Mentan Amran Janji Tidak Impor Gula Tahun Ini
Pemerintah Optimistis Indonesia Tidak Impor Gula Konsumsi pada 2026, Proyek Tebu Skala Besar Dikebut
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia tidak perlu mengimpor gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi pada 2026. Keyakinan tersebut didasarkan pada kesiapan produksi dalam negeri yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan nasional, seiring dengan percepatan pengembangan perkebunan tebu skala besar, khususnya di Jawa Timur.
Amran menyampaikan bahwa produksi gula nasional pada 2026 ditargetkan mencapai sekitar 3,4 juta ton, sejalan dengan peningkatan luas tanam dan produktivitas tebu. Salah satu proyek utama yang sedang dipersiapkan adalah pengembangan perkebunan tebu oleh PTPN dengan porsi sekitar 50 persen dari total area tebu di Jawa Timur.
“Produksi kita direncanakan mencapai 3,4 juta ton tahun ini. PTPN mengelola sekitar 50 persen tebu di Jawa Timur. Dengan kondisi ini, kita pastikan tidak ada impor gula putih,” ujar Amran saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Indonesia Bersiap Ekspor Beras pada 2026
Selain menegaskan target swasembada gula konsumsi, Amran juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk mulai mengekspor beras pada 2026. Ekspor tersebut akan dilakukan apabila serapan beras oleh Perum Bulog mampu menyamai capaian tahun sebelumnya.
“Saya tidak minta lebih, cukup sama dengan serapan tahun lalu. Kalau itu tercapai, hampir pasti kita bisa ekspor beras tahun ini. Ini bisa menjadi sejarah pertama Indonesia,” kata Amran.
Langkah ini menunjukkan perubahan signifikan kebijakan pangan nasional, dari ketergantungan impor menjadi orientasi swasembada dan ekspor, seiring dengan peningkatan produksi dan perbaikan tata kelola cadangan pangan.
Pengetatan Pengawasan Pupuk dan Distribusi Pangan
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga memaparkan langkah tegas pemerintah dalam menata sektor pupuk dan distribusi pangan. Selama satu tahun terakhir, Kementerian Pertanian telah mencabut sekitar 2.300 izin usaha terkait pupuk akibat pelanggaran, terutama penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Tak hanya itu, sebanyak 92 pejabat internal di lingkungan Kementerian Pertanian juga dicopot dari jabatannya. Sebagian dari mereka bahkan diproses secara hukum sebagai bagian dari upaya bersih-bersih dan reformasi tata kelola sektor pertanian.
“Kami tidak main-main. Pengawasan pupuk dan distribusi pangan harus bersih dan tepat sasaran, karena ini menyangkut langsung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional,” tegas Amran.
Tidak Ada Impor Gula Konsumsi, Hanya Gula Industri
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga telah memastikan bahwa tidak akan ada impor gula konsumsi pada 2026. Namun, pemerintah tetap membuka keran impor untuk gula industri, yang digunakan sebagai bahan baku sektor makanan, minuman, dan farmasi.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, menegaskan bahwa gula konsumsi dan gula industri merupakan dua komoditas yang berbeda, baik dari segi kualitas maupun peruntukan.
“Gula konsumsi tidak ada impor. Jadi untuk kebutuhan rumah tangga, kita pastikan seluruhnya dari produksi dalam negeri,” ujar Tatang di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Kuota Impor Gula Industri 2026
Adapun untuk mendukung kebutuhan sektor industri, pemerintah telah menetapkan kuota impor gula industri sebesar 3,63 juta ton pada 2026. Kuota tersebut terdiri dari:
-
3,12 juta ton gula bahan baku industri, dan
-
508 ribu ton yang masuk melalui fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) serta Kawasan Berikat (KB).
Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya saing industri nasional tanpa mengganggu pasar gula konsumsi dalam negeri dan harga di tingkat petani.
Menuju Swasembada Gula Nasional
Target penghentian impor gula pasir putih pada 2026 merupakan bagian dari agenda besar pemerintah menuju swasembada gula nasional. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah telah memperluas penanaman tebu di berbagai daerah sentra produksi, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendorong modernisasi pabrik gula.
Sebelumnya, Amran juga menegaskan bahwa penghentian impor white sugar merupakan tahap awal. Setelah itu, pemerintah akan menargetkan swasembada untuk jenis gula lainnya.
“Insyaallah white sugar paling lambat tahun depan sudah tidak impor. Target berikutnya adalah gula halus. Tapi yang terpenting, tahun depan kita pastikan tidak impor gula pasir putih lagi,” kata Amran saat berada di Kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas), Jakarta, Senin (13/10/2025).
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional semakin kuat, petani tebu mendapatkan kepastian pasar, serta Indonesia mampu bertransformasi dari negara pengimpor menjadi produsen dan eksportir pangan.
0 Comments