Jelang Batas Waktu MiCA, Hanya 7% Perusahaan Kripto Eropa yang Siap
MiCA: Transisi yang Memangkas Jumlah Pelaku Industri Kripto
Penerapan lisensi MiCA mempercepat proses seleksi di antara penyedia layanan aset digital di Eropa. Berdasarkan data yang dibagikan Be In Crypto, Coincub memperkirakan terdapat 2.747 perusahaan penyedia layanan aset virtual (VASP) yang terdaftar di Uni Eropa pada 2024.
Namun, pada Mei 2026, ITISPay melaporkan hanya sekitar 210 perusahaan yang telah memperoleh izin sebagai Crypto Asset Service Provider (CASP). Jumlah tersebut setara dengan sekitar 7%-8% dari total pelaku yang sebelumnya terdaftar. Kerangka regulasi baru ini mengubah pasar yang sebelumnya sangat terfragmentasi menjadi lebih terbatas, di mana hanya perusahaan yang mampu memenuhi persyaratan yang berhasil mendapatkan lisensi.
Di Estonia, Unit Intelijen Keuangan mencatat terdapat 641 perusahaan kripto berlisensi pada Juni 2021. Jumlah itu turun menjadi 45 perusahaan pada Oktober 2024, lalu kembali menyusut menjadi 40 perusahaan pada Februari 2025. Negara yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pusat industri kripto di Eropa ini menjadi contoh nyata penyusutan jumlah pelaku pasar.
Penurunan tersebut bukan hanya terjadi pada beberapa perusahaan tertentu, melainkan mencerminkan reorganisasi yang lebih luas di sektor kripto. Perubahan ini didorong oleh peralihan dari sistem regulasi nasional masing-masing negara menuju satu standar regulasi terpadu di seluruh Uni Eropa.
Mengapa Perusahaan Kripto Kecil Sulit Mendapatkan Lisensi?
Rezim CASP dalam MiCA mewajibkan perusahaan memiliki struktur tata kelola yang kuat, modal yang memadai, sistem keamanan siber yang andal, perlindungan bagi nasabah, serta komunikasi yang berkelanjutan dengan regulator.
Bagi perusahaan kripto berskala kecil, biaya tetap untuk memenuhi berbagai persyaratan tersebut menjadi tantangan besar. Banyak startup harus membagi sumber daya yang terbatas antara menjalankan operasional harian dan memenuhi kewajiban kepatuhan.
Direktur Public Affairs Morpho sekaligus mantan Presiden ADAN, Faustine Fleuret, menyoroti masalah tersebut. Menurutnya, MiCA menerapkan aturan yang sama bagi startup maupun perusahaan internasional besar tanpa penyesuaian yang jelas berdasarkan ukuran atau tingkat risiko perusahaan. Kondisi ini meningkatkan beban administrasi bagi perusahaan yang memiliki modal lebih kecil.
Proses perizinan di bawah rezim nasional sebelumnya sebenarnya sudah cukup ketat. Namun, MiCA meningkatkan standar kepatuhan, transparansi, dan pengawasan yang harus dipenuhi. Akibatnya, sebagian perusahaan kripto tidak memiliki sumber daya manusia maupun keuangan yang cukup untuk menyelesaikan proses pengajuan lisensi.
Di Prancis, situasi ini juga terlihat jelas. Berdasarkan laporan Reuters, dari sekitar 90 perusahaan yang belum mengantongi izin, sekitar 30% telah mengajukan permohonan lisensi, 40% berencana tetap beroperasi tanpa izin, dan 30% lainnya tidak memberikan tanggapan kepada regulator. Data tersebut menunjukkan bahwa tenggat waktu MiCA berfungsi sebagai filter sekaligus menjadi sinyal mundurnya sebagian pelaku industri.
Setelah 1 Juli, Pasar Kripto Eropa Akan Lebih Terkonsentrasi
Setelah tenggat waktu berakhir, perusahaan yang belum memiliki izin harus memilih beberapa opsi, seperti memperoleh lisensi, menghentikan operasional, melakukan likuidasi, memindahkan nasabah ke CASP berizin, atau bergabung dengan perusahaan yang sudah mengantongi lisensi.
Dengan demikian, keberlangsungan bisnis menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan kripto di Eropa.
Kasus Fazil Crypto juga menunjukkan nilai strategis dari lisensi MiCA. Setelah memperoleh lisensi CASP di Spanyol, perusahaan yang berbasis di Madrid tersebut menerima berbagai permintaan kerja sama dari platform kripto, perusahaan pembayaran, firma hukum, penasihat merger dan akuisisi, hingga pelaku usaha dari luar Eropa.
Di saat yang sama, sejumlah firma hukum yang mengikuti perkembangan MiCA memperkirakan akan terjadi gelombang konsolidasi pada paruh kedua 2026. Regulasi ini diperkirakan mendorong lebih banyak merger dan akuisisi, terutama di kalangan perusahaan yang gagal memperoleh lisensi dan mencari jalan keluar yang lebih terstruktur.
Pada akhir 2026, pasar kripto Eropa diperkirakan akan menjadi lebih kecil namun lebih terkonsentrasi. MiCA juga berpotensi meningkatkan perlindungan bagi investor dan pengguna aset digital, meskipun efektivitasnya akan sangat bergantung pada implementasi aturan tersebut setelah masa transisi berakhir.
Dengan kata lain, industri kripto Eropa akan memasuki fase baru di mana kepatuhan regulasi, kekuatan modal, dan kemampuan berinteraksi dengan regulator menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing perusahaan.
0 Comments