Bitcoin Memasuki Siklus Baru? Institusi dan Data On-Chain Jadi Sorotan

Bitcoin Memasuki Siklus Baru? Institusi dan Data On-Chain Jadi Sorotan

Bitcoin menunjukkan perubahan pola pasar seiring meningkatnya keterlibatan investor institusional dan membaiknya sejumlah indikator on-chain. Kondisi tersebut dinilai dapat menandai fase baru dalam siklus pasar Bitcoin.

Pendiri perusahaan analitik blockchain CryptoQuant, Ki Young Ju, menilai fase bullish Bitcoin saat ini masih memiliki ruang untuk berkembang. Ia memperkirakan harga Bitcoin berpotensi meningkat sekitar 3 hingga 5 kali lipat dalam siklus ini.

Namun, Ju memperkirakan volatilitas Bitcoin tidak akan sebesar siklus-siklus sebelumnya.

Kapitalisasi Bitcoin dan Investor Institusional Meningkat

Menurut Ju, pertumbuhan kapitalisasi pasar Bitcoin dan masuknya investor institusional secara bertahap mulai mengubah struktur pasar aset kripto tersebut.

Pada siklus sebelumnya, pergerakan Bitcoin banyak dipengaruhi investor ritel dan kondisi likuiditas yang terbatas. Situasi tersebut membuat Bitcoin mampu mencatat kenaikan sangat besar, tetapi juga mengalami koreksi tajam.

Dalam beberapa siklus sebelumnya, Bitcoin bahkan sempat mencatat kenaikan hingga sekitar 10 kali lipat sebelum mengalami penurunan hingga 80% dari titik tertingginya.

Ju menilai kondisi pasar saat ini berbeda karena keterlibatan institusi semakin besar. Perubahan tersebut, menurutnya, dapat membuat pergerakan harga Bitcoin menjadi lebih moderat dibandingkan siklus sebelumnya.

Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$86.885, naik 1,74% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar US$47,25 miliar, sementara kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar US$1,75 triliun.

Data On-Chain Menunjukkan Perubahan Siklus Bitcoin

Selain aktivitas investor institusional, sejumlah indikator on-chain juga menjadi perhatian.

Ju menyoroti rasio Market Value to Realized Value (MVRV) yang berada di atas 1. Indikator ini membandingkan nilai pasar Bitcoin dengan nilai realisasinya dan dapat digunakan untuk melihat posisi harga Bitcoin terhadap harga rata-rata yang dibayarkan pemegang aset.

Ketika MVRV berada di atas 1, nilai pasar Bitcoin berada di atas nilai terealisasinya.

CryptoQuant juga memantau realized capitalization, yaitu ukuran yang menggambarkan nilai Bitcoin berdasarkan harga ketika aset tersebut terakhir berpindah di jaringan. Kenaikan indikator ini menjadi salah satu sinyal yang menunjukkan meningkatnya ketahanan pasar.

Selain itu, tekanan jual dari investor awal dan pemegang Bitcoin dalam jumlah besar juga disebut mulai berkurang.

Menurut Ju, investor jangka panjang saat ini tidak melakukan distribusi dalam jumlah sebesar yang terlihat pada beberapa siklus sebelumnya. Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi tekanan jual ketika harga mengalami kenaikan.

ETF Bitcoin Mendorong Keterlibatan Institusi

Perkembangan Bitcoin ETF juga menjadi bagian penting dari perubahan struktur pasar.

Pada 23 September, analis Crypto Patel menyebut Bitcoin telah kembali berada di atas estimasi harga rata-rata pembelian pemegang ETF Bitcoin, yaitu sekitar US$81.722.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar investor ETF kembali berada dalam posisi keuntungan setelah sebelumnya mengalami tekanan selama beberapa bulan.

ETF Bitcoin spot memberikan investor institusional akses terhadap Bitcoin melalui instrumen yang diperdagangkan di pasar keuangan tradisional. Kehadiran produk tersebut turut memperluas akses investor terhadap aset digital.

Namun, meningkatnya partisipasi institusi tidak berarti Bitcoin terbebas dari risiko volatilitas. Perubahan permintaan, likuiditas, sentimen investor, serta kondisi pasar global tetap dapat memengaruhi harga Bitcoin dalam waktu singkat.

Bitcoin Berpotensi Memasuki Fase Pasar yang Berbeda

Gabungan antara meningkatnya keterlibatan institusional, berkurangnya tekanan jual dari pemegang jangka panjang, serta perubahan sejumlah indikator on-chain menunjukkan adanya perubahan dalam struktur pasar Bitcoin.

Perkiraan Ki Young Ju mengenai potensi kenaikan 3 hingga 5 kali lipat merupakan pandangan analis, bukan kepastian mengenai pergerakan harga Bitcoin.

Pergerakan Bitcoin tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk likuiditas global, sentimen pasar, arus dana ETF, serta posisi investor di pasar derivatif.

Dengan demikian, data on-chain dapat membantu memahami kondisi pasar dan perubahan perilaku investor, tetapi tidak dapat digunakan untuk memastikan arah harga Bitcoin secara mutlak.

Untuk saat ini, siklus Bitcoin terlihat semakin dipengaruhi oleh keterlibatan investor institusional dan perkembangan pasar keuangan yang lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan aktivitas investor ritel seperti pada siklus-siklus sebelumnya.