DEF Sebut Amandemen CLARITY Act Berpotensi Ancam Pengguna dan Developer DeFi
Kelompok advokasi DeFi memperingatkan bahwa sejumlah amendemen yang diusulkan dalam RUU struktur pasar crypto di Amerika Serikat berpotensi merugikan developer dan menghambat inovasi industri aset digital di negara tersebut.
Pada Rabu, DeFi Education Fund (DEF) merilis daftar 16 amendemen yang mereka sebut sebagai “anti-DeFi” terhadap RUU CLARITY Act, menjelang sesi pembahasan penting yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis.
Melalui unggahan di X, DEF menilai beberapa amendemen terbaru yang diajukan dapat berdampak negatif terhadap teknologi DeFi, pengguna, hingga para developer jika nantinya dimasukkan ke dalam versi final undang-undang tersebut.
Amendemen itu diajukan oleh sejumlah Senator Partai Demokrat, termasuk Elizabeth Warren, Catherine Cortez Masto, Andy Kim, Chris Van Hollen, dan Jack Reed. Menurut DEF, usulan tersebut menargetkan perlindungan utama bagi sektor DeFi yang sebelumnya tercantum dalam RUU.
Salah satu usulan yang paling disorot adalah amendemen dari Senator Cortez Masto dan Jack Reed yang menargetkan Blockchain Regulatory Certainty Act (BRCA). Aturan ini sebelumnya dirancang untuk membebaskan developer non-kustodian dan penyedia layanan yang tidak mengontrol dana pengguna dari kewajiban federal sebagai pengirim uang.
DEF menilai amendemen Cortez Masto dapat mengubah BRCA dari aturan pelindung menjadi ancaman bagi para developer. Selain itu, amendemen tersebut juga disebut menghapus perlindungan bagi developer non-controlling dalam Pasal 301 dan 302.
Sementara itu, amendemen dari Senator Jack Reed disebut menyerang putusan pengadilan federal Van Loon di wilayah Fifth Circuit dengan membuka peluang pemberian sanksi terhadap smart contract tanpa mempertimbangkan apakah kontrak tersebut berjalan secara otomatis, dapat dimodifikasi, atau memiliki pemilik tertentu. Reed juga mengusulkan agar BRCA dihapus sepenuhnya dari CLARITY Act.
Amendemen lain juga disebut menargetkan front-end DeFi, aturan tokenisasi aset, hingga memperluas kewajiban kepatuhan BSA/AML bagi developer dan perusahaan aset digital.
DEF kemudian mengajak komunitas crypto untuk mengambil tindakan dengan menghubungi kantor para Senator guna menolak amendemen tersebut. Meski begitu, DEF mencatat bahwa tidak semua amendemen akan dibahas dalam sesi markup Kamis, sehingga komunitas masih memiliki peluang untuk menekan Senator agar menolak proposal yang dianggap merugikan industri.
Co-founder Roman Semenov turut mengkritik langkah para Senator tersebut. Ia mengatakan amendemen mendadak itu berpotensi menggagalkan tujuan utama dari CLARITY Act dan meminta komunitas crypto untuk ikut bergerak.
Selain itu, Justin Slaughter selaku VP Regulatory Affairs di Paradigm menyebut daftar amendemen “anti-DeFi” versi DEF sebagai poin penting yang perlu diperhatikan. Ia juga menyoroti amendemen lain terkait reward stablecoin, penggunaan aset digital untuk pembayaran pajak, pedoman crypto dari SEC, hingga kemampuan DeFi untuk tetap beroperasi.
Sebagai informasi, lebih dari 100 amendemen telah diajukan terhadap CLARITY Act menjelang voting markup, dengan sekitar 40 di antaranya berasal dari Senator Elizabeth Warren yang dikenal kritis terhadap industri crypto.
Jurnalis Eleanor Terrett juga melaporkan bahwa salah satu proposal ingin mencegah Federal Reserve memberikan master account kepada perusahaan crypto. Usulan tersebut langsung menuai kritik dari komunitas crypto dan penasihat crypto Gedung Putih, Patrick Witt.
0 Comments