JMAS Targetkan Pendapatan Kontribusi Rp360 Miliar pada 2026

JMAS Targetkan Pendapatan Kontribusi Rp360 Miliar pada 2026

JMAS Targetkan Pertumbuhan Kontribusi 20% pada 2026, Fokus Perkuat Bisnis Eksisting dan Ritel Individu

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) menargetkan pertumbuhan pendapatan kontribusi yang solid pada tahun 2026, seiring dengan strategi perseroan dalam mempertahankan kinerja bisnis eksisting sekaligus memperluas penetrasi pada kanal ritel individu. Di tengah dinamika industri asuransi jiwa syariah yang semakin kompetitif, JMAS juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga prinsip kehati-hatian, khususnya dalam pengelolaan portofolio investasi yang berbasis instrumen syariah.

Direktur Utama JMAS menyampaikan bahwa perseroan menargetkan peningkatan produksi atau pendapatan kontribusi sekitar 20 persen pada 2026 dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. Dengan capaian kinerja sepanjang 2025 yang dinilai cukup positif, manajemen optimistis target tersebut dapat tercapai.

“Kalau produksi di tahun 2026 kita targetnya naik 20 persen dari realisasi tahun 2025. Jadi kalau 2025 sekitar Rp 295 miliar, dikalikan kenaikan 20 persen, targetnya kurang lebih berada di kisaran Rp 360 miliar,” ujarnya dalam Paparan Publik Insidentil (Pubex) yang digelar pada Selasa (20/1/2026).

Manajemen menilai peluang pertumbuhan tersebut masih terbuka lebar, terutama seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk perlindungan berbasis syariah, serta membaiknya kondisi ekonomi nasional yang mendorong kebutuhan perencanaan keuangan jangka panjang.

Strategi Bisnis: Jaga Portofolio Lama, Ekspansi Selektif

Dari sisi strategi bisnis, JMAS menegaskan akan tetap mengandalkan portofolio yang telah berjalan sambil melakukan ekspansi secara selektif pada segmen-segmen yang selama ini terbukti memberikan kinerja positif. Perseroan memilih pendekatan konservatif dengan fokus pada kualitas pertumbuhan, bukan sekadar mengejar volume.

Selain itu, JMAS juga belum berencana meluncurkan produk asuransi kesehatan baru di luar portofolio yang sudah ada. Pada 2026, perseroan akan lebih memprioritaskan pengembangan produk ritel individu, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan serta risiko yang lebih terukur.

“Strateginya adalah kita tetap mempertahankan dan mengembangkan bisnis yang lama, kemudian melakukan perluasan secara selektif. Kami akan fokus pada produksi-produksi yang memang memberikan hasil underwriting yang positif,” jelasnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya industri asuransi jiwa syariah dalam memperbaiki kualitas portofolio dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kontribusi dan kesehatan dana tabarru’.

Investasi Tetap Didominasi Instrumen Syariah

Selain mendorong pertumbuhan pendapatan kontribusi, JMAS juga mencatat peningkatan signifikan pada sisi investasi hingga akhir 2025. Perseroan menegaskan bahwa penempatan dana investasi masih didominasi oleh instrumen berbasis syariah, sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi.

Direktur Utama JMAS mengungkapkan bahwa fokus utama investasi perseroan saat ini masih berada pada sukuk atau obligasi syariah, yang dinilai relatif stabil dan memberikan imbal hasil yang sesuai dengan profil risiko perusahaan.

“Untuk investasi, kita masih lebih banyak ditempatkan di sukuk atau obligasi syariah,” ujarnya.

Diversifikasi Terbatas untuk Jaga Risiko

Meski demikian, JMAS juga melakukan diversifikasi terbatas ke instrumen lain guna menjaga keseimbangan portofolio dan optimalisasi imbal hasil. Sebagian dana ditempatkan pada deposito syariah serta instrumen saham, meskipun porsinya masih relatif kecil dibandingkan sukuk.

“Selain sukuk, sebagian ditempatkan di deposito dan sebagian kecil di saham. Namun secara keseluruhan, investasi kami masih sangat dominan di sukuk,” tambahnya.

Pendekatan ini mencerminkan strategi konservatif JMAS dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan, sekaligus menjaga likuiditas dan stabilitas kinerja investasi.

Kinerja Keuangan 2025 Menguat

Berdasarkan laporan keuangan unaudited per 31 Desember 2025, JMAS membukukan pendapatan kontribusi sebesar Rp 295,72 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp 253,71 miliar, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang konsisten.

Dari sisi underwriting, perseroan berhasil mencatat surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp 1,75 miliar. Capaian ini menjadi sinyal perbaikan signifikan, mengingat pada tahun sebelumnya JMAS masih mencatat defisit underwriting sebesar Rp 13,48 miliar.

Pada laporan posisi keuangan, total aset JMAS tercatat sebesar Rp 391,01 miliar hingga akhir 2025, meningkat dibandingkan Rp 306,18 miliar pada 2024. Nilai investasi perseroan juga melonjak menjadi Rp 161,60 miliar, naik tajam dari Rp 98,17 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, dari sisi profitabilitas, JMAS membukukan laba bersih sebesar Rp 4,04 miliar sepanjang 2025, meningkat dibandingkan laba Rp 2,83 miliar pada 2024. Peningkatan laba ini menunjukkan perbaikan kinerja operasional serta efektivitas strategi pengelolaan risiko dan investasi.

Dengan fundamental keuangan yang semakin solid dan strategi bisnis yang terukur, JMAS optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan positif sekaligus memperkuat posisinya di industri asuransi jiwa syariah nasional pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.