Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 3 November 2026 Naik Rp 10.000, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 3 November 2026 Naik Rp 10.000, Simak Daftar Lengkapnya

Harga emas Antam hari ini, Selasa (3/11/2026), kembali mengalami kenaikan. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 10.000 per gram menjadi Rp 2.541.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan informasi pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam sebelumnya berada di level Rp 2.531.000 per gram. Kenaikan ini melanjutkan penguatan harga emas dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, harga jual kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan. Harga buyback naik Rp 25.000 per gram dari Rp 2.286.000 menjadi Rp 2.311.000 per gram.

Harga buyback merupakan nilai yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam. Harga emas maupun buyback dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan pergerakan harga emas dunia.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 3 November 2026

Berikut daftar harga dasar emas batangan Antam berdasarkan ukuran pada Selasa (3/11/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.320.500
  • 1 gram: Rp 2.541.000
  • 2 gram: Rp 5.022.000
  • 3 gram: Rp 7.508.000
  • 5 gram: Rp 12.480.000
  • 10 gram: Rp 24.905.000
  • 25 gram: Rp 62.137.000
  • 50 gram: Rp 124.195.000
  • 100 gram: Rp 248.312.000
  • 250 gram: Rp 620.515.000 (stok habis)
  • 500 gram: Rp 1.240.820.000 (stok habis)
  • 1.000 gram: Rp 2.481.600.000 (stok habis)

Harga tersebut merupakan harga dasar yang tercantum dalam data sumber. Ketersediaan produk dan total pembayaran dapat berbeda sesuai ketentuan transaksi yang berlaku.

Harga Emas Dunia Menguat 1,8 Persen

Penguatan harga emas Antam terjadi di tengah pemulihan harga emas dunia. Pada Senin (2/11/2026) waktu setempat, harga emas global bangkit dari level terendah dalam sekitar satu tahun.

Mengutip CNBC pada Selasa (3/11/2026), harga emas di pasar spot naik 1,8 persen menjadi US$ 3.943,62 per ons pada pukul 14.54 waktu setempat. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga emas sempat turun 3,6 persen pada Jumat sebelumnya ke level terendah sejak Oktober 2025.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,8 persen menjadi US$ 3.969,60 per ons.

Kenaikan harga emas dunia didukung oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Harga minyak dilaporkan turun sekitar 8 persen setelah Iran dan Qatar mengadakan pembicaraan selama tiga hari berturut-turut untuk mencari jalan mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.

Penurunan harga minyak dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi. Meski demikian, pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pada Desember.

Berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group, peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember diperkirakan sekitar 75 persen, turun dari 80 persen pada pekan sebelumnya.

Pemilu Paruh Waktu AS Jadi Perhatian Investor

Selain perkembangan inflasi dan kebijakan suku bunga, investor juga mencermati pemilihan paruh waktu atau midterm elections di AS yang berlangsung pada 3 November 2026.

Hasil pemilu tersebut menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal, kondisi geopolitik, dan sentimen investasi.

Analis menilai aksi jual saham teknologi dan perusahaan kecerdasan buatan (AI) pada perdagangan sebelumnya turut menekan pasar keuangan secara luas. Kondisi tersebut memicu permintaan likuiditas atau margin call, sehingga sejumlah investor menjual aset, termasuk emas yang umumnya dianggap sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari untuk emas juga meningkat menjadi sekitar 37 pada Senin, dari posisi di bawah 30 pada Jumat. Perubahan ini menunjukkan bahwa tekanan jual emas mulai mereda berdasarkan indikator teknikal tersebut.

Analis Julius Baer, Carsten Menke, menilai defisit anggaran AS kemungkinan tetap menjadi faktor penting bagi harga emas dalam jangka panjang, terlepas dari hasil pemilu paruh waktu.

Menurutnya, beban utang dan pembayaran bunga pemerintah AS masih berpotensi mendukung daya tarik emas sebagai aset investasi.

Harga Perak Naik, Platinum Menguat, Paladium Melemah

Pergerakan positif juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya. Harga perak di pasar spot naik 2,9 persen menjadi US$ 50,54 per ons setelah sempat turun di bawah US$ 50 pada sesi sebelumnya.

Harga platinum turut menguat 1,3 persen menjadi US$ 1.449,70 per ons. Sebaliknya, harga paladium turun 1,1 persen menjadi US$ 965,91 per ons.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, ekspektasi suku bunga, dan perubahan sentimen investor.

Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam

Masyarakat yang membeli atau menjual kembali emas Antam perlu memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku.

Berdasarkan informasi dalam sumber, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen. Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari nilai penjualan.

Dengan kenaikan harga emas Antam pada Selasa (3/11/2026), investor perlu mempertimbangkan harga beli, harga buyback, biaya transaksi, dan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan.

Harga emas dapat bergerak naik maupun turun mengikuti perkembangan harga emas dunia, nilai tukar dolar AS, inflasi, dan kebijakan suku bunga. Karena itu, kenaikan dalam satu hari tidak selalu menjamin keuntungan dalam jangka pendek.