HTX Sepakat Hentikan Promosi Kripto di Inggris hingga 2031 Usai Tindakan FCA
Bursa kripto HTX, yang sebelumnya dikenal sebagai Huobi, berkomitmen untuk tidak lagi secara aktif memasarkan layanan aset kripto kepada masyarakat Inggris. Komitmen tersebut disampaikan kepada Pengadilan Tinggi Inggris setelah perusahaan menghadapi tindakan penegakan hukum dari Financial Conduct Authority (FCA).
FCA mengumumkan pada Kamis bahwa Huobi Global S.A., entitas utama di balik platform HTX, telah memberikan komitmen resmi sebagai bagian dari penyelesaian kasus dengan regulator. Kesepakatan tersebut berlaku hingga 21 Oktober 2031.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya regulator Inggris untuk menertibkan promosi layanan aset kripto yang dinilai melanggar ketentuan keuangan di negara tersebut.
HTX Batasi Layanan untuk Pengguna Inggris
Dalam pernyataan yang diterbitkan pada 16 Oktober 2026, HTX menegaskan bahwa platformnya tidak menyediakan layanan bagi penduduk Inggris.
Seluruh akun pengguna Inggris yang masih terdaftar tetap berada dalam pembatasan berdasarkan kebijakan UK Exit Arrangements. Dengan kebijakan tersebut, pengguna tidak dapat melakukan deposit, perdagangan, maupun transaksi lainnya di platform HTX.
Meski demikian, pengguna yang masih memiliki aset di HTX dapat mengajukan permohonan penarikan dana satu kali melalui jendela waktu selama 48 jam.
Permohonan tersebut harus disampaikan melalui layanan pelanggan HTX dan tetap memerlukan persetujuan. Pengguna juga wajib memenuhi ketentuan verifikasi identitas, pemeriksaan sanksi, pencegahan pencucian uang, serta prosedur pencegahan penipuan.
Penyelesaian Kasus Tidak Berarti HTX Mengakui Kesalahan
Kesepakatan antara HTX dan FCA tertanggal 16 Oktober 2026. Pada 27 Oktober, Pengadilan Tinggi mengeluarkan perintah yang menangguhkan proses hukum sesuai dengan ketentuan penyelesaian tersebut.
Namun, penyelesaian ini tidak disertai putusan mengenai tuduhan awal FCA terhadap HTX. Regulator juga menegaskan bahwa tidak ada pengakuan tanggung jawab maupun pelanggaran hukum dari Huobi Global atau pihak terkait lainnya.
Selain itu, tidak ada perintah pembayaran biaya hukum dalam penyelesaian tersebut. Rincian lengkap kesepakatan antara kedua pihak juga tidak dipublikasikan.
FCA Mulai Tindak HTX Sejak 2025
Kasus ini bermula pada 21 Oktober 2025 ketika FCA memulai proses hukum terhadap HTX. Regulator menuduh perusahaan tersebut melanggar aturan promosi keuangan Inggris karena mengiklankan layanan aset digital secara tidak sah kepada konsumen di negara tersebut.
Kasus tersebut kemudian diumumkan kepada publik pada 10 Februari 2026.
Steve Smart, yang saat itu menjabat sebagai salah satu direktur eksekutif FCA untuk bidang penegakan hukum dan pengawasan pasar, menyebut tindakan tersebut sebagai langkah pertama regulator dalam menindak perusahaan kripto atas dugaan promosi keuangan ilegal di Inggris.
Sejak saat itu, HTX tidak lagi menjalankan operasional untuk pengguna Inggris. Pendaftaran akun baru dari penduduk Inggris juga dilarang, sementara perusahaan berkomitmen tidak mencari atau menarik pelanggan dari negara tersebut.
HTX Juga Menghadapi Pembatasan Sanksi Internasional
Selain menghadapi tindakan regulator Inggris, Huobi Global S.A. juga masuk dalam daftar sanksi Pemerintah Inggris pada 26 Mei 2026 melalui rezim sanksi terkait Rusia.
Pembatasan tersebut kemudian diperluas setelah Uni Eropa memasukkan HTX ke dalam paket sanksi Rusia ke-21. Ketentuan tersebut melarang transaksi dengan platform HTX mulai 23 Agustus 2026.
Pada 20 Oktober 2026, regulator Astana International Financial Centre (AIFC) Kazakhstan juga mengumumkan rencana mengirimkan perintah pengadilan kepada Apple dan Google terkait enam platform kripto, termasuk Coinbase dan HTX.
Langkah tersebut bertujuan membatasi akses terhadap layanan platform terkait melalui ekosistem aplikasi kedua perusahaan teknologi tersebut di Kazakhstan.
Regulasi Kripto Inggris Akan Diperluas pada 2027
FCA menjelaskan bahwa regulasi aset kripto di Inggris saat ini masih memiliki cakupan terbatas. Ketentuan yang berlaku terutama berkaitan dengan pencegahan pencucian uang dan promosi keuangan.
Sebagian besar aset kripto belum berada di bawah pengawasan khusus yang lebih luas. Namun, pemerintah Inggris diperkirakan mulai menerapkan kerangka pengawasan yang lebih komprehensif pada Oktober 2027.
Perkembangan kasus HTX menunjukkan semakin ketatnya pengawasan terhadap perusahaan kripto yang menawarkan layanan kepada konsumen internasional.
Komitmen HTX untuk menghentikan promosi di Inggris hingga 2031 juga menjadi pengingat bahwa perusahaan aset digital harus memperhatikan ketentuan hukum di setiap negara tempat mereka ingin menjangkau pengguna.
0 Comments