Harga Emas Antam Hari Ini Senin 28 September 2026 Turun Rp16.000, Cek Rinciannya
Harga emas Antam hari ini, Senin (28/9/2026), mengalami penurunan. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp16.000 menjadi Rp2.597.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.613.000 per gram.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, penurunan juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Harga beli kembali emas turun Rp16.000 menjadi Rp2.422.000 per gram.
Harga buyback merupakan harga yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan kepada Antam. Sementara itu, harga emas yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga jual Antam kepada konsumen.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar harga emas Antam pada Senin, 28 September 2026:
|
Berat |
Harga |
|
0,5 gram |
Rp1.348.500 |
|
1 gram |
Rp2.597.000 |
|
2 gram |
Rp5.144.000 |
|
3 gram |
Rp7.698.000 |
|
5 gram |
Rp12.800.000 |
|
10 gram |
Rp25.520.000 |
|
25 gram |
Rp63.635.000 |
|
50 gram |
Rp127.105.000 |
|
100 gram |
Rp254.060.000 |
|
250 gram |
Rp634.840.000 (pre-order) |
|
500 gram |
Rp1.269.400.000 (pre-order) |
|
1.000 gram |
Rp2.537.600.000 (pre-order) |
Harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas dunia dan kondisi pasar.
Harga Emas Antam Pernah Cetak Rekor Tertinggi
Sebagai perbandingan, harga emas Antam sebelumnya sempat mencatat harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada Kamis (29/1/2026).
Saat itu, harga emas Antam mencapai Rp3.168.000 per gram, sedangkan harga buyback berada di level Rp2.989.000 per gram.
Dengan harga saat ini Rp2.597.000 per gram, posisi emas Antam masih berada di bawah rekor tersebut.
Prediksi Harga Emas Pekan Ini
Di pasar global, pelaku pasar masih memiliki pandangan yang beragam terhadap pergerakan harga emas pada pekan ini.
Survei mingguan Kitco yang dikutip pada Senin (27/9/2026) melibatkan 14 analis. Hasil survei menunjukkan pandangan analis terbagi antara ekspektasi kenaikan, penurunan, dan pergerakan mendatar.
Sebanyak lima analis atau 36% memperkirakan harga emas akan naik. Sementara itu, 29% memperkirakan harga emas turun. Lima analis lainnya atau sekitar 36% memperkirakan harga emas bergerak mendatar tetapi tetap mengalami fluktuasi.
Pandangan investor ritel cenderung lebih optimistis. Dari 152 suara dalam jajak pendapat daring Kitco, sebanyak 57% atau 86 investor memperkirakan harga emas naik.
Sebanyak 23% atau 35 investor memperkirakan harga emas turun, sedangkan 20% atau 31 investor memperkirakan harga emas bergerak mendatar.
Harga Emas Perlu Tembus US$4.400
Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, memperkirakan harga emas berpotensi menguat pada pekan ini. Menurut dia, perhatian pasar akan tertuju pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.
Salah satunya adalah data Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus, yang menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan Federal Reserve (The Fed).
Chandler menilai harga emas perlu menembus level US$4.400 agar kenaikan tersebut dapat dianggap sebagai pergerakan yang signifikan.
Sementara itu, Analis Senior Barchart.com Darin Newsom juga melihat peluang kenaikan harga emas. Secara teknikal, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember disebut berada dalam kondisi oversold atau jenuh jual pada grafik harian jangka pendek.
Namun, kondisi oversold tidak secara otomatis berarti harga akan langsung naik. Pasar dapat bertahan dalam kondisi jenuh jual dalam waktu tertentu.
Dari sisi fundamental, Newsom menyoroti kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat di tengah tekanan inflasi. Di sisi lain, bank sentral di berbagai negara masih melakukan pembelian emas.
Dengan pergerakan harga yang dinamis, masyarakat yang hendak membeli atau menjual emas sebaiknya memeriksa harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
0 Comments