IHSG Bergerak Fluktuatif, Saham CUAN Menguat 1,5%
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melanjutkan penguatan pada awal perdagangan Senin (3/8/2026), meski tekanan dari pasar saham Asia dan pelemahan nilai tukar rupiah masih membayangi sentimen investor. Pergerakan indeks yang sempat berada di zona hijau kemudian berbalik melemah menunjukkan pelaku pasar masih bersikap hati-hati di tengah berbagai faktor global dan domestik.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka menguat 0,59% ke level 6.272,61. Namun hingga pukul 09.12 WIB, indeks berbalik turun tipis 0,01% ke posisi 6.235. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 masih bertahan di zona positif dengan kenaikan 0,11% ke level 621.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.226,46 hingga 6.273,32. Sebanyak 294 saham menguat, 251 saham melemah, dan 178 saham stagnan. Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan frekuensi mencapai 325.613 kali, volume transaksi 5,4 miliar saham, serta nilai transaksi sekitar Rp2,1 triliun.
Di pasar valuta asing, rupiah masih berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di kisaran Rp17.965 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan mata uang Garuda menjadi salah satu faktor yang terus dicermati investor karena berpotensi memengaruhi arus modal asing dan kinerja emiten yang memiliki eksposur terhadap mata uang asing.
Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona merah. Sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,65%, disusul sektor teknologi yang turun 0,55%, sektor keuangan 0,41%, sektor transportasi 0,39%, sektor energi 0,35%, sektor infrastruktur 0,33%, serta sektor properti yang melemah 0,17%.
Meski demikian, sejumlah sektor masih menunjukkan ketahanan berkat aksi beli selektif pada saham-saham tertentu. Pelaku pasar terlihat mulai berburu saham yang dinilai telah mengalami koreksi cukup dalam, terutama di sektor komoditas dan emiten berkapitalisasi menengah.
Dari sisi sentimen global, investor masih mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat, termasuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta kondisi geopolitik yang berpotensi memengaruhi aliran dana ke pasar negara berkembang. Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia yang cenderung melemah pada pagi hari turut membatasi ruang penguatan IHSG.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi domestik yang dinilai dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian Indonesia pada awal semester kedua 2026. Stabilitas inflasi, pergerakan rupiah, serta prospek suku bunga Bank Indonesia masih menjadi perhatian utama investor dalam menentukan strategi investasi.
Pada awal pekan ini, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) bergerak stagnan di level Rp6.600 per saham. Saham tersebut sempat menyentuh level tertinggi Rp6.700 dan terendah Rp6.575. Total frekuensi perdagangan mencapai 734 kali dengan volume 13.105 saham dan nilai transaksi sekitar Rp8,7 miliar.
Gerak Saham
Di antara saham yang menjadi perhatian pasar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berhasil mencatatkan penguatan 1,5% menjadi Rp670 per saham. Saham CUAN dibuka menguat ke level Rp680 dari penutupan sebelumnya di Rp665. Selama perdagangan pagi, saham ini bergerak di kisaran Rp670 hingga Rp690 per saham dengan frekuensi transaksi mencapai 5.622 kali, volume perdagangan 680.634 saham, dan nilai transaksi sekitar Rp46,4 miliar.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 0,28% menjadi Rp3.520 per saham. Meski sempat dibuka naik ke level Rp3.570, tekanan jual membuat saham bank pelat merah tersebut bergerak turun hingga menyentuh level terendah Rp3.500. Frekuensi perdagangan tercatat 1.382 kali dengan volume 59.228 saham dan nilai transaksi sekitar Rp21 miliar.
Adapun saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menjadi salah satu top gainers pada perdagangan pagi setelah melonjak 14,14% ke level Rp218 per saham. Saham ini dibuka di Rp193, sempat menyentuh level tertinggi Rp220 dan terendah Rp192. Aktivitas perdagangan MDIA juga cukup tinggi dengan frekuensi 9.091 kali, volume mencapai 2,9 juta saham, dan nilai transaksi sekitar Rp60,7 miliar.
Pelaku pasar memperkirakan volatilitas IHSG masih akan berlanjut sepanjang sesi perdagangan seiring investor terus mencermati perkembangan sentimen global, arah pergerakan nilai tukar rupiah, serta aksi beli dan ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi besar. Jika tekanan pada bursa regional mereda dan aliran dana asing kembali masuk, IHSG berpeluang kembali menguji area penguatan. Sebaliknya, pelemahan rupiah yang berlanjut berpotensi menjadi faktor yang membatasi kenaikan indeks dalam jangka pendek.
0 Comments