Bobon Santoso Viral Jual Akun YouTube Rp20 Miliar, Mengaku Ingin Pensiun

Bobon Santoso Viral Jual Akun YouTube Rp20 Miliar, Mengaku Ingin Pensiun

Bobon Santoso Gegerkan Publik, Jual Akun YouTube Rp20 Miliar dan Siap Pensiun

Kabar mengejutkan datang dari YouTuber sekaligus kreator konten kuliner ternama, Bobon Santoso. Sosok yang dikenal sebagai “chef-nya rakyat Indonesia” ini mengumumkan rencana pensiun dari YouTube sekaligus menjual akun YouTube miliknya dengan harga fantastis, yakni Rp20 miliar. Pengumuman tersebut langsung menyita perhatian publik dan memicu perbincangan luas di media sosial.

Melalui unggahan di akun Instagram terverifikasi miliknya pada Kamis, 6 Februari 2026, Bobon Santoso menyampaikan keputusan besar tersebut secara terbuka. Ia mengaku siap mengakhiri perjalanannya di platform yang telah membesarkan namanya selama bertahun-tahun.

“Tahun ini gw memutuskan untuk pensiun di platform YouTube. Akun hampir 18 juta pelanggan mau gw jual Rp20 miliar,” tulis Bobon Santoso dalam unggahannya.

Unggahan tersebut disertai tangkapan layar kanal YouTube Bobon Santoso yang saat ini memiliki sekitar 17,7 juta subscriber. Kanal tersebut menjadi salah satu kanal kuliner terbesar di Indonesia, dikenal dengan konten masak besar-besaran, aksi sosial, serta eksplorasi daerah terpencil.

Perjalanan Panjang Sejak 2019

Bobon Santoso mulai aktif mengunggah konten YouTube sejak Januari 2019. Dalam kurun waktu lebih dari enam tahun, ia telah memproduksi sekitar 917 video dengan tema utama memasak dalam skala besar untuk masyarakat luas, terutama di wilayah-wilayah yang jarang tersentuh perhatian publik.

Sejumlah kontennya bahkan meraih jutaan penonton dan kerap menjadi perbincangan warganet. Salah satunya adalah video berjudul “Kuali Merah Putih 16: Tangisan Bisu di Kampung Terisolasi” yang diunggah 11 bulan lalu. Konten tersebut menampilkan aktivitas memasak dan berbagi makanan di kawasan rawa Papua, dengan total penayangan hampir 6 juta views.

Konten lainnya, “Kuali Merah Putih 17: Papua Bermandikan Lumpur di Harapan yang Telah Luntur”, juga menuai perhatian besar. Video berdurasi hampir 47 menit yang diunggah pada April 2025 itu hingga kini telah ditonton lebih dari 3,3 juta kali.

Tak sedikit warganet yang menilai konten-konten Bobon Santoso bukan sekadar hiburan, tetapi juga membawa pesan sosial dan kemanusiaan yang kuat.

Siap Tutup “Lapak” YouTube

Kini, Bobon Santoso mengaku siap menutup “lapak” YouTube yang telah menjadi sumber popularitas sekaligus penghasilannya. Ia berharap akun tersebut bisa segera terjual dengan harga yang diinginkan.

“Semoga laku segera ya. Kalau belum laku gw entar pertimbangkan lagi gimana. Makasih,” tutup Bobon Santoso dalam unggahan tersebut.

Publik Bertanya: Kenapa Pensiun?

Keputusan mendadak ini sontak mengundang berbagai reaksi dari warganet. Berdasarkan pantauan, Jumat (6/2/2026), kolom komentar unggahan Bobon Santoso dipenuhi pertanyaan dan spekulasi.

“Cerita bang, kenapa mau udahan?” tulis akun @pang****.
Sementara akun lain, @ilh****, berspekulasi, “Partai apa yang menawari sehingga kamu jual YouTube-mu?”

Tak sedikit pula yang menduga keputusan ini hanya strategi atau gimik semata.

Bantah Gimik, Akui Sudah Lelah

Sebagian warganet menuding pengumuman tersebut sebagai gimmick lantaran menganggap popularitas Bobon Santoso di YouTube mulai menurun. Namun, tudingan itu langsung dibantah oleh Bobon Santoso.

“Insight bagus dan enggak perlu gimik. Sudah ke tahap lelah saja,” jelasnya.

Ia mengaku ingin rehat setelah bertahun-tahun konsisten memproduksi konten berdurasi panjang dengan persiapan yang tidak sederhana, baik secara fisik maupun mental.

Bukan yang Pertama

Bobon Santoso bukan figur publik pertama yang memutuskan untuk mundur dari dunia YouTube. Sebelumnya, YouTuber kuliner lainnya, Farida Nurhan atau yang akrab disapa Omay, juga mengumumkan rencana menjual kanal YouTube miliknya.

Seperti diberitakan Kapanlagi.com pada 22 Januari 2026, Farida Nurhan mengungkapkan keinginannya menjual kanal YouTube seharga Rp10 miliar. Ia mengaku keputusan tersebut telah dipikirkan matang selama sekitar 18 bulan.

“Keputusan yang tidak mudah, maju mundur sejak 18 bulan yang lalu. Tapi seperti yang kalian lihat, Omay pantang menyerah. Tetap maksimal ngonten video durasi panjang, seminggu dua kali, dari dalam kota sampai luar kota,” ungkap Farida Nurhan kala itu.

Farida sempat berharap keajaiban datang seperti enam tahun lalu, namun akhirnya menemukan jawaban untuk melangkah ke fase baru. Kini, pada Februari 2026, giliran Bobon Santoso yang mengambil langkah serupa.

Fenomena ini memunculkan diskusi baru tentang tekanan, kelelahan kreator, serta nilai ekonomi kanal YouTube besar di Indonesia yang kini tidak lagi sekadar media berbagi, tetapi juga aset bernilai miliaran rupiah.