Core Scientific Catat Lonjakan Pendapatan Colocation 268%, Namun Kinerja Q4 Masih Beragam
Core Scientific merilis laporan keuangan kuartal IV 2025. Perusahaan mencatat pendapatan total sebesar US$79,8 juta, turun dari US$94,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini juga jauh di bawah perkiraan pasar sebesar US$122,1 juta.
Meski demikian, ada satu segmen yang tumbuh sangat pesat. Pendapatan colocation melonjak 268%, seiring pergeseran bisnis perusahaan ke layanan pusat data.
Core Scientific juga membukukan rugi US$0,42 per saham, lebih buruk dari ekspektasi analis yang memperkirakan rugi US$0,08 per saham.
Mengapa ini penting
Penambang Bitcoin saat ini menghadapi tekanan besar. Harga BTC yang melemah dan biaya energi yang semakin mahal membuat margin penambangan mandiri (self-mining) semakin tertekan.
Karena itu, banyak perusahaan tambang crypto mulai beralih ke bisnis pendukung AI dan pusat data high-performance computing (HPC).
Rincian kinerja
Pendapatan colocation naik menjadi US$31,3 juta, dari US$8,5 juta pada kuartal IV 2024.
- Pendapatan dari self-mining aset digital turun menjadi US$42,2 juta, dipicu oleh penurunan BTC yang ditambang hingga 57%.
- Laba kotor meningkat menjadi US$20,8 juta, dibandingkan US$4,8 juta pada 2024.
- Namun, perusahaan masih mencatat EBITDA non-GAAP negatif sebesar US$42,7 juta.
- Likuiditas akhir tahun tercatat US$533,4 juta, terdiri dari kas dan setara kas sebesar US$311,4 juta serta kepemilikan Bitcoin senilai US$222 juta.
Gambaran besar
Core Scientific kini tidak lagi hanya fokus pada penambangan Bitcoin, tetapi juga mengembangkan layanan hosting dan colocation pusat data.
CEO Adam Sullivan menyampaikan bahwa perusahaan telah membangun pipeline kapasitas sewa pusat data hingga 1,5 gigawatt. Ia menegaskan fokus perusahaan adalah mempercepat pengembangan dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
0 Comments