Pergerakan Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Bertahan
Harga emas di Pegadaian bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (14/5/2026). Produk emas keluaran UBS dan Galeri24 terpantau masih bertahan di level yang sama seperti perdagangan sebelumnya, sementara emas Antam justru mengalami penurunan cukup tajam seiring pelemahan harga emas global dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi dunia.
Mengacu pada data resmi Pegadaian, harga emas UBS dibanderol Rp 2.887.000 per gram dan tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya. Begitu pula dengan emas Galeri24 yang tetap dijual di harga Rp 2.836.000 per gram.
Berbeda dengan dua produk tersebut, harga emas Antam turun Rp 21.000 per gram menjadi Rp 2.939.000 dari sebelumnya Rp 2.960.000 per gram. Penurunan ini membuat emas Antam kembali bergerak di bawah level psikologis Rp 3 juta per gram setelah sempat mendekati rekor tertinggi baru dalam beberapa pekan terakhir.
Penurunan harga emas Antam dinilai sejalan dengan koreksi harga emas dunia yang terjadi dalam dua hari terakhir. Pelaku pasar global mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga agresif dari bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed), setelah data inflasi terbaru AS menunjukkan tekanan harga masih tinggi.
Selain faktor suku bunga, ketegangan geopolitik global juga masih menjadi perhatian investor. Konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah, terutama perang Iran, memicu kekhawatiran baru terhadap kenaikan harga energi dan tekanan inflasi global. Kondisi ini membuat pergerakan harga emas menjadi lebih fluktuatif.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah melakukan kunjungan penting ke China untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping menjadi sorotan pasar karena dapat memengaruhi arah hubungan dagang dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Investor menilai hasil pertemuan kedua pemimpin negara itu dapat menentukan stabilitas perdagangan global dalam beberapa bulan ke depan. Jika hubungan dagang kembali memanas, emas berpotensi kembali diburu sebagai aset safe haven atau lindung nilai.
Sementara itu, India yang merupakan konsumen emas terbesar kedua di dunia juga mengambil kebijakan mengejutkan dengan menaikkan tarif impor emas dan perak dari 6% menjadi 15%. Kebijakan ini dilakukan pemerintah India untuk menekan impor logam mulia dan menjaga cadangan devisa negara.
Kenaikan tarif impor tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan permintaan emas fisik global dalam jangka panjang. Analis senior logam dari Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan pasar mulai mengkhawatirkan dampak kebijakan India terhadap konsumsi emas dunia.
“Inflasi masih bertahan tinggi sehingga ekspektasi suku bunga lebih tinggi dalam waktu lebih lama kembali menguat. Itu menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas dalam beberapa hari terakhir,” ujar Grant.
Meski demikian, sebagian analis masih melihat prospek emas tetap positif untuk jangka panjang. Ketidakpastian geopolitik, potensi perlambatan ekonomi global, dan pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara masih menjadi penopang utama harga logam mulia.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak bank sentral dunia, termasuk China dan negara-negara berkembang, terus meningkatkan cadangan emas mereka untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Tren tersebut membuat permintaan emas global tetap kuat meskipun terjadi koreksi harga dalam jangka pendek.
Selain itu, minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas juga terus meningkat. Produk emas digital, tabungan emas Pegadaian, hingga pembelian logam mulia secara cicilan semakin populer karena dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pegadaian sendiri menyediakan berbagai pilihan produk emas untuk masyarakat dengan ukuran yang beragam. Produk Galeri24 dijual mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Emas UBS tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan emas Antam di Pegadaian tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 100 gram.
Berikut rincian harga emas Pegadaian terbaru:
Harga Emas Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.488.000
- 1 gram: Rp 2.836.000
- 2 gram: Rp 5.603.000
- 5 gram: Rp 13.906.000
- 10 gram: Rp 27.736.000
- 25 gram: Rp 68.968.000
- 50 gram: Rp 137.826.000
- 100 gram: Rp 275.516.000
- 250 gram: Rp 687.099.000
- 500 gram: Rp 1.374.196.000
- 1.000 gram: Rp 2.748.391.000
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp 1.522.000
- 1 gram: Rp 2.939.000
- 2 gram: Rp 5.815.000
- 3 gram: Rp 8.697.000
- 5 gram: Rp 14.459.000
- 10 gram: Rp 28.861.000
- 25 gram: Rp 72.023.000
- 50 gram: Rp 143.964.000
- 100 gram: Rp 287.846.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp 1.561.000
- 1 gram: Rp 2.887.000
- 2 gram: Rp 5.729.000
- 5 gram: Rp 14.156.000
- 10 gram: Rp 28.163.000
- 25 gram: Rp 70.270.000
- 50 gram: Rp 140.251.000
- 100 gram: Rp 280.392.000
- 250 gram: Rp 700.775.000
- 500 gram: Rp 1.399.903.000
Di pasar global, harga emas spot tercatat turun 0,6% menjadi USD 4.686,99 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru naik tipis 0,2% ke level USD 4.694,70 per ounce.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak melemah. Harga perak spot turun 0,2% menjadi USD 86,70 per ounce setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dua bulan. Platinum turun 0,3% menjadi USD 2.120,20, sedangkan palladium melemah 0,4% menjadi USD 1.484,10 per ounce.
Para analis memperkirakan harga emas masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Pasar kini menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed, perkembangan konflik geopolitik global, serta hasil pembicaraan antara Amerika Serikat dan China yang dapat memengaruhi sentimen investor dunia.
0 Comments