Elon Musk Prediksi AI SpaceX Bisa Saingi GPT-6 dalam 2-3 Bulan
Elon Musk kembali membuat pernyataan ambisius mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI) di SpaceX. Pada 24 September 2026, Musk mengatakan SpaceX berpotensi memiliki model AI yang kemampuannya sebanding dengan Fable milik Anthropic atau GPT-6 dari OpenAI dalam waktu dua hingga tiga bulan.
Jika terealisasi, target tersebut akan menempatkan SpaceX dalam persaingan langsung dengan sejumlah perusahaan teknologi yang saat ini mengembangkan model AI generatif.
SpaceX Mulai Fokus Mengembangkan AI
Pengembangan AI di SpaceX bukan sekadar rencana. Perusahaan tersebut dilaporkan telah mengalihkan beberapa puluh insinyur dari proyek Starlink dan Starship untuk mengerjakan pengembangan AI.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa AI mulai mendapatkan perhatian lebih besar di internal SpaceX. Namun, pengalihan sumber daya juga dapat menimbulkan tantangan karena Starlink dan Starship memiliki proyek serta target pengembangan masing-masing.
Pengembangan AI SpaceX juga berkaitan dengan keluarga model Grok yang dikembangkan oleh xAI.
SpaceX Manfaatkan Teknologi Grok
Grok 4.5 yang diluncurkan pada Juni 2026 menjadi salah satu bagian dari perkembangan teknologi AI yang berkaitan dengan ekosistem Musk.
Model tersebut menggunakan basis dengan sekitar 1,5 triliun parameter dan setelah diluncurkan mulai memasuki tahap private beta di SpaceX dan Tesla.
Grok 4.5 juga disebut menggunakan data dari Cursor, sebuah perangkat berbasis AI yang ditujukan untuk membantu proses pemrograman.
SpaceX juga dikabarkan telah mengakuisisi startup tersebut dengan nilai transaksi yang dilaporkan berada di kisaran US$6 miliar hingga US$60 miliar dalam bentuk saham.
SpaceX Targetkan Rilis Model AI Setiap Bulan
Musk juga mengungkapkan rencana agresif SpaceX dalam mengembangkan model AI. Perusahaan menargetkan peluncuran model foundation baru setiap bulan hingga akhir 2026.
Strategi tersebut dapat membuat SpaceX bergerak dengan siklus pengembangan yang lebih cepat dibandingkan pendekatan yang hanya mengandalkan peluncuran model besar dalam interval yang lebih panjang.
Musk bahkan memperkirakan SpaceX dapat mengambil posisi terdepan dalam persaingan AI dalam waktu sekitar enam bulan apabila pertumbuhan perusahaan terus berlangsung sesuai ekspektasi.
Namun, target tersebut masih merupakan proyeksi Musk dan belum dapat dianggap sebagai hasil yang sudah tercapai.
Persaingan AI Semakin Ketat
Rencana SpaceX menunjukkan bahwa persaingan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan sebuah model. Kecepatan pengembangan dan frekuensi peluncuran model juga menjadi faktor penting.
Jika SpaceX benar-benar mampu merilis model baru setiap bulan, perusahaan dapat meningkatkan tekanan kompetitif terhadap pemain AI lainnya.
Di sisi lain, pengembangan AI membutuhkan sumber daya manusia dan komputasi dalam jumlah besar. Keputusan SpaceX mengalihkan insinyur dari Starlink dan Starship menunjukkan adanya konsekuensi sumber daya yang perlu diperhatikan.
Apa yang Perlu Dipantau?
Perkembangan AI SpaceX dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi hal penting untuk diperhatikan. Fokus utamanya bukan hanya apakah SpaceX dapat meluncurkan model baru, tetapi juga seberapa cepat kemampuan model tersebut berkembang.
Realisasi target dua hingga tiga bulan yang disampaikan Musk, jadwal peluncuran model setiap bulan, serta dampaknya terhadap proyek Starlink dan Starship akan menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana ambisi AI SpaceX dapat diwujudkan.
0 Comments