Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Bahlil Jelaskan Nasib BBM Nonsubsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah ramainya informasi mengenai potensi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial.
Bahlil meminta masyarakat tidak langsung mempercayai kabar mengenai kenaikan harga BBM yang belum memiliki dasar resmi. Menurutnya, terdapat perbedaan mekanisme antara BBM subsidi dan BBM nonsubsidi.
Untuk BBM subsidi, pemerintah telah memastikan harganya tetap hingga 31 Desember 2026. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia melalui indikator Indonesian Crude Price (ICP).
Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti ICP
Bahlil menjelaskan, harga BBM nonsubsidi memang dapat mengalami perubahan karena mengikuti kondisi pasar minyak global.
Jika harga ICP meningkat, harga BBM nonsubsidi berpotensi ikut naik. Sebaliknya, apabila harga ICP mengalami penurunan, harga BBM nonsubsidi dapat dikoreksi.
“Coba cek dulu. Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” ujar Bahlil di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026).
Dengan demikian, kabar mengenai harga BBM nonsubsidi perlu dilihat berdasarkan perkembangan harga minyak dan kebijakan penyesuaian harga, bukan hanya informasi yang beredar di media sosial.
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik
Berbeda dengan BBM nonsubsidi, Bahlil kembali menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Menurut Bahlil, keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah sebelumnya juga telah menyampaikan komitmen untuk mempertahankan harga BBM subsidi hingga 31 Desember 2026.
“Harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Sudah, itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo,” tegas Bahlil.
Kebijakan tersebut tetap berlaku meskipun harga minyak dunia mengalami fluktuasi. Pemerintah sebelumnya menyatakan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak dinaikkan hingga akhir 2026.
Stok BBM Nasional Diklaim Aman
Selain memastikan harga BBM subsidi, pemerintah juga menyatakan pasokan BBM nasional berada dalam kondisi aman.
Bahlil menyebut ketersediaan BBM berada di atas batas standar kecukupan, yakni sekitar 18 hingga 21 hari operasional.
Kondisi stok tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pemerintah untuk menjaga ketersediaan energi di tengah perubahan harga minyak dunia.
Bahlil Imbau Masyarakat Mampu Tidak Gunakan BBM Subsidi
Bahlil juga kembali mengingatkan masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas agar tidak menggunakan BBM subsidi.
Menurutnya, BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat yang sebenarnya mampu dinilai dapat mengurangi porsi yang seharusnya diterima kelompok yang berhak.
“Saya mengimbau terus ini. Yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, ya janganlah pakai BBM subsidi,” kata Bahlil.
Soroti Penyalahgunaan BBM Subsidi
Bahlil juga menyoroti praktik penyalahgunaan BBM subsidi di sejumlah daerah. Salah satu yang disorot adalah penggunaan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi agar dapat menampung BBM subsidi dalam jumlah besar.
Kasus seperti ini disebut dapat membuat penyaluran BBM subsidi tidak tepat sasaran. Pemerintah pun terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM untuk mencegah penyalahgunaan.
Bahlil mencontohkan temuan di Makassar, Sulawesi Selatan, terkait kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi untuk mengambil BBM subsidi dalam jumlah besar dan kemudian menjualnya kembali. (Suara Merdeka Jakarta)
Pemerintah berharap pengawasan distribusi BBM dapat memastikan subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran.
Kesimpulan
Dengan kebijakan yang berlaku saat ini, harga BBM subsidi dipastikan tidak naik hingga akhir 2026. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi tetap memiliki mekanisme berbeda karena mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan indikator ICP.
Masyarakat juga diminta lebih cermat menyikapi informasi mengenai harga BBM yang beredar di media sosial. Perubahan harga BBM nonsubsidi tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kabar di media sosial, tetapi bergantung pada perkembangan harga minyak dan kebijakan penyesuaian yang berlaku.
0 Comments