Ross Gerber Sebut Hampir 1,5 Juta Wallet Alami Kerugian dari Proyek Kripto Terkait Trump

Ross Gerber Sebut Hampir 1,5 Juta Wallet Alami Kerugian dari Proyek Kripto Terkait Trump

Investor veteran Ross Gerber melontarkan kritik keras terhadap berbagai proyek kripto yang terkait dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, banyak investor pada aset digital yang berafiliasi dengan Trump mengalami kerugian, sementara Trump justru memperoleh keuntungan hingga ratusan juta dolar dari proyek-proyek tersebut.

Data Wallet Picu Kekhawatiran

Mengacu pada data The Wall Street Journal, Gerber mengatakan sekitar dua pertiga wallet yang menyimpan meme coin Official Trump (TRUMP) saat ini masih mencatat kerugian di atas kertas (unrealized loss). Jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,48 juta wallet kripto.

Laporan yang sama juga menyebutkan sebanyak 85% investor yang membeli token World Liberty Financial (WLFI) di pasar sekunder saat ini masih mengalami kerugian.

Gerber menyebut kondisi tersebut sebagai “Trump crypto scam” dan mengklaim bahwa lebih dari satu juta orang telah kehilangan uang akibat proyek kripto yang terkait dengan Trump.

Gerber menilai proyek-proyek kripto yang berafiliasi dengan Trump telah merugikan lebih dari satu juta investor sekaligus mengikis kepercayaan terhadap pasar aset digital.

Namun, perlu dicatat bahwa jumlah wallet tidak sama dengan jumlah investor. Satu orang dapat memiliki beberapa wallet, sementara satu wallet juga dapat digunakan oleh lebih dari satu pengguna. Karena itu, angka tersebut tidak dapat dijadikan jumlah pasti investor yang mengalami kerugian.

Sebelumnya, Gerber juga menyatakan bahwa proyek kripto Trump lebih didorong oleh kepentingan pribadi. Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya merugikan token yang diterbitkan, tetapi juga melemahkan kepercayaan terhadap pasar aset digital secara lebih luas, termasuk Bitcoin.

Ia berpendapat bahwa token yang memiliki keterkaitan kuat dengan tokoh politik dapat memperkuat persepsi adanya keuntungan bagi pihak tertentu (insider advantage), sehingga membuat investor ritel lebih rentan mengalami kerugian besar.

Di sisi lain, Senator Elizabeth Warren menegaskan bahwa diperlukan aturan yang lebih ketat untuk mencegah politisi beserta anggota keluarganya memperoleh keuntungan dari proyek aset digital selama masih menjabat.

Perdebatan mengenai hubungan antara pengaruh politik dan proyek aset digital berisiko tinggi pun terus bergulir. Data terbaru yang menunjukkan banyak investor di pasar sekunder mengalami kerugian diperkirakan akan semakin mendorong pemerintah Amerika Serikat untuk memperketat regulasi industri aset digital.