 3 Agustus. Kedua perusahaan tersebut akan membantu memperluas layanan institusional di XRP Ledger, termasuk penerbitan aset digital, perdagangan, serta infrastruktur penyelesaian transaksi menggunakan stablecoin RLUSD.
Namun hingga saat ini, Ripple belum mengungkap nilai investasinya maupun dampaknya terhadap pendapatan perusahaan atau permintaan terhadap XRP.
Di sisi lain, pengembang XRP Ledger juga telah merilis pembaruan perangkat lunak xrpld versi 3.2.1 setelah jaringan sempat mengalami serangan berupa validator manifest flood pada akhir Juli. Meski demikian, jaringan tetap beroperasi normal dan tidak ada laporan kehilangan dana maupun perubahan transaksi pengguna.
Fokus Pasar Tertuju pada Level US$1,05
Saat ini, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada level support US$1,05. Jika area tersebut mampu dipertahankan, peluang pemulihan menuju US$1,10 hingga US$1,15 akan semakin terbuka.
Sebaliknya, jika harga kembali turun dan menembus US$1,05, XRP berpotensi melanjutkan pelemahannya menuju level psikologis US$1,00.
Selama belum terjadi penembusan yang meyakinkan ke atas maupun ke bawah, XRP diperkirakan masih akan bergerak dalam kisaran terbatas dengan leverage yang lebih rendah dan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.
0 Comments