Coinbase Izinkan AI Agent Trading Derivatif Kripto Global, Ini Syarat dan Risikonya
Coinbase memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam perdagangan aset kripto. Pada 2 November 2026, perusahaan tersebut mengumumkan bahwa AI agent yang terhubung ke akun pengguna kini dapat melakukan transaksi di pasar derivatif global Coinbase yang didukung oleh Deribit.
Fitur ini memungkinkan pengguna yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan AI dalam meneliti pasar, menyusun strategi perdagangan, hingga menempatkan order sesuai batas yang telah ditentukan pengguna. Layanan tersebut memperluas akses perdagangan perpetual futures berbasis AI bagi pelanggan yang memenuhi syarat di luar Amerika Serikat (AS).
Melalui layanan Coinbase for Agents, pengguna dapat menghubungkan akun Coinbase mereka dengan sejumlah platform AI, termasuk Claude, ChatGPT, dan Grok. Meski demikian, akses perdagangan tetap bergantung pada wilayah, status kelayakan, serta proses verifikasi yang berlaku.
Coinbase Perluas AI Agent untuk Trading Kripto
Coinbase menyatakan bahwa layanan derivatif global yang didukung Deribit kini tersedia bagi trader yang memenuhi persyaratan melalui Coinbase for Agents.
Dengan integrasi ini, AI agent dapat membantu pengguna menganalisis kondisi pasar dan menjalankan strategi perdagangan. Namun, kemampuan tersebut tidak berarti AI memperoleh kebebasan penuh untuk mengelola seluruh aset pengguna.
Pengguna tetap dapat menentukan izin akses bagi AI agent, mencabut koneksi, serta meminta persetujuan sebelum setiap transaksi pada sebagian besar aplikasi AI yang didukung.
Coinbase juga menyebutkan bahwa sistemnya menerapkan batas keamanan untuk transaksi yang dilakukan AI agent dan mencegah agen tersebut memindahkan dana keluar dari platform Coinbase.
Syarat Mengakses Trading Derivatif Coinbase
Tidak semua pengguna dapat langsung memanfaatkan fitur perdagangan derivatif global berbasis AI ini.
Berdasarkan panduan Coinbase, pelanggan harus memiliki akun perdagangan spot, menyelesaikan proses pendaftaran dan verifikasi derivatif, serta mendanai portofolio Global Derivatives.
Layanan tersebut juga dibatasi berdasarkan wilayah yang didukung. Di Australia, misalnya, akses hanya tersedia bagi investor wholesale atau investor yang memenuhi klasifikasi tertentu.
Karena itu, ketersediaan fitur bagi pengguna di suatu negara perlu diperiksa secara langsung melalui ketentuan resmi Coinbase. Pengumuman ini tidak berarti seluruh pengguna di dunia otomatis memperoleh akses.
Didukung Deribit dengan Kontrak Perpetual
Integrasi AI agent tersebut memanfaatkan infrastruktur derivatif global Coinbase yang terhubung dengan Deribit.
Dalam panduan gateway derivatif globalnya, Coinbase mencantumkan sedikitnya 125 kontrak perpetual, termasuk kontrak yang berkaitan dengan saham dan komoditas. Produk pada gateway tersebut menawarkan leverage hingga 50 kali, sesuai ketentuan kontrak yang tersedia.
Namun, angka itu merujuk pada katalog gateway derivatif ritel secara keseluruhan, bukan daftar kontrak yang secara khusus dipastikan tersedia melalui AI agent.
Coinbase juga menyebutkan bahwa opsi dan kontrak futures dengan tanggal kedaluwarsa belum tersedia melalui gateway tersebut.
Perdagangan dengan leverage tinggi memiliki risiko besar. Perubahan harga yang relatif kecil dapat menimbulkan kerugian signifikan, bahkan berpotensi menghabiskan margin yang digunakan dalam transaksi.
Coinbase Pindahkan Infrastruktur Derivatif ke Deribit
Perluasan fitur AI agent ini mengikuti migrasi infrastruktur derivatif internasional Coinbase pada 1 Oktober 2026, ketika layanan tersebut dipindahkan dari Coinbase International Exchange ke Deribit.
Penggabungan ini juga mencakup pemindahan akun institusional, posisi, dan saldo ke platform gabungan. Integrasi AI agent kemudian memberikan jalur tambahan bagi pengguna untuk mengirimkan order melalui infrastruktur tersebut.
Untuk pelanggan yang menggunakan perjanjian pialang Coinbase Bermuda, Coinbase Bermuda Limited bertindak sebagai broker dan kustodian, sedangkan order diteruskan ke Deribit untuk dieksekusi. Berdasarkan perjanjian tersebut, Coinbase Bermuda Limited bukan merupakan pihak lawan transaksi.
Risiko AI Agent dalam Perdagangan Kripto
Meskipun AI agent dapat membantu mengotomatisasi proses perdagangan, teknologi ini tetap berpotensi melakukan kesalahan dalam membaca data, menganalisis pasar, atau menjalankan strategi.
Coinbase memperingatkan bahwa pengguna tetap bertanggung jawab untuk meninjau dan memberikan otorisasi terhadap transaksi mereka.
Selain risiko kesalahan AI, perdagangan derivatif juga memiliki risiko volatilitas, likuidasi, dan kerugian akibat penggunaan leverage. Oleh karena itu, batas transaksi dan izin akses perlu ditetapkan secara cermat sebelum pengguna menghubungkan akun mereka dengan aplikasi AI.
Peluncuran ini menunjukkan perkembangan integrasi AI dan perdagangan kripto, khususnya dalam pasar derivatif. Namun, pengguna tetap perlu memahami mekanisme produk, ketentuan kelayakan, dan risiko finansial sebelum memanfaatkan AI agent untuk melakukan transaksi.
0 Comments