Ethereum Berpotensi Naik Tajam Jika Level Resistance Ini Tembus – Analis Sebut Breakout Hampir Pasti
Ethereum (ETH) di Titik Kritis: Bisa Breakout atau Koreksi Lagi?
Ethereum (ETH) saat ini sedang berada di fase penting di pasar kripto. Beberapa analis menilai jika ETH berhasil menembus resistance utama, maka peluang kenaikan besar (breakout) bisa terbuka. Namun, sebagian lainnya masih waspada karena pasar sedang volatil dan sinyal teknikal belum sepenuhnya kuat.
Pergerakan Harga ETH Saat Ini
Setelah sempat turun, Ethereum berhasil menjadikan level $2.250 sebagai support baru. Dalam beberapa minggu terakhir, ETH bergerak di rentang $2.250–$2.400, bahkan sempat menyentuh $2.465 pada 17 April (level tertinggi dalam 3 bulan).
Analis Michaël van de Poppe mengatakan bahwa struktur tren Ethereum masih tetap bullish meskipun harga gagal menembus resistance $2.400, yang merupakan level penting secara teknikal dan psikologis.
Menurutnya, beberapa kali penolakan di resistance justru bisa menjadi tanda bahwa breakout semakin dekat. Ia menilai peluang tembus ke atas itu “hanya soal waktu, bukan apakah akan terjadi atau tidak.”
Ia juga menyebut bahwa Ethereum kemungkinan akan mengikuti kenaikan Bitcoin, dengan target resistance berikutnya di sekitar $2.700 jika momentum bullish berlanjut.
Potensi Kenaikan Lebih Besar
Analis lain, Ali Martinez, melihat data MVRV yang menunjukkan Ethereum sedang berusaha merebut kembali Realized Price di $2.335 sebagai support.
Jika ETH berhasil mempertahankan level ini, itu dianggap sebagai sinyal kuat untuk kelanjutan tren naik. Secara historis, kondisi seperti ini bisa mendorong ETH menuju area harga lebih tinggi, bahkan hingga sekitar $5.600 dalam skenario jangka panjang.
Namun, target ini membutuhkan momentum bullish yang kuat dan berkelanjutan.
Risiko Koreksi Masih Mengintai
Di sisi lain, beberapa analis melihat tanda-tanda kelemahan jangka pendek.
ETH diketahui sempat breakdown dari pola teknikal (pennant) setelah kehilangan support di $2.320, yang mengindikasikan potensi perubahan tren jangka pendek menjadi bearish.
Jika Ethereum gagal kembali menembus area $2.400, maka risiko penurunan bisa meningkat.
Beberapa analis juga memperingatkan bahwa ETH bisa terdampak volatilitas menjelang dan setelah pertemuan FOMC. Secara historis, Ethereum sering mengalami penurunan setelah event tersebut, dengan koreksi antara 17% hingga 42%.
Baru-baru ini, ETH sempat turun ke $2.220 (terendah dalam dua minggu) sebelum sedikit rebound.
Jika tekanan jual berlanjut, ada kemungkinan ETH kembali turun ke $2.200, bahkan menguji level psikologis $2.000.
0 Comments