JPMorgan Sebut Bitcoin Tampil Lebih Perkasa Dibanding Ethereum

JPMorgan Sebut Bitcoin Tampil Lebih Perkasa Dibanding Ethereum

JPMorgan menilai Ether dan pasar altcoin masih kesulitan mengejar performa Bitcoin. Dalam laporan terbarunya, bank tersebut menyebut tren pelemahan altcoin ini kemungkinan masih akan berlanjut kecuali terjadi peningkatan besar dalam aktivitas jaringan, utilitas, dan adopsi decentralized finance (DeFi).

Analis JPMorgan yang dipimpin direktur pelaksana Nikolaos Panigirtzoglou mengatakan Ethereum terus tertinggal dari Bitcoin, baik dari sisi pergerakan harga maupun aliran dana institusional, sejak peristiwa deleveraging besar di pasar kripto pada Oktober 2025.

Pasar kripto memang sempat tertekan pada awal tahun akibat kekhawatiran inflasi dan menurunnya minat investor terhadap aset berisiko. Namun, pemulihan Bitcoin terlihat jauh lebih kuat dibandingkan Ether dan altcoin lainnya.

Perbedaan ini terlihat jelas di pasar institusional. ETF spot Bitcoin berhasil memulihkan sekitar dua pertiga dari arus keluar dana sebelumnya. Sementara itu, ETF spot Ether hanya mampu mendapatkan kembali sekitar sepertiga dari dana yang sempat keluar.

JPMorgan juga mencatat bahwa para trader momentum, termasuk crypto quant funds dan commodity trading advisors (CTA), saat ini masih sedikit mengurangi eksposur mereka terhadap Bitcoin maupun Ether.

Ethereum sendiri dijadwalkan menerima sejumlah upgrade jaringan besar pada 2026, seperti Glamsterdam dan Hegota, yang ditujukan untuk meningkatkan skalabilitas. Namun JPMorgan menilai upgrade tersebut kemungkinan tidak akan menjadi katalis bullish besar karena pembaruan sebelumnya gagal meningkatkan aktivitas on-chain secara signifikan.

Dalam laporan terpisah, JPMorgan juga menyoroti masalah keamanan di sektor DeFi. Menurut bank tersebut, kasus peretasan dan eksploitasi keamanan masih menjadi hambatan utama bagi institusi tradisional untuk masuk ke DeFi. Serangan berskala kecil dapat memicu gangguan likuiditas yang lebih luas, sehingga banyak investor institusional memilih tetap berhati-hati.

Selain itu, JPMorgan melihat arus modal perusahaan ke Bitcoin terus meningkat. Bank tersebut bahkan memperkirakan Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, bisa membeli Bitcoin senilai USD 30 miliar pada 2026 jika tetap mempertahankan laju akumulasinya saat ini.