Tol Serang–Panimbang Seksi 2 Dibuka Gratis, Kabar Baik untuk Pariwisata Banten
Menjelang musim mudik Lebaran 2026, PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) selaku pengelola Jalan Tol Serang–Panimbang resmi membuka operasional fungsional Seksi 2 ruas Rangkasbitung–Cileles mulai Kamis, 12 Maret 2026. Selama periode tersebut, ruas tol ini dapat digunakan secara gratis atau tanpa tarif oleh masyarakat.
Kebijakan pembukaan tol secara fungsional ini bersifat sementara dan dilakukan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Provinsi Banten, khususnya selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran yang biasanya mengalami lonjakan kendaraan cukup signifikan setiap tahunnya.
Dengan dibukanya ruas tol tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Banten. Selain itu, akses menuju kawasan Banten Selatan yang selama ini dikenal memiliki potensi wisata besar juga menjadi semakin mudah dijangkau.
Salah satu kawasan yang diperkirakan akan merasakan dampak positif dari pembukaan tol ini adalah kawasan wisata Tanjung Lesung. Destinasi wisata yang berada di Kabupaten Pandeglang tersebut selama ini menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Provinsi Banten, terutama bagi wisatawan dari Jakarta dan wilayah Jabodetabek.
Direktur Utama Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, menyambut baik kebijakan pembukaan fungsional Tol Serang–Panimbang Seksi 2 tersebut. Ia mengapresiasi langkah PT WSP yang memberikan akses tanpa tarif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Menurut Poernomo, ruas tol tersebut akan dibuka secara fungsional mulai 12 hingga 26 Maret 2026 setiap hari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB dan diperuntukkan khusus bagi kendaraan Golongan I, seperti mobil pribadi dan kendaraan kecil lainnya.
Ia menilai keberadaan tol ini merupakan langkah penting untuk membuka akses menuju wilayah Banten Selatan yang selama ini relatif lebih sulit dijangkau dibandingkan wilayah lain di sekitar Jakarta.
Dengan adanya akses tol yang semakin mendekati kawasan wisata, waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Lesung kini dapat dipersingkat secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan bisa memakan waktu hingga 4 hingga 5 jam tergantung kondisi lalu lintas, kini waktu tempuh diperkirakan hanya sekitar 2,5 hingga 3 jam.
Poernomo mengatakan bahwa kemudahan akses tersebut membuat perjalanan menuju Tanjung Lesung terasa jauh lebih praktis bagi wisatawan, bahkan dinilai hampir setara dengan waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju kawasan wisata Puncak di Bogor.
“Tanjung Lesung kini tidak lagi terasa jauh bagi wisatawan dari Jakarta maupun kota-kota di sekitarnya. Dengan adanya akses tol yang semakin dekat, perjalanan menuju kawasan ini menjadi jauh lebih nyaman dan efisien,” ujar Poernomo.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan aksesibilitas ini berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan, tidak hanya bagi kawasan Tanjung Lesung tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah Pandeglang dan Banten Selatan secara keseluruhan.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, termasuk usaha kuliner, kerajinan lokal, penginapan, hingga berbagai aktivitas wisata yang melibatkan masyarakat setempat.
Berdasarkan segmentasi pasar wisatawan yang selama ini menjadi target Tanjung Lesung, Poernomo memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur Lebaran 2026 dapat mencapai sekitar 25 ribu orang.
Periode libur Lebaran tahun ini sendiri diperkirakan berlangsung cukup panjang, yakni mulai 19 Maret hingga 31 Maret 2026, sehingga memberikan peluang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan wisata bersama keluarga.
Selain dikenal dengan keindahan pantainya, Tanjung Lesung juga merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Indonesia yang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia. Kawasan ini menawarkan berbagai aktivitas wisata, mulai dari wisata pantai, olahraga air, hingga berbagai acara budaya.
Untuk menyambut momentum libur Lebaran, pihak pengelola Tanjung Lesung juga menghadirkan berbagai promo menarik guna menarik lebih banyak wisatawan.
Salah satu program yang ditawarkan adalah paket menginap yang dibundel dengan berbagai kegiatan wisata di dalam kawasan. Selain menikmati fasilitas penginapan, para tamu juga dapat mengunjungi Mongolian Culture Center secara gratis, sebuah destinasi unik yang menghadirkan pengalaman budaya Mongolia di tengah kawasan wisata pantai.
Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati keindahan empat pantai utama yang berada di kawasan Tanjung Lesung.
Pantai Lalassa menjadi salah satu pantai favorit bagi keluarga karena memiliki area pasir yang luas dan ombak yang relatif tenang sehingga aman untuk bermain air.
Sementara itu, Pantai Bodur dan Pantai Ladda menawarkan pemandangan alam yang indah serta menjadi lokasi yang populer untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.
Tanjung Lesung juga memiliki Pantai Kalicaa yang dikenal dengan pasir putihnya serta suasana yang lebih privat. Pantai ini hanya dapat diakses oleh tamu yang menginap di Tanjung Lesung Beach & Hotel, sehingga menawarkan pengalaman liburan yang lebih eksklusif dan tenang.
Untuk periode libur Lebaran 2026, pihak pengelola menawarkan promo paket menginap dengan tarif mulai dari Rp1.050.000 nett per malam.
Dengan harga tersebut, tamu sudah mendapatkan fasilitas sarapan pagi serta makan malam untuk dua orang dalam satu kamar, sehingga paket ini dinilai cukup menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan praktis tanpa perlu repot mencari makan di luar kawasan.
Promo paket Lebaran ini berlaku bagi wisatawan yang melakukan reservasi dan menginap pada periode 20 hingga 24 Maret 2026. Paket yang tersedia juga cukup fleksibel, mulai dari pilihan menginap 2 hari 1 malam hingga 3 hari 2 malam.
Poernomo menilai bahwa tren wisata saat ini menunjukkan semakin banyak keluarga yang mencari destinasi liburan yang lebih tenang, tidak terlalu padat pengunjung, namun tetap menawarkan pengalaman yang berkesan.
“Bagi keluarga yang ingin menikmati liburan Lebaran di pantai yang lebih privat, tidak terlalu ramai, serta ingin membangun momen kebersamaan yang lebih berkesan, Tanjung Lesung bisa menjadi pilihan yang tepat,” tutup Poernomo.
0 Comments