Pemerintah Amerika Gelontorkan Dana Rp32 Triliun untuk Pengembangan Teknologi Quantum Kripto

Pemerintah Amerika Gelontorkan Dana Rp32 Triliun untuk Pengembangan Teknologi Quantum Kripto

Amerika Serikat mempercepat ambisinya di sektor komputasi kuantum. Departemen Perdagangan AS resmi menandatangani kerja sama dengan sembilan perusahaan strategis di bidang quantum computing melalui pendanaan senilai US$2,013 miliar dari CHIPS and Science Act.

Di bawah pemerintahan baru Donald Trump, pemerintah AS tidak hanya memberikan hibah, tetapi juga mengambil kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan tersebut.

Raksasa teknologi IBM mendapatkan porsi terbesar, yakni sekitar US$1 miliar untuk membangun pabrik chip kuantum bernama “Anderon” di New York. GlobalFoundries menerima US$375 juta, sementara perusahaan seperti D-Wave Quantum, Rigetti Computing, dan Infleqtion diperkirakan masing-masing memperoleh sekitar US$100 juta. Startup Diraq disebut akan menerima US$38 juta.

Tujuan utama investasi ini adalah mempercepat pengembangan komputer kuantum fault-tolerant pada periode 2028 hingga 2030. Sejumlah peneliti menilai target tersebut realistis dan dapat memperkuat dominasi teknologi serta geopolitik Amerika Serikat.

Perkembangan ini juga mulai memicu kekhawatiran di industri crypto.

Komputer kuantum menggunakan qubit yang mampu memproses perhitungan jauh lebih cepat dibanding superkomputer saat ini. Teknologi tersebut dinilai berpotensi membobol sistem enkripsi public-key seperti ECDSA yang digunakan Bitcoin. Jika hal itu terjadi, hacker bisa saja mengakses wallet crypto dengan memecahkan private key dari data publik yang sudah tersedia di blockchain.

Karena risiko tersebut, komunitas crypto kini berlomba mengembangkan sistem keamanan tahan komputasi kuantum atau post-quantum cryptography (PQC).

Menurut laporan dari Project Eleven, mesin yang mampu membobol enkripsi Bitcoin dan Ethereum diperkirakan dapat muncul paling cepat pada 2030.

Ke depan, proyek crypto yang mampu cepat mengadopsi teknologi keamanan tahan kuantum diprediksi menjadi pemenang. Sementara blockchain lama atau wallet yang sudah tidak aktif berisiko menjadi sasaran empuk serangan siber ketika komputer kuantum generasi baru mulai digunakan secara luas.