Harga Pangan Hari Ini 3 Juli 2026: Cabai Rawit Tembus Rp70 Ribu per Kg

Harga Pangan Hari Ini 3 Juli 2026: Cabai Rawit Tembus Rp70 Ribu per Kg

Harga Pangan di Pasar Kebayoran Lama Turun, Cabai Rawit Kini Rp70 Ribu per Kg, Telur dan Ayam Ikut Melandai

Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tercatat mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Beberapa bahan pokok seperti cabai rawit merah, bawang merah, telur ayam, hingga daging ayam kini dijual lebih murah dibandingkan pekan sebelumnya.

Penurunan harga ini disambut positif oleh pedagang maupun konsumen, meski sebagian pedagang menilai fluktuasi harga masih sangat bergantung pada faktor produksi di tingkat petani dan distribusi pasokan dari daerah sentra.

Salah satu penurunan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah. Komoditas yang sebelumnya dijual hingga Rp100 ribu per kilogram (kg), kini turun menjadi sekitar Rp70 ribu per kg di sejumlah lapak Pasar Kebayoran Lama.

Pedagang sayur di Pasar Kebayoran Lama, Rusmini (65), mengatakan perubahan harga sayuran sangat dipengaruhi oleh musim panen. Ketika pasokan dari petani meningkat, harga otomatis mengalami penurunan.

“Kalau lagi panen turun. Kalau lagi enggak panen naik,” kata Rusmini, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, fluktuasi harga pangan khususnya komoditas hortikultura lebih banyak dipengaruhi kondisi pertanian dibanding kebijakan pemerintah. Faktor cuaca, distribusi dari daerah penghasil, hingga hasil panen menjadi penentu utama harga di pasar tradisional.

“Enggak berhubungan. Ini hubungannya dengan orang tani,” ujarnya.

Hasil Panen Jadi Faktor Utama Harga Sayuran

Selain cabai rawit, komoditas bawang merah juga mengalami koreksi harga cukup dalam. Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp70 ribu per kg kini turun menjadi Rp50 ribu per kg.

Pedagang menyebut mayoritas sayuran saat ini mengalami tren penurunan seiring meningkatnya suplai dari sejumlah daerah penghasil di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Namun, tidak semua komoditas turun. Mentimun justru mengalami kenaikan cukup tajam. Harga mentimun yang sebelumnya sekitar Rp8 ribu per kg kini melonjak menjadi Rp15 ribu per kg.

Rusmini menjelaskan harga sayuran memang sangat fluktuatif dan bisa berubah hanya dalam hitungan hari.

“Kalau sayur itu paling dua hari turun, dua hari naik,” jelasnya.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional per awal Juli 2026, beberapa komoditas hortikultura memang mulai menunjukkan tren penurunan setelah sebelumnya mengalami kenaikan akibat gangguan cuaca dan distribusi pada akhir Juni.

Harga Ayam dan Telur Ikut Turun

Selain kelompok sayuran, harga protein hewani juga mulai mengalami penurunan. Harga telur ayam ras di Pasar Kebayoran Lama kini dijual sekitar Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kg.

Pedagang telur, Khoirul Hidayat (23), mengatakan tren penurunan harga sudah berlangsung sekitar satu minggu terakhir setelah periode libur panjang berakhir.

“Sudah seminggu, semenjak libur,” kata Khoirul.

Harga ayam potong juga menunjukkan penurunan. Sebelumnya ayam dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp45 ribu per kg.

Pedagang ayam potong Zulaeha (50) menjelaskan harga jual di tingkat pasar mengikuti harga dari distributor atau pemasok utama.

“Memang ngikutin saja dari bosnya,” ujar dia.

Sejumlah pedagang memperkirakan harga ayam dan telur masih berpotensi stabil selama pasokan dari peternak tetap terjaga dan biaya pakan ternak tidak mengalami lonjakan.

Pedagang Daging Sapi Sebut Pasokan Mulai Terbatas

Di sisi lain, tidak semua komoditas mengalami kondisi serupa. Pedagang daging sapi mengaku harga masih cenderung tinggi karena pasokan ternak mulai terbatas.

Pedagang daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Haris (54), menilai salah satu faktor yang memengaruhi kondisi pasokan adalah meningkatnya kebutuhan program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di sejumlah daerah.

“Ya semenjak MBG itu jalan. Katanya sapinya susah. Pasokannya cuma sedikit,” kata Haris.

Akibat keterbatasan pasokan, harga daging sapi di pasar masih berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram, membuat daya beli konsumen menurun.

Menurut pedagang, ketika harga terlalu tinggi, konsumen cenderung mengurangi pembelian atau mencari alternatif protein lain yang lebih murah seperti ayam dan telur.

“Kalau begini, pembeli juga kasihan, jadi sepi karena enggak terjangkau harganya,” lanjut Haris.

Konsumen Berharap Harga Pangan Stabil

Di tengah fluktuasi harga pangan yang terjadi hampir setiap pekan, konsumen berharap harga kebutuhan pokok bisa tetap terjangkau, terutama menjelang periode kenaikan permintaan pada semester kedua tahun ini.

Salah seorang pembeli, Ngartiningsih (55), berharap harga kebutuhan rumah tangga bisa terus turun agar belanja bulanan tidak semakin membebani pengeluaran keluarga.

“Kalau aku ya mau yang murah. Kalau belanjaan mahal kan lebihnya gak ada,” tuturnya.

Ekonom menilai stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi bahan makanan yang masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Pemerintah sendiri melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus melakukan pemantauan distribusi dan pasokan pangan untuk memastikan harga tetap terkendali. Operasi pasar serta penguatan distribusi dari sentra produksi disebut menjadi langkah utama menjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen.

Sejumlah pengamat memperkirakan harga komoditas pangan, terutama cabai dan bawang, masih berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang Juli 2026 karena dipengaruhi faktor cuaca, pola panen petani, serta biaya distribusi antarwilayah.

Meski demikian, tren penurunan harga yang mulai terjadi saat ini memberikan sedikit ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibanding beberapa pekan sebelumnya.