Indonesia Jadi Negara Kehormatan di Global Digital Trade Expo 2026, Dorong Investasi AI hingga US$12 Miliar

Indonesia Jadi Negara Kehormatan di Global Digital Trade Expo 2026, Dorong Investasi AI hingga US$12 Miliar

Indonesia menjadi Negara Kehormatan dalam ajang Global Digital Trade Expo (GDTE) 2026 yang digelar di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China. Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi digital, mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta membuka peluang investasi dan perdagangan digital lintas negara.

Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Ali Murtopo Simbolon hadir mewakili Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Partisipasi Indonesia dalam GDTE 2026 merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Perdagangan Elektronik antara Kementerian Perdagangan China dan Kemenko Perekonomian yang ditandatangani pada 8 September 2023.

Indonesia juga memiliki peran sebagai salah satu pendiri World AI Collaboration Organization (WAICO). Organisasi tersebut mendorong kerja sama internasional dan investasi di sektor kecerdasan buatan.

Indonesia Dorong Kerja Sama AI dengan China

Dalam rangkaian GDTE 2026, Indonesia mendorong peningkatan kerja sama dengan China dalam pengembangan talenta dan ekonomi digital.

Kerja sama tersebut mencakup pelatihan bagi institusi pemerintahan, pemanfaatan teknologi AI berbasis open source, serta pertukaran praktik terbaik dalam pengembangan teknologi digital.

Indonesia juga mengundang perusahaan teknologi asal Hangzhou untuk membangun pusat data di Indonesia. Tawaran tersebut mendapat respons positif karena sesuai dengan rencana ekspansi global perusahaan teknologi dari kota tersebut.

Kerja sama AI dan investasi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan diperkirakan memiliki potensi nilai sekitar US$8 miliar hingga US$12 miliar pada periode 2026-2030.

Empat Inisiatif Indonesia dalam Silk Road E-commerce Day

Dalam sesi Silk Road E-commerce Day, Indonesia mengusulkan empat inisiatif kerja sama kepada China.

Pertama, membangun proyek percontohan berbasis platform untuk menarik investasi di sektor AI.

Kedua, menyediakan program pelatihan bagi 5.000 talenta AI Indonesia.

Ketiga, menjalankan proyek percontohan inovasi AI di salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Keempat, membentuk kemitraan kawasan kembar antara KEK Qiantang di China dan KEK Digital Serpong di Indonesia.

Keempat agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai ekonomi digital global sekaligus memperluas akses terhadap teknologi dan investasi AI.

Delapan MoU Berpotensi Hadirkan Investasi US$400 Juta

Selain kerja sama AI, Indonesia juga membawa sejumlah peluang investasi konkret dalam rangkaian kegiatan GDTE 2026.

Dalam China Indonesia Industrial Development Exchange Conference (Business Matching) pada 23 September 2026, Indonesia dan mitra bisnis China menghasilkan delapan nota kesepahaman atau MoU.

Total potensi investasi dari delapan MoU tersebut diperkirakan mencapai US$400 juta, atau sekitar Rp7,16 triliun dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS.

Lima MoU mencakup kerja sama di sektor energi baru, konstruksi pendukung dan rekayasa lingkungan, pelatihan wirausaha Asia Tenggara di China, penghubungan industri dan konsultasi bisnis lintas negara, peralatan cerdas, serta layanan keuangan bagi perusahaan China yang berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, tiga MoU lainnya berkaitan dengan rencana pembentukan usaha patungan atau joint venture di sektor infrastruktur digital berbasis blockchain dan komputasi privat, data terpercaya dan konektivitas generasi berikutnya, serta infrastruktur digital.

Indonesia Perkuat Kerja Sama Kawasan Ekonomi Khusus

Indonesia juga mengusulkan lima agenda dalam BRICS Special Economic Zones Hangzhou Dialogue.

Agenda tersebut antara lain mencakup pengembangan koridor investasi hijau dan digital serta pembentukan platform untuk memfasilitasi investasi.

Dalam kesempatan yang sama, turut diumumkan kerja sama antara Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Hangzhou Economic and Technological Development Area (HEDA).

Partisipasi Indonesia dalam Global Digital Trade Expo 2026 menunjukkan upaya pemerintah memperluas kerja sama ekonomi digital dengan China. Selain membuka peluang investasi AI, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas talenta digital, memperkuat infrastruktur teknologi, dan memperluas perdagangan digital Indonesia di pasar global.