Stablecoin Kuasai 82,5% Volume Transaksi WalletConnect, Tembus US$171 Miliar pada Semester I 2026
Stablecoin semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu instrumen utama dalam ekosistem pembayaran kripto. Hal ini terlihat dari data WalletConnect yang mencatat volume transaksi stablecoin mencapai US$171,35 miliar sepanjang semester I 2026 atau setara dengan 82,5% dari total volume jaringan.
Angka tersebut menunjukkan meningkatnya penggunaan stablecoin dalam aktivitas transaksi blockchain. Dari total volume jaringan WalletConnect sebesar US$207,82 miliar selama enam bulan pertama 2026, sebagian besar aktivitas didominasi oleh aset kripto yang nilainya dipatok terhadap mata uang fiat, terutama dolar AS.
WalletConnect merupakan jaringan konektivitas yang menghubungkan dompet kripto dengan berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps) di sejumlah blockchain. Dengan jangkauan tersebut, data WalletConnect dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan aktivitas pengguna dalam ekosistem kripto.
Volume Transaksi Stablecoin Terus Meningkat
Berdasarkan laporan WalletConnect untuk semester pertama 2026, kontribusi stablecoin terhadap total volume transaksi menunjukkan tren peningkatan.
Pada Januari 2026, stablecoin menyumbang sekitar 74% dari keseluruhan volume jaringan. Persentase tersebut terus meningkat hingga mencapai puncaknya sebesar 88% pada Mei 2026.
Selama periode tersebut, WalletConnect juga mencatat sekitar 19,08 juta transaksi on-chain.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa stablecoin semakin banyak digunakan untuk aktivitas transfer dan transaksi digital, tidak hanya sebagai instrumen perdagangan di pasar kripto.
Beberapa aset yang mendominasi aktivitas tersebut antara lain USD Coin (USDC), Tether (USDT), dan USDG. Selain itu, Ethereum (ETH) dan Wrapped Ether (WETH) juga tercatat dalam aktivitas jaringan.
Ethereum Mendominasi Transaksi Stablecoin
Dari sisi jaringan blockchain, Ethereum menjadi kontributor terbesar dalam aktivitas stablecoin di WalletConnect.
Ethereum mencatat volume transaksi stablecoin sekitar US$159,8 miliar atau setara dengan 93% dari total volume stablecoin jaringan tersebut.
Sementara itu, Arbitrum, Solana, dan BNB Chain berada di posisi berikutnya dengan kontribusi yang lebih kecil.
Dominasi Ethereum menunjukkan bahwa jaringan tersebut masih memiliki peran penting dalam aktivitas penyelesaian transaksi stablecoin. Meski demikian, blockchain lain juga mulai mengambil bagian dalam perkembangan ekosistem pembayaran berbasis aset digital.
WalletConnect turut memperluas dukungan terhadap jaringan TRON dan Stellar. Kedua blockchain tersebut dikenal memiliki aktivitas transaksi stablecoin yang cukup kuat.
WalletConnect Perluas Infrastruktur Pembayaran Kripto
Pertumbuhan transaksi stablecoin juga berlanjut pada kuartal III 2026. WalletConnect mencatat volume jaringan sekitar US$100 miliar selama periode tersebut.
Sebagai perbandingan, total volume transaksi WalletConnect sepanjang 2025 telah melampaui US$400 miliar. Rata-rata volume harian pada tahun tersebut mencapai sekitar US$1,25 miliar.
Selain mengembangkan konektivitas antardompet dan aplikasi kripto, WalletConnect mulai memperluas fokus bisnis ke sektor pembayaran sehari-hari.
Perusahaan menjalin kerja sama dengan Ingenico dan Ezeebit untuk mengembangkan perangkat serta layanan pembayaran bagi merchant. Langkah ini bertujuan membawa pembayaran berbasis kripto, khususnya stablecoin, ke lingkungan perdagangan ritel.
CEO WalletConnect, Jess Houlgrave, juga menyoroti peningkatan adopsi jaringan dari kalangan investor institusi maupun pengguna ritel.
Saat ini, WalletConnect mendukung lebih dari 900 juta pengguna melalui lebih dari 700 dompet kripto dan 80.000 aplikasi di berbagai jaringan blockchain utama.
Stablecoin Berpotensi Menjadi Infrastruktur Pembayaran Digital
Dominasi stablecoin yang mencapai 82,5% dari total volume WalletConnect memperlihatkan perubahan penggunaan aset kripto.
Jika sebelumnya aktivitas kripto banyak dikaitkan dengan perdagangan dan spekulasi harga, kini stablecoin semakin berperan dalam transfer nilai dan pembayaran digital.
Kondisi tersebut juga memperlihatkan pentingnya Ethereum dalam proses penyelesaian transaksi stablecoin. Dengan kontribusi mencapai 93% dari total volume stablecoin WalletConnect, Ethereum masih menjadi jaringan dominan dalam aktivitas tersebut.
Namun, tingginya konsentrasi transaksi pada satu blockchain juga menghadirkan tantangan. Perkembangan regulasi terkait penerbit stablecoin, pengelolaan cadangan aset, dan perlindungan pengguna berpotensi memberikan dampak langsung terhadap industri ini.
Kerja sama WalletConnect dengan Ingenico dan Ezeebit menjadi salah satu indikasi bahwa perusahaan mulai membidik penggunaan stablecoin di luar komunitas kripto.
Jika pengembangan tersebut berhasil, stablecoin berpotensi semakin banyak digunakan untuk transaksi perdagangan sehari-hari, termasuk pembayaran di toko dan layanan ritel.
Dengan volume transaksi yang terus berkembang, stablecoin semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu fondasi penting dalam pembangunan infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.
0 Comments