Harga Minyak Dunia Turun ke US$102 per Barel, Pasar Cermati Pipa Arab Saudi
Harga minyak dunia turun pada perdagangan Rabu (16/9/2026) setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) berupaya meredakan kekhawatiran pasar terkait gangguan pipa minyak Arab Saudi.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,2% dan ditutup di level US$102,43 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent melemah 2,7% menjadi US$105,83 per barel.
Meski mengalami penurunan, harga minyak masih mencatat kenaikan lebih dari 16% sepanjang September. Lonjakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik di kawasan Teluk Persia yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
AS Sebut Gangguan Pipa Arab Saudi Bersifat Sementara
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan gangguan pada pipa minyak Arab Saudi diperkirakan tidak berlangsung lama.
“Ini adalah gangguan singkat dan sementara,” kata Wright, dikutip dari CNBC, Kamis (17/9/2026).
Menurut Wright, operasional pipa tersebut diperkirakan dapat kembali berjalan dalam hitungan hari.
Namun, sejumlah analis independen memiliki perkiraan berbeda. Mereka menilai pemulihan bisa membutuhkan waktu beberapa pekan.
Perkiraan tersebut mengacu pada citra satelit yang menunjukkan adanya kerusakan cukup parah pada salah satu stasiun pompa.
Arab Saudi Tingkatkan Ekspor Minyak Lewat Selat Hormuz
Selama pipa belum kembali beroperasi, Arab Saudi disebut mengambil langkah untuk meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer AS.
Direktur Riset Komoditas Kpler Matt Smith mengatakan empat kapal tanker super terlihat melakukan pemuatan minyak di pelabuhan Ras Tanura dan Juaymah, Arab Saudi, pada Selasa.
Keempat kapal tersebut memiliki kapasitas gabungan sekitar 8 juta barel minyak.
“Mereka kemungkinan akan menjadi bagian dari upaya pengangkutan melalui rute Oman melewati Selat Hormuz,” ujar Smith.
Pipa minyak tersebut ditutup Arab Saudi pada akhir pekan lalu setelah mengalami kerusakan akibat serangan pesawat nirawak yang diluncurkan dari Irak.
Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan informasi mengenai tingkat kerusakan maupun waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki pipa tersebut.
Pipa Arab Saudi Berperan Penting dalam Distribusi Minyak
Pipa tersebut selama ini memungkinkan Arab Saudi mengalihkan sebagian ekspor minyak menuju Laut Merah.
Jalur alternatif ini menjadi penting di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia dan gangguan terhadap aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz.
Sebelum konflik meningkat, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama bagi ekspor minyak dari negara-negara Teluk ke pasar global.
Gangguan terhadap jalur tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak dan berdampak pada pergerakan harga minyak dunia.
Pengiriman Kapal Tanker Masih Menghadapi Risiko
Militer AS disebut telah membuka jalur di sepanjang pesisir Oman untuk membantu negara-negara Teluk meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Namun, volume pengiriman minyak masih berada di bawah tingkat sebelum konflik.
Risiko perjalanan kapal tanker juga belum sepenuhnya hilang meski mendapatkan perlindungan militer AS. Iran masih melakukan serangan terhadap kapal tanker yang melintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan insiden dari United Kingdom Maritime Trade Operations Centre, sedikitnya dua kapal dilaporkan diserang di Selat Hormuz sejak Sabtu.
Konflik Teluk Persia Jadi Perhatian Pasar Minyak
Perkembangan konflik di kawasan Teluk Persia masih menjadi perhatian utama pasar minyak global.
Pemulihan pipa minyak Arab Saudi menjadi salah satu faktor penting yang dipantau pelaku pasar karena jalur tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz.
Di sisi lain, eskalasi konflik, gangguan jalur ekspor, dan serangan terhadap kapal tanker masih menjadi risiko terhadap kelancaran pasokan energi global.
Dengan kondisi tersebut, meski harga minyak dunia turun pada perdagangan Rabu, pasar masih menghadapi ketidakpastian terkait pasokan minyak dalam beberapa pekan mendatang.
Keyword utama: harga minyak dunia, harga minyak, harga minyak Brent, harga minyak WTI, minyak Arab Saudi, Selat Hormuz.
Meta description: Harga minyak dunia turun pada perdagangan Rabu setelah AS menyebut pipa minyak Arab Saudi akan kembali beroperasi dalam beberapa hari. Pasar masih mencermati risiko pasokan.
0 Comments