Hanya Butuh 2.065 XRP untuk Masuk 10% Dompet Terbesar di XRP Ledger, Ini Faktanya
Data distribusi akun XRP Ledger menunjukkan bahwa kepemilikan sebanyak 2.065 XRP sudah cukup untuk menempatkan sebuah dompet dalam kelompok 10% akun dengan saldo terbesar. Namun, angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa pasokan XRP semakin langka atau jumlah investor besar terus meningkat.
Informasi yang dikutip dari pembawa acara Bullrunners, Ryan Huggins, merujuk pada data per 25 Oktober 2026. Pada tanggal tersebut, kepemilikan 2.065 XRP bernilai sekitar US$2.660.
Data ini menggambarkan distribusi saldo berdasarkan alamat akun di XRP Ledger, bukan jumlah investor individu. Sebab, satu orang dapat memiliki beberapa dompet, sementara satu alamat milik bursa kripto bisa menyimpan aset milik ribuan pelanggan.
Mayoritas Akun XRP Ledger Memiliki Saldo Kecil
Berdasarkan snapshot yang dibahas Huggins, terdapat 8.269.831 akun XRP Ledger yang memiliki saldo atau telah didanai. Dari jumlah tersebut, sekitar 74% akun menyimpan kurang dari 100 XRP, sedangkan sekitar 82% memiliki saldo di bawah 500 XRP.
Besarnya proporsi akun dengan saldo kecil membuat ambang batas untuk masuk ke kelompok pemilik saldo terbesar relatif rendah. Dengan demikian, kepemilikan 2.065 XRP dapat menempatkan sebuah alamat dalam 10% teratas berdasarkan saldo akun.
Meski demikian, posisi tersebut tidak berarti pemilik dompet otomatis termasuk 10% investor XRP terbesar. Peringkat berdasarkan alamat tidak selalu mencerminkan kepemilikan individu yang sebenarnya.
Penurunan Reserve XRP Ledger Membuat Pembuatan Akun Lebih Mudah
Salah satu faktor yang memengaruhi distribusi akun adalah perubahan persyaratan minimum reserve XRP Ledger pada Desember 2024.
Pada saat itu, reserve minimum untuk akun baru diturunkan dari 10 XRP menjadi 1 XRP. Perubahan tersebut mengurangi jumlah XRP yang perlu disiapkan untuk membuka dan mempertahankan akun, sehingga akun dengan saldo kecil menjadi lebih mudah dibuat.
Bertambahnya jumlah akun kecil dapat memengaruhi posisi persentil dalam distribusi saldo. Artinya, ambang batas untuk masuk ke kelompok akun dengan saldo terbesar bisa berubah tanpa harus terjadi penjualan XRP oleh pemilik dompet besar.
Data yang dikutip Huggins memperlihatkan bahwa ambang batas untuk masuk 10% teratas turun dari 2.143 XRP pada 11 Agustus 2026 menjadi 2.065 XRP pada 25 Oktober 2026.
Sementara itu, ambang batas untuk masuk 1% akun dengan saldo terbesar juga menurun dari 44.771 XRP menjadi sekitar 43.451 XRP dalam periode yang sama.
Peringkat Dompet Tidak Sama dengan Jumlah Investor XRP
Huggins mengingatkan bahwa data blockchain perlu dibaca secara hati-hati. XRP Ledger mencatat alamat akun, bukan identitas setiap pemilik aset.
Satu investor dapat mengoperasikan beberapa alamat sekaligus. Sebaliknya, alamat kustodian milik bursa kripto atau lembaga investasi dapat menampung aset dari banyak nasabah dalam satu dompet.
Kondisi tersebut membuat distribusi saldo berdasarkan alamat tidak selalu menggambarkan tingkat konsentrasi kepemilikan XRP yang sesungguhnya.
Selain itu, akun yang sudah tidak aktif atau ditinggalkan pemiliknya juga dapat memengaruhi gambaran keseluruhan distribusi saldo. Karena itu, jumlah akun yang tercatat tidak otomatis menunjukkan jumlah pengguna aktif di jaringan.
Huggins menggambarkan kondisi ini dengan menekankan bahwa ledger hanya menghitung alamat atau wadah penyimpanan aset. Data tersebut tidak selalu dapat mengungkap berapa banyak individu yang berada di balik setiap alamat.
Apakah Kepemilikan 2.065 XRP Menunjukkan XRP Semakin Langka?
Ambang batas 2.065 XRP untuk masuk 10% akun teratas tidak dapat dijadikan bukti langsung bahwa XRP semakin langka. Angka tersebut hanya menunjukkan posisi relatif suatu alamat berdasarkan distribusi saldo pada waktu tertentu.
Penurunan ambang batas juga tidak otomatis berarti pemegang besar sedang menjual asetnya. Perubahan jumlah akun baru, pertumbuhan dompet bersaldo kecil, dan penggunaan alamat kustodian dapat memengaruhi hasil perhitungan.
Untuk memahami kondisi pasar XRP secara lebih menyeluruh, investor perlu mempertimbangkan faktor lain, termasuk distribusi kepemilikan, saldo yang disimpan di bursa, likuiditas pasar, aktivitas jaringan, dan dinamika pasokan yang beredar.
Dengan demikian, data XRP Ledger tetap berguna untuk memahami persebaran saldo akun, tetapi tidak cukup untuk menjadi satu-satunya dasar dalam menilai kelangkaan XRP, tingkat adopsi, atau prospek harga aset kripto tersebut.
0 Comments