IFG Life Bukukan Laba Bersih Rp482 Miliar pada 2025, RBC Capai 180,16%
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), perusahaan anggota Indonesia Financial Group (IFG) yang merupakan holding BUMN di bidang perasuransian, penjaminan, dan investasi, mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang 2025.
Kinerja tersebut tercermin dari peningkatan laba bersih, pendapatan jasa asuransi, aset, serta kondisi permodalan perusahaan. Secara konsolidasi, IFG Life membukukan laba bersih sebesar Rp482,12 miliar pada 2025. Angka tersebut melonjak 162,9% dibandingkan laba bersih pada 2024.
Pertumbuhan laba tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan di tengah dinamika industri asuransi jiwa. Selain pertumbuhan laba, IFG Life juga mencatat peningkatan pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp6,56 triliun atau tumbuh 11,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, total aset IFG Life hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp32,84 triliun. Besarnya aset tersebut menjadi salah satu indikator skala bisnis perusahaan sekaligus mencerminkan kapasitas IFG Life dalam mengelola portofolio perlindungan dan investasi.
RBC IFG Life Capai 180,16%
Dari sisi kesehatan keuangan, IFG Life mencatatkan Risk-Based Capital (RBC) sebesar 180,16% pada 2025. Rasio tersebut berada jauh di atas batas minimum RBC yang ditetapkan regulator untuk perusahaan asuransi.
RBC merupakan salah satu indikator penting dalam industri perasuransian karena menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis dengan mempertimbangkan risiko yang dihadapi perusahaan.
Semakin kuat posisi permodalan dan solvabilitas perusahaan, semakin besar ruang yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi potensi risiko sekaligus menjaga keberlangsungan operasional. Namun, RBC tidak berdiri sendiri sebagai ukuran kesehatan perusahaan karena kondisi keuangan, kualitas aset, likuiditas, tata kelola, serta kemampuan pengelolaan risiko juga menjadi faktor penting.
Manajemen IFG Life menilai pencapaian RBC sebesar 180,16% menunjukkan kondisi permodalan perusahaan yang tetap solid. Posisi tersebut juga memberikan landasan bagi perusahaan untuk menjalankan ekspansi bisnis secara lebih terukur tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian.
Fundamental Bisnis Semakin Diperkuat
Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life Ryan Diastana Firman mengatakan, kinerja positif sepanjang 2025 merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengelolaan risiko.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui fundamental perusahaan yang kuat. Karena itu, kami terus memperkuat kualitas bisnis, menerapkan tata kelola yang baik, serta mengelola investasi dan risiko secara prudent,” jelas Ryan, dikutip Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, kinerja 2025 tidak hanya menunjukkan pertumbuhan secara finansial, tetapi juga menjadi cerminan dari upaya perusahaan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Kinerja 2025 menjadi cerminan dari upaya tersebut, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan untuk terus memenuhi komitmen kepada seluruh pemegang polis dan menghadirkan perlindungan yang relevan di setiap tahap kehidupan masyarakat Indonesia,” tambah Ryan.
Strategi tersebut menjadi penting bagi perusahaan asuransi jiwa karena pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang kepada pemegang polis. Pengelolaan investasi, kecukupan modal, kualitas underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga kesehatan perusahaan.
Pendapatan Jasa Asuransi Tumbuh 11,7%
Pertumbuhan pendapatan jasa asuransi menjadi salah satu komponen penting dalam kinerja IFG Life sepanjang 2025. Pendapatan jasa asuransi mencapai Rp6,56 triliun, meningkat 11,7% secara tahunan.
Pertumbuhan ini menunjukkan adanya perkembangan pada aktivitas bisnis asuransi perusahaan. Bagi perusahaan asuransi jiwa, peningkatan pendapatan jasa asuransi perlu diimbangi dengan pengelolaan kewajiban kepada pemegang polis dan risiko yang melekat pada portofolio bisnis.
Karena itu, perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga berupaya memastikan kualitas pertumbuhan tetap terjaga. Pendekatan tersebut dilakukan melalui pengelolaan portofolio bisnis yang disiplin, strategi investasi yang terukur, serta penerapan manajemen risiko.
Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan jasa asuransi juga menjadi perhatian dalam membaca kinerja perusahaan. Laba bersih IFG Life yang meningkat 162,9% menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan pada hasil akhir kinerja perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya.
PSAK 117 Dorong Transparansi Industri Asuransi
Kinerja IFG Life pada 2025 juga berlangsung dalam periode penting bagi industri asuransi Indonesia dengan penerapan PSAK 117.
PSAK 117 merupakan standar akuntansi kontrak asuransi yang mengatur bagaimana perusahaan asuransi mengakui, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan kontrak asuransi dalam laporan keuangan. Penerapan standar ini membawa perubahan penting terhadap cara perusahaan asuransi menyajikan kinerja bisnisnya.
Bagi industri asuransi, penerapan PSAK 117 diharapkan membuat informasi mengenai kontrak asuransi dan kinerja perusahaan menjadi lebih transparan serta dapat dibandingkan secara lebih baik.
Implementasi standar tersebut juga membutuhkan kesiapan dari sisi sistem, data, proses bisnis, sumber daya manusia, hingga tata kelola. Karena itu, penerapan PSAK 117 menjadi salah satu tantangan sekaligus momentum bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan.
Bagi IFG Life, penerapan standar akuntansi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Informasi keuangan yang semakin berkualitas diharapkan dapat membantu pemegang polis dan pemangku kepentingan memahami kondisi serta perkembangan bisnis perusahaan dengan lebih baik.
Pengelolaan Investasi Tetap Menjadi Perhatian
Sebagai perusahaan asuransi jiwa, pengelolaan investasi merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara imbal hasil dan risiko.
Dana yang dikelola perusahaan pada dasarnya berkaitan dengan kewajiban kepada pemegang polis. Karena itu, strategi investasi perlu mempertimbangkan profil kewajiban, tingkat risiko, likuiditas, serta kondisi pasar keuangan.
IFG Life menyatakan akan mempertahankan pendekatan investasi yang prudent. Strategi tersebut diharapkan dapat mendukung kinerja perusahaan sekaligus menjaga kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.
Pengelolaan investasi yang hati-hati juga semakin relevan di tengah perubahan kondisi pasar keuangan. Perubahan suku bunga, nilai tukar, pasar saham, harga obligasi, hingga kondisi ekonomi domestik dan global dapat memengaruhi kinerja portofolio investasi perusahaan asuransi.
Dengan demikian, pertumbuhan laba IFG Life pada 2025 tidak hanya perlu dilihat dari sisi peningkatan pendapatan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga kualitas aset dan mengelola risiko investasi secara berkelanjutan.
IFG Life Siapkan Penguatan Bisnis ke Depan
Memasuki periode berikutnya, IFG Life menyatakan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan produk dan layanan, kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, serta pengelolaan investasi secara prudent.
Pengembangan produk menjadi penting untuk memastikan perusahaan dapat menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat yang terus berubah. Kebutuhan masyarakat terhadap asuransi jiwa kini tidak hanya berkaitan dengan perlindungan jiwa, tetapi juga dapat mencakup kebutuhan finansial jangka panjang dan berbagai tahap kehidupan.
Di sisi lain, kolaborasi strategis dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk perlindungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Perusahaan juga perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan prinsip kehati-hatian. Pertumbuhan bisnis yang terlalu agresif tanpa diikuti penguatan modal, manajemen risiko, dan tata kelola dapat meningkatkan risiko perusahaan. Sebaliknya, pertumbuhan yang dikelola secara disiplin dapat menciptakan fondasi yang lebih kuat dalam jangka panjang.
Perkuat Kepercayaan Pemegang Polis
Kinerja keuangan menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan asuransi. Bagi pemegang polis, kemampuan perusahaan dalam menjaga kesehatan keuangan memiliki kaitan langsung dengan keyakinan bahwa perusahaan mampu memenuhi kewajiban sesuai ketentuan polis.
Karena itu, pencapaian laba bersih Rp482,12 miliar dan RBC sebesar 180,16% menjadi bagian penting dari gambaran kinerja IFG Life sepanjang 2025.
Meski demikian, kesehatan perusahaan asuransi tidak hanya ditentukan oleh besarnya laba atau rasio RBC. Kualitas layanan, penyelesaian klaim, tata kelola, transparansi, kualitas produk, serta kemampuan mengelola risiko juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang.
Dengan fundamental yang semakin diperkuat, IFG Life optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis secara bertanggung jawab sekaligus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan bagi masyarakat Indonesia.
Kinerja 2025 dengan laba bersih Rp482,12 miliar, pendapatan jasa asuransi Rp6,56 triliun, total aset Rp32,84 triliun, serta RBC 180,16% menjadi modal penting bagi IFG Life untuk melanjutkan penguatan bisnis pada tahun-tahun berikutnya.
Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial yang semakin berkembang dan tuntutan terhadap transparansi industri asuransi yang semakin tinggi, kemampuan perusahaan untuk menjaga pertumbuhan sekaligus mempertahankan kesehatan keuangan akan menjadi salah satu kunci keberlanjutan IFG Life ke depan.
0 Comments