XRP Diam-Diam Mengunci Posisi di Sistem Keuangan: ETF, Obligasi Negara dan Transaksi USD 1 Triliun
XRP Memasuki Era ETF Saat Institusi Besar Mengamankan Posisi Bernilai Miliaran Dolar
XRP memasuki fase baru seiring hadirnya produk exchange-traded fund (ETF) dan semakin banyak institusi besar yang secara diam-diam mengamankan posisi bernilai miliaran dolar.
Pada 6 Januari 2026, Ripple membagikan ulang unggahan dari RippleX, platform pengembang blockchain milik Ripple. Unggahan tersebut menjelaskan bagaimana peran XRP terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari sistem settlement, regulasi, keuangan institusional, ETF, hingga aset dunia nyata (real-world assets).
RippleX menjelaskan bahwa XRP dirancang sebagai aset digital yang berfungsi untuk settlement cepat dan likuiditas. XRP berperan sebagai jembatan netral yang memungkinkan perpindahan nilai antar sistem pembayaran, stablecoin, aset keuangan yang ditokenisasi, serta kolateral. RippleX juga mengingatkan kembali bahwa XRP Ledger (XRPL) diluncurkan pada 2012 dengan total suplai tetap sebanyak 100 miliar XRP yang tidak dapat diubah oleh pihak mana pun.
Dari sisi regulasi dan ukuran pasar, XRP disebut telah memiliki kejelasan hukum di Amerika Serikat dan tetap berada di jajaran tiga besar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. XRP Ledger merupakan blockchain publik dan terdesentralisasi dengan lebih dari 116 validator independen dan 910 node publik. Jaringan ini beroperasi secara independen dari Ripple sebagai perusahaan, dengan XRP sebagai aset utama untuk settlement dan likuiditas.
RippleX juga menjelaskan cara kerja XRPL yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Association. Model ini tidak memerlukan mining maupun staking, serta mampu menyelesaikan transaksi dalam waktu tiga hingga lima detik. Sejak diluncurkan, XRPL telah memproses lebih dari 4 miliar transaksi, menutup lebih dari 100 juta ledger, mendukung sekitar 6,4 juta wallet, dan menyelesaikan transaksi senilai lebih dari USD 1 triliun.
Dalam hal aset dunia nyata, XRPL masuk dalam daftar 10 blockchain teratas untuk aktivitas real-world assets. Beberapa penerbit besar yang telah memanfaatkan jaringan ini antara lain Ondo Finance, OpenEden, Archax dan abrdn, Guggenheim Treasury Services, Mercado Bitcoin, VERT, serta Dubai Land Department.
Ekosistem stablecoin di XRPL juga terus berkembang. Sejumlah stablecoin seperti RLUSD, USDC, XSGD, AUDD, BBRL/USBD, dan EURCV telah aktif di jaringan ini. XRP sering digunakan sebagai pasangan likuiditas (liquidity pair) untuk mempermudah pertukaran stablecoin dan aset lainnya secara efisien.
Adopsi oleh institusi menjadi salah satu sorotan utama. RippleX mengungkapkan bahwa XRP kini memiliki treasury institusional pertamanya melalui Evernorth, yang telah mengamankan komitmen lebih dari USD 1 miliar. Hal ini menandai perubahan peran XRP, dari sekadar aset yang diperdagangkan menjadi aset yang diregulasi dan dicatat di neraca keuangan institusi.
Akses investasi bagi investor tradisional juga semakin luas. XRP kini telah didukung oleh beberapa ETF spot, termasuk produk dari Bitwise, Canary Capital, Franklin Templeton, dan Grayscale. Kehadiran ETF ini membuka jalan bagi adopsi XRP secara lebih luas di pasar keuangan arus utama.
Terakhir, RippleX menyebutkan bahwa wrapped XRP memperluas kegunaannya ke luar XRPL. Aset ini kini dapat digunakan di XRPL EVM sidechain serta berbagai ekosistem lain seperti Ethereum, Solana, Optimism, dan HyperEVM.
0 Comments