ETF Spot Solana Catat Arus Masuk US$2,82 Juta saat Harga SOL di US$79 di Tengah Tekanan Pasar

ETF Spot Solana Catat Arus Masuk US$2,82 Juta saat Harga SOL di US$79 di Tengah Tekanan Pasar

Solana (SOL) Masih Menarik Minat Investor di Tengah Tekanan Pasar

Solana (SOL) masih menarik minat sebagian investor, meskipun pasar kripto secara keseluruhan sedang berada di bawah tekanan. Banyak aset kripto utama mengalami penurunan harga tajam, namun data menunjukkan bahwa dana tidak sepenuhnya keluar dari ekosistem Solana.

Sebagian pelaku pasar tampaknya mulai memisahkan pelemahan harga jangka pendek dengan kekuatan aktivitas jaringan dalam jangka panjang. Hal ini membuat kondisi SOL terlihat campuran, saat diperdagangkan di kisaran US$79.

ETF Solana Catat Arus Masuk di Saat ETF Lain Alami Arus Keluar

Pada 5 Februari, ETF kripto spot di Amerika Serikat mencatat pergerakan dana yang tidak merata. ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar bersih sekitar US$434 juta, sementara ETF Ethereum mencatat arus keluar sekitar US$80,8 juta. Sebaliknya, ETF Solana spot justru mencatat arus masuk bersih sebesar US$2,82 juta, berdasarkan data SoSoValue.

Meski nilainya relatif kecil, arus masuk ini cukup menonjol di tengah tren pengurangan risiko oleh investor. Data tersebut mengindikasikan bahwa sebagian investor institusional masih mempertahankan, bahkan menambah secara terbatas, eksposur terhadap produk berbasis Solana di tengah volatilitas pasar kripto.

Aktivitas Jaringan Tetap Kuat

Dari sisi on-chain, Solana juga menunjukkan ketahanan. Selama sepekan terakhir, jaringan Solana memproses lebih dari US$31 miliar volume transaksi spot di bursa terdesentralisasi (DEX). Hal ini menandakan bahwa aktivitas pengguna masih terjaga, meskipun harga SOL mengalami tekanan.

Perbedaan antara penurunan harga dan kuatnya aktivitas jaringan ini kerap muncul saat pasar berada dalam kondisi penuh tekanan.

Harga SOL Masih Tertekan

Meski mencatat arus masuk ETF, pergerakan harga SOL masih lemah. Dalam sepekan terakhir, harga SOL turun lebih dari 30%, sempat menyentuh area US$67–US$68, sebelum kembali menguat ke sekitar US$80.

Indikator pasar derivatif juga menunjukkan sentimen bearish. Open interest kontrak futures Solana turun ke sekitar US$5 miliar, terendah sejak pertengahan April 2025. Funding rate berubah negatif, sementara rasio long-to-short berada di bawah satu, menandakan lebih banyak trader yang bersiap terhadap potensi penurunan lanjutan.

Secara teknikal, SOL masih berada dalam tren turun. Penembusan di bawah level psikologis US$100 dan US$85 mempercepat tekanan jual. Analis menilai area US$82 dan US$76 sebagai support jangka pendek, dengan risiko penurunan hingga US$60 jika tekanan jual semakin kuat.

Minat Institusional Tetap Ada

Di luar pergerakan harga, perkembangan dari sisi institusional masih mendukung narasi jangka panjang Solana. Beberapa perusahaan mulai memanfaatkan blockchain Solana untuk strategi treasury, serta adanya kerja sama di kawasan Asia yang berfokus pada tokenisasi aset tradisional.

Secara keseluruhan, Solana berada di persimpangan antara momentum harga jangka pendek yang lemah dan kekuatan jaringan serta minat institusional. Arus masuk ETF sebesar US$2,82 juta memang belum mampu membalikkan tren turun, namun menunjukkan bahwa minat terhadap Solana belum sepenuhnya hilang, meski pasar kripto masih berada dalam tekanan.