Harga Ethereum (ETH) Tembus $2.700, Investor Kembali Masuk di Tengah Volatilitas Pasar

Harga Ethereum (ETH) Tembus $2.700, Investor Kembali Masuk di Tengah Volatilitas Pasar

Ethereum (ETH) kembali menguat dan menembus level $2.700 pada Selasa. Kenaikan ini terjadi setelah harga ETH sebelumnya tertekan akibat ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat (AS) dan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pemulihan Ethereum mulai terlihat ketika pembeli masuk di dekat level realized price atau harga realisasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya minat beli baru terhadap aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar.

Harga Ethereum Pulih dari Level di Bawah $2.400

Pada pekan sebelumnya, harga Ethereum sempat turun di bawah $2.400 setelah Clarity Act gagal melanjutkan proses di Senat AS.

Tekanan terhadap pasar kripto semakin besar setelah The Fed menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut membuat aset berisiko, termasuk cryptocurrency, mengalami tekanan.

Harga ETH kemudian bergerak mendekati realized price yang berada di sekitar $2.310. Meski Ethereum tidak sampai menyentuh level tersebut, kedekatannya dengan harga realisasi tampaknya menarik minat pembeli.

Realized price menggambarkan rata-rata harga perolehan aset berdasarkan aktivitas on-chain. Indikator ini kerap digunakan untuk melihat sentimen pemegang aset sekaligus mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi support.

Setelah mengalami penurunan, Ethereum dengan cepat kembali naik melewati $2.700.

Pergerakan tersebut menunjukkan sebagian trader memanfaatkan penurunan harga sebagai peluang untuk membeli. Namun, keberlanjutan kenaikan masih bergantung pada kemampuan ETH mempertahankan level support dan mendapatkan permintaan baru.

ETF Ethereum Kembali Catat Arus Dana Masuk

Minat terhadap Ethereum juga terlihat dari produk spot Ether ETF di Amerika Serikat.

Data menunjukkan ETF Ethereum mencatat net inflow sebesar US$143,8 juta pada Jumat dan US$147 juta pada Senin. Arus dana masuk tersebut mengakhiri periode sebelumnya yang diwarnai arus keluar.

Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap produk investasi Ethereum yang teregulasi, meskipun pasar kripto masih menghadapi volatilitas.

Namun, indikator on-chain memberikan gambaran yang lebih beragam.

Data dari perusahaan analitik blockchain CryptoQuant menunjukkan adanya peningkatan jumlah ETH yang ditransfer ke bursa kripto terpusat. Jumlah ETH yang masuk ke bursa tercatat lebih tinggi dibandingkan aset yang ditarik keluar.

Transfer Ethereum ke bursa sering kali dilakukan ketika investor ingin melakukan perdagangan atau menjual aset. Karena itu, peningkatan deposit ETH dapat menjadi indikasi adanya potensi tekanan jual dalam jangka pendek.

Aktivitas Futures Ethereum Berikan Sinyal Beragam

Pasar derivatif Ethereum juga menunjukkan sinyal yang belum sepenuhnya seragam.

Ethereum Taker Buy Sell Ratio, yang mengukur aktivitas pembelian dan penjualan agresif, sempat meningkat pada akhir pekan. Rata-rata pergerakan tujuh harinya juga berubah menjadi positif.

Namun, pada Senin, aktivitas penjual kembali meningkat.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa meskipun momentum pembelian sempat menguat, sebagian trader mulai mengambil sikap lebih hati-hati setelah harga Ethereum mengalami kenaikan tajam.

Likuidasi Short Perkuat Kenaikan Harga ETH

Kenaikan Ethereum juga diikuti lonjakan likuidasi pada pasar derivatif.

Berdasarkan data CoinGlass, posisi futures Ethereum senilai US$181,02 juta mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, sekitar US$143,20 juta merupakan posisi short.

Likuidasi posisi short dapat mempercepat kenaikan harga karena trader yang mengalami kerugian dipaksa membeli kembali aset untuk menutup posisinya.

Meski demikian, fenomena tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa tren kenaikan akan bertahan lama. Setelah tekanan likuidasi berkurang, arah harga akan kembali bergantung pada permintaan pasar.

Analisis Teknikal Ethereum

Dari sisi teknikal, Ethereum masih menunjukkan struktur yang relatif positif. Harga ETH berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 20, 50, 100, dan 200 hari.

EMA 20 hari berada di sekitar $2.537 dan menjadi salah satu level support jangka pendek yang diperhatikan pasar.

Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) Ethereum berada di level 67. Angka tersebut menunjukkan momentum pembelian masih kuat, meskipun indikator mulai mendekati area yang biasanya diperhatikan trader ketika harga bergerak terlalu tinggi dalam jangka pendek.

Level Resistance Ethereum

Trader kini memperhatikan area $2.786 sebagai resistance penting.

Jika Ethereum mampu menembus dan mempertahankan harga di atas level tersebut, area $2.894 menjadi level berikutnya yang dapat diperhatikan. Sementara itu, level $3.177 menjadi area yang lebih tinggi jika momentum bullish berlanjut.

Level Support Ethereum

Di sisi lain, beberapa level yang menjadi perhatian apabila Ethereum kembali mengalami tekanan antara lain:

  • $2.626
  • $2.544
  • EMA 20 hari sekitar $2.537
  • EMA 50 hari sekitar $2.356
  • $2.172 sebagai area support sebelumnya

Dengan demikian, pergerakan Ethereum masih dipengaruhi oleh kombinasi arus dana ETF, aktivitas investor di bursa, pasar derivatif, serta kondisi makroekonomi AS.