Blockchain.com Pertimbangkan IPO Saat Perusahaan Kripto Lain Menahan Langkah
Salah satu perusahaan layanan crypto tertua yang masih beroperasi, Blockchain.com, tengah bersiap masuk ke Wall Street melalui penawaran saham perdana atau IPO. Namun, perusahaan belum mengungkap jumlah saham maupun kisaran harga yang akan ditawarkan.
Menurut Bloomberg, Blockchain.com memiliki sekitar 500 karyawan dan telah mencatat keuntungan secara adjusted basis selama tiga tahun terakhir. Platform tersebut kini mendukung lebih dari 95 juta wallet crypto dan 43 juta akun terverifikasi.
Blockchain.com sebenarnya sudah mempertimbangkan IPO sejak 2022, ketika valuasinya sempat melonjak hingga US$14 miliar saat pasar crypto sedang bullish. Namun, setelah putaran pendanaan Series E pada 2023, valuasi perusahaan turun menjadi kurang dari setengah angka tersebut.
Langkah Blockchain.com mengikuti jejak perusahaan crypto lain seperti Bullish dan Gemini Space Station, perusahaan milik Winklevoss brothers, yang melantai di bursa pada 2025 saat reli crypto berlangsung.
Meski begitu, pasar crypto masih berada di bawah tekanan sejak crash besar pada Oktober lalu. Sikap investor yang lebih berhati-hati membuat laju IPO perusahaan crypto ikut melambat.
Payward, induk dari Kraken, menunda rencana IPO pada Maret lalu dan memangkas 150 karyawan untuk menekan biaya operasional. Sementara itu, produsen hardware wallet Ledger juga menunda rencana pencatatan sahamnya.
Di tengah kondisi pasar yang lebih hati-hati, langkah Blockchain.com menuju pasar publik dinilai akan menghadapi tantangan lebih besar dibanding perusahaan crypto sebelumnya. Keberhasilan IPO perusahaan kemungkinan akan sangat bergantung pada pemulihan harga aset crypto dan minat investor saat pencatatan saham berlangsung.
0 Comments