Harga Zcash Turun 27%, ETF Grayscale Alami Outflow dan Risiko Koreksi Berlanjut

Harga Zcash Turun 27%, ETF Grayscale Alami Outflow dan Risiko Koreksi Berlanjut

Zcash (ZEC) kembali mengalami tekanan harga. Pada Kamis, ZEC diperdagangkan di sekitar US$1.241 dan menjadi salah satu aset kripto dengan kinerja terlemah di antara 10 cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Harga Zcash kini telah turun sekitar 27% dari level tertingginya pada 27 September yang mencapai US$1.698. Penurunan tersebut memperpanjang tren pelemahan ZEC yang telah berlangsung selama sekitar 10 hari.

ETF Zcash Grayscale Mengalami Outflow

Tekanan terhadap Zcash juga terjadi di pasar produk investasi. Dana yang terkait dengan Zcash mengalami arus keluar setelah melakukan pemecahan saham dengan rasio tiga banding satu.

Waktu terjadinya penarikan dana memang berdekatan dengan aksi pemecahan saham tersebut. Namun, belum terdapat bukti langsung bahwa stock split menjadi penyebab meningkatnya aksi penarikan investor.

Meski demikian, arus keluar yang berlangsung secara berkelanjutan menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk investasi Zcash masih relatif lemah di tengah koreksi harga ZEC.

Pengajuan ETF Baru Zcash Beri Sinyal Minat Institusional

Di tengah tekanan tersebut, muncul perkembangan berbeda dari sisi institusional.

Cameron dan Tyler Winklevoss, pendiri bursa kripto Gemini, mendukung pengajuan ETF Zcash baru. Pengajuan ini menunjukkan bahwa masih terdapat minat terhadap ZEC, khususnya untuk pengembangan produk investasi kripto yang berada dalam kerangka regulasi.

Pengajuan tersebut juga memiliki nilai historis. Pada 2013, Winklevoss bersaudara sebelumnya telah mengajukan gagasan ETF Bitcoin, jauh sebelum produk ETF Bitcoin mendapatkan persetujuan regulator.

Namun, pengajuan ETF baru tersebut belum berarti produk akan disetujui. Prosesnya masih harus melalui peninjauan regulator dan belum ada jaminan bahwa ETF tersebut akan menghasilkan arus dana baru ke Zcash.

Dengan demikian, kondisi ini berbeda dengan situasi ETF Zcash Grayscale yang saat ini menghadapi arus keluar.

Analisis Teknikal Zcash Masih Menunjukkan Risiko Penurunan

Dari sisi teknikal, prospek jangka pendek Zcash juga masih menghadapi tekanan.

Pada grafik empat jam, harga ZEC telah turun di bawah 200-period Exponential Moving Average (EMA) yang berada di sekitar US$1.287.

Level tersebut kini berpotensi menjadi area resistance utama. Jika harga tetap berada di bawah US$1.287, struktur bearish jangka pendek Zcash dapat semakin kuat.

Sementara itu, 50-period EMA berada di sekitar US$1.355 dan sedang bergerak turun mendekati 200-period EMA.

Jika 50 EMA menembus ke bawah 200 EMA, kondisi tersebut dikenal sebagai death cross. Sinyal ini sering digunakan trader untuk melihat potensi pelemahan lebih lanjut, meski tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa harga pasti turun.

Harga ZEC Berpotensi Menguji US$1.000

Jika tekanan jual semakin kuat, harga Zcash berpotensi menguji level psikologis US$1.000.

Apabila level tersebut ditembus, area support berikutnya berada di sekitar US$888, yang sebelumnya menjadi level tertinggi Zcash pada 23 Agustus.

Sebaliknya, ZEC perlu kembali menembus US$1.287 untuk menunjukkan tanda pemulihan. Setelah itu, level US$1.355 menjadi resistance berikutnya yang perlu diperhatikan.

Selama kedua level tersebut belum berhasil direbut kembali, kombinasi antara arus keluar ETF dan momentum harga yang lemah masih menjadi risiko bagi Zcash.

Kesimpulan

Harga Zcash saat ini menghadapi tekanan dari dua sisi, yakni pelemahan teknikal dan arus keluar dari produk investasi. Di sisi lain, pengajuan ETF baru yang didukung Winklevoss bersaudara menunjukkan bahwa minat institusional terhadap ZEC belum sepenuhnya hilang.

Namun, investor perlu membedakan antara pengajuan ETF dan persetujuan ETF. Pengajuan baru merupakan bagian dari proses regulasi dan belum menjamin adanya produk yang diluncurkan maupun masuknya dana baru ke Zcash.