Pendapatan dari Penambangan Bitcoin TeraWulf Merosot 73%, Segmen AI Berkontribusi 71% terhadap Total Pendapatan

Pendapatan dari Penambangan Bitcoin TeraWulf Merosot 73%, Segmen AI Berkontribusi 71% terhadap Total Pendapatan

TeraWulf mencatat penurunan tajam pada pendapatan dari aktivitas mining Bitcoin pada kuartal II 2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan dari bisnis penambangan Bitcoin turun 73% secara tahunan (year-on-year/YoY), dari US$47,6 juta menjadi hanya US$12,8 juta.

Di sisi lain, bisnis penyewaan infrastruktur untuk High-Performance Computing (HPC) dan kecerdasan buatan (AI) terus berkembang pesat. Segmen ini menghasilkan pendapatan sebesar US$31,9 juta atau sekitar 71% dari total pendapatan perusahaan, sehingga total pendapatan TeraWulf pada kuartal II mencapai US$44,8 juta. Meski berhasil mengimbangi sebagian penurunan bisnis mining, total pendapatan perusahaan masih turun sekitar 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perubahan tersebut menunjukkan strategi TeraWulf yang semakin mengalihkan fokus dari penambangan Bitcoin ke bisnis pusat data AI. Sebagian fasilitas mining di kampus Lake Mariner, New York, kini mulai dialihkan untuk mendukung layanan HPC melalui kontrak jangka panjang, menjadikan bisnis AI sebagai sumber pendapatan utama perusahaan.

Chief Financial Officer (CFO) TeraWulf, Patrick Fleury, mengatakan kuartal ini menjadi tonggak penting dalam transformasi model bisnis perusahaan. Menurutnya, kontribusi HPC yang mencapai 71% dari total pendapatan menunjukkan bahwa bisnis AI kini menjadi pendorong utama pertumbuhan TeraWulf.

Investasi AI Masih Menekan Kinerja Keuangan

Di balik pertumbuhan bisnis AI, TeraWulf masih menghadapi tekanan keuangan akibat besarnya investasi untuk membangun infrastruktur pusat data. Pada kuartal II, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar US$940,8 juta. Sebagian besar kerugian tersebut berasal dari penyesuaian akuntansi atas kewajiban waran (warrant liabilities) senilai US$755,7 juta yang tidak melibatkan arus kas.

Secara keseluruhan, rugi bersih TeraWulf sepanjang tahun ini telah mencapai sekitar US$1,4 miliar.

Meski demikian, perusahaan terus memperluas kapasitas pusat datanya. Hingga akhir Juni, fasilitas Lake Mariner memiliki kapasitas IT sebesar 81 megawatt (MW) yang telah menghasilkan pendapatan. Setelah penambahan kapasitas pada awal Juli, total kapasitas meningkat menjadi 102 MW.

Penambahan tersebut juga mengaktifkan dukungan kredit senilai US$600 juta dari Google untuk mendukung kewajiban sewa Fluidstack. Selain itu, TeraWulf masih membangun tambahan kapasitas sebesar 336 MW yang ditargetkan mulai menghasilkan pendapatan pada paruh kedua 2026.

CEO TeraWulf, Paul Prager, mengatakan perusahaan kini telah beralih dari tahap pembangunan fondasi menuju fase ekspansi bisnis AI. Menurutnya, kepemilikan infrastruktur listrik akan menjadi keunggulan strategis karena kebutuhan daya untuk pusat data AI terus meningkat.

Sebagai bagian dari ekspansi tersebut, setelah kuartal II berakhir TeraWulf menandatangani kontrak sewa selama 20 tahun dengan perusahaan AI Anthropic. Dalam kerja sama itu, TeraWulf akan menyediakan sekitar 401 MW kapasitas pusat data di kampus Justified, Kentucky.

Kontrak tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar US$19 miliar. Nilainya bahkan berpotensi meningkat hingga sekitar US$33 miliar apabila Anthropic menggunakan dua opsi perpanjangan kontrak masing-masing selama lima tahun.

Meski ekspansi AI membutuhkan belanja modal yang besar, TeraWulf tetap menargetkan penambahan kapasitas pusat data sebesar 250 MW hingga 500 MW setiap tahun. Perusahaan menyatakan akan terus memilih proyek secara selektif dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan listrik, permintaan pelanggan, skalabilitas infrastruktur, serta potensi imbal hasil jangka panjang.