Kalshi Dituding Wash Trading, Volume ETH Perpetual Jadi Sorotan
Kalshi kembali menghadapi tudingan wash trading setelah seorang trader bernama Beni menyoroti tingginya volume perdagangan Ethereum perpetual futures (ETH-PERP) di platform tersebut. Kalshi membantah tudingan itu dan mengatakan adanya perbedaan antara volume prediction market dan perdagangan perpetual futures.
Beni menyampaikan tudingan tersebut melalui unggahan di X pada 20 September. Ia menyoroti volume ETH-PERP sekitar US$538,6 juta dalam 24 jam, sementara open interest yang terlihat berada di kisaran US$3,1 juta.
Menurut perhitungannya, perbandingan volume terhadap open interest mencapai sekitar 174 kali. Beni juga menunjukkan leaderboard posisi Kalshi yang, berdasarkan tangkapan layarnya, mencatat posisi terbesar sekitar US$17.598.
Namun, angka yang ditampilkan dalam tangkapan layar tersebut tidak dapat direkonstruksi secara independen dari halaman publik Kalshi saat ini karena data perdagangan terus berubah.
Hingga 21 September, tidak ada tindakan penegakan hukum dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang ditemukan menuduh Kalshi melakukan wash trading pada pasar crypto perpetual tersebut.
Beni Soroti Program Rebate Kalshi
Selain volume perdagangan, Beni juga menyoroti program fee rebate yang diberlakukan Kalshi untuk pasar perpetual.
Dalam pengajuan kepada CFTC pada 2 September yang disertifikasi pada 16 September, Kalshi menjelaskan bahwa program tersebut berlaku untuk seluruh pasar perpetual, termasuk kontrak cryptocurrency dan logam.
Program itu dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember, kecuali diubah atau dihentikan lebih awal.
Untuk cryptocurrency perpetual, biaya taker yang memenuhi syarat dapat direbat hingga 0,3 basis poin atau 0,003%. Sementara itu, maker yang memenuhi persyaratan juga mendapatkan struktur rebate tertentu.
Beni berpendapat bahwa insentif tersebut dapat membuat biaya transaksi menjadi sangat rendah ketika terjadi transaksi yang saling berhadapan.
Namun, dokumen Kalshi juga secara khusus menyebut bahwa transaksi yang berasal dari atau sedang diperiksa karena self-matching, wash trading, pre-arranged trading, maupun praktik perdagangan yang dianggap melanggar tidak berhak mendapatkan rebate.
Kalshi juga menyatakan bahwa Chief Regulatory Officer dapat mencabut status peserta program dan mengambil tindakan disipliner jika diperlukan.
Dengan demikian, dokumen tersebut memang mengonfirmasi keberadaan program rebate, tetapi tidak membuktikan bahwa rebate digunakan untuk melakukan wash trading.
Kalshi Bantah Volume Prediction Market dan Perpetual Dicampur
Pimpinan crypto Kalshi yang dikenal sebagai IcoBeast membantah argumen Beni melalui X.
Ia mengatakan terdapat perbedaan antara prediction market dan perpetual futures yang digunakan dalam perbandingan tersebut.
Menurut IcoBeast, grafik Artemis yang menjadi bagian dari perdebatan awal menunjukkan aktivitas prediction market, bukan volume perdagangan perpetual futures.
Kalshi juga tidak menerapkan program rebate perpetual tersebut pada pasar prediksi cryptocurrency. Program untuk perpetual disebut sebagai program yang berbeda.
Dokumentasi Kalshi menjelaskan bahwa volume pada prediction market dihitung berdasarkan jumlah kontrak yang diperdagangkan. Sementara itu, perpetual futures merupakan produk yang menggunakan margin, leverage, funding payment, dan tidak memiliki tanggal jatuh tempo tetap.
Perbedaan definisi tersebut menjadi salah satu poin utama dalam perdebatan mengenai volume perdagangan Kalshi.
Volume ETH Perpetual Kalshi Meningkat
Pasar ETH-PERP Kalshi mulai beroperasi pada Juni. Setelah meluncurkan kontrak perpetual Bitcoin yang teregulasi di Amerika Serikat, Kalshi kemudian memperluas produk perpetual ke Ethereum dan sejumlah aset kripto lainnya.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Kalshi mengatakan volume perdagangan perpetual telah mencapai lebih dari US$5,5 miliar dalam dua minggu pertama setelah produk tersebut diluncurkan.
Angka tersebut berasal dari pernyataan Kalshi yang dikutip Bloomberg dan merupakan data sebelum munculnya tudingan terbaru.
CFTC Soroti Risiko Wash Trading
Perdebatan mengenai program rebate Kalshi muncul tidak lama setelah CFTC menerbitkan panduan mengenai program insentif di bursa.
Dalam advisory pada 12 Agustus, Division of Market Oversight CFTC mengatakan program insentif yang dirancang dengan baik dapat membantu likuiditas dan proses pembentukan harga.
Namun, regulator juga memperingatkan bahwa desain insentif tertentu dapat meningkatkan risiko wash trading dan transaksi yang telah diatur sebelumnya atau pre-arranged trading.
CFTC secara khusus menyoroti program dengan target volume tinggi. Menurut regulator, struktur tertentu yang memberikan keuntungan atau menanggung kerugian melalui rebate dapat menciptakan insentif untuk melakukan aktivitas perdagangan yang tidak semestinya.
Meski demikian, panduan tersebut tidak menuduh Kalshi melakukan wash trading.
CFTC meminta bursa memiliki sistem pengawasan yang mampu mendeteksi pola perdagangan mencurigakan secara cepat.
Kalshi mengatakan telah meninjau risiko manipulasi dalam program rebate dan akan memberikan pengawasan lebih ketat terhadap anggota yang mengikuti program tersebut.
Program Maker Rebate Bukan Hanya Digunakan Kalshi
Kalshi bukan satu-satunya platform perdagangan yang memberikan insentif kepada market maker.
Sejumlah platform derivatif juga memiliki program maker rebate untuk meningkatkan likuiditas.
Hyperliquid, misalnya, mencantumkan maker rebate berdasarkan tingkat volume perdagangan tertentu dalam struktur biayanya. Binance juga memiliki program likuiditas untuk pasar spot dan futures dengan struktur biaya yang dapat memberikan rebate kepada peserta yang memenuhi persyaratan.
Karena itu, keberadaan program maker rebate tidak dengan sendirinya membuktikan adanya wash trading. Penilaian terhadap aktivitas tersebut membutuhkan bukti mengenai pola transaksi dan pihak yang terlibat.
Hubungan Jump Trading dan Kalshi Ikut Disorot
Beni juga mengaitkan perdebatan tersebut dengan hubungan Kalshi dan perusahaan trading Jump Trading.
Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa Jump disebut akan memperoleh kepemilikan kecil di Kalshi sebagai imbalan atas penyediaan likuiditas. Laporan tersebut mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Jump juga pernah menyediakan likuiditas dalam transaksi prediction market khusus Kalshi yang melibatkan kontrak carbon allowance.
Namun, tidak ada dokumen resmi atau catatan penegakan hukum yang ditinjau dalam laporan ini yang mengidentifikasi Jump sebagai pihak yang bertanggung jawab atas volume ETH-PERP yang dipersoalkan Beni.
Dengan demikian, hubungan bisnis antara Jump dan Kalshi tidak dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi wash trading.
Kalshi Gunakan Sistem Pengawasan Perdagangan
Kalshi sebelumnya mengumumkan kerja sama multi-tahun dengan Nasdaq Market Surveillance.
Menurut Kalshi, sistem tersebut mencakup event contracts dan perpetual futures. Sistem ini ditujukan untuk membantu mendeteksi potensi manipulasi, insider trading, serta aktivitas perdagangan yang dianggap tidak wajar.
Namun, pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari Kalshi mengenai sistem pengawasannya dan bukan audit independen yang membuktikan atau membantah tudingan terhadap volume ETH-PERP.
Tuduhan Wash Trading Belum Terbukti
Perdebatan mengenai volume ETH-PERP Kalshi masih berada pada tahap tudingan dan bantahan.
Beni mempertanyakan apakah tingginya volume perdagangan sejalan dengan open interest dan struktur insentif Kalshi. Di sisi lain, Kalshi mengatakan terdapat perbedaan antara prediction market dan perpetual futures serta menegaskan bahwa transaksi yang terkait wash trading tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan rebate.
Hingga informasi yang tersedia dalam laporan ini, belum terdapat temuan regulator atau bukti independen yang menetapkan bahwa Kalshi melakukan wash trading pada pasar ETH-PERP.
Beni juga mengatakan telah memperoleh informasi baru yang belum dipublikasikan dan sedang berkonsultasi dengan pengacara sebelum menyampaikan informasi tersebut. Pada saat laporan ini ditulis, informasi tambahan tersebut belum disertai dokumen regulator atau bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
0 Comments