Bitcoin Turun di Bawah US$91.000

Bitcoin Turun di Bawah US$91.000

Bitcoin Turun di Bawah US$91.000, Pasar Kripto Berfluktuasi

Harga Bitcoin turun ke bawah level US$91.000 pada 8 Januari, melanjutkan pelemahan jangka pendek di pasar kripto. Berdasarkan data pasar HTX, aset kripto terbesar di dunia ini mencatat penurunan sekitar 2,08% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan tersebut terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar, seiring investor merespons berbagai faktor global, termasuk ketidakpastian kondisi ekonomi makro, aksi ambil untung setelah reli harga sebelumnya, serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat.

Bitcoin sebelumnya bergerak mendekati level resistensi penting, sehingga mendorong sebagian trader dan investor untuk merealisasikan keuntungan. Tekanan jual pun meningkat dalam jangka pendek.

Analis menilai pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga global, penguatan dolar AS, serta perkembangan regulasi industri aset digital di berbagai negara. Data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu kekhawatiran bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga menekan minat terhadap aset berisiko seperti kripto.

Meski mengalami koreksi, Bitcoin masih mencatatkan kinerja positif secara tahunan, didukung oleh meningkatnya partisipasi investor institusional, adopsi produk investasi berbasis Bitcoin seperti ETF, serta minat dari investor jangka panjang. Data on-chain menunjukkan bahwa investor besar atau “whale” cenderung masih menahan aset mereka, mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Volume perdagangan juga terlihat meningkat saat harga turun, menandakan aktivitas pasar yang cukup tinggi. Analis menyebut level US$90.000 berpotensi menjadi area support psikologis, sementara pemulihan di atas US$92.000 dapat membuka peluang penguatan lanjutan.

Ke depan, pasar kripto diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan ekonomi global dan sentimen investor. Pelaku pasar pun terus mencermati rilis data ekonomi dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin selanjutnya.