Penipuan Terungkap: 40.000 Investor Terjebak Skema Ponzi Kripto, Pemimpin Penjualan Dinyatakan Bersalah

Penipuan Terungkap: 40.000 Investor Terjebak Skema Ponzi Kripto, Pemimpin Penjualan Dinyatakan Bersalah

Skema Ponzi Kripto yang Menargetkan 40.000 Investor Terbongkar — Putusan Ini Perkuat Pengawasan Pasar

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada 12 Februari mengumumkan bahwa juri federal menyatakan Ismael Sanchez bertanggung jawab atas penipuan sekuritas dan pelanggaran aturan pendaftaran terkait skema CryptoFX.

Margaret A. Ryan, Direktur Divisi Penegakan SEC, mengatakan:

“Kami puas dengan putusan juri yang menyatakan Mr. Sanchez bersalah atas penipuan dan pelanggaran lainnya karena perannya dalam mengajak investor ritel untuk menanamkan dana mereka dalam skema Ponzi yang merugikan ini. Tindakan ini menunjukkan komitmen kami untuk melindungi investor dan menindak pelaku pelanggaran. Saya juga mengapresiasi tim persidangan atas kerja keras dan profesionalismenya.”

Bukti di persidangan menunjukkan bahwa Sanchez adalah tenaga penjual utama CryptoFX, sebuah skema Ponzi berskala besar yang menargetkan sekitar 40.000 investor. Para investor dijanjikan bahwa dana mereka akan diperdagangkan di pasar aset kripto dan forex. Namun, kenyataannya, dana investor digunakan untuk membayar investor lama (Ponzi payout), membayar komisi tenaga penjual, dan membiayai pengeluaran pribadi.

Dokumen pengadilan tahun 2023 di Pengadilan Distrik AS wilayah Southern District of Texas mengungkap detail tambahan terkait aset kripto dalam kasus ini. Kurator yang ditunjuk pengadilan melaporkan bahwa aset kripto telah dicairkan dari akun Coinbase sebesar $982.924,31 dan dari Blockchain.com sebesar $1.161.140,95. Selain itu, terdapat dana tambahan dari dompet Exodus yang berisi bitcoin (BTC), tether (USDT), dan solana (SOL).

Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa pihak berwenang bekerja sama dengan perusahaan analitik blockchain, Blocktrace Inc., untuk melacak ribuan transaksi dompet kripto. Hasil analisis forensik menunjukkan bahwa para pelaku mengumpulkan lebih dari $300 juta dari investor. Namun, keuntungan dari trading kripto sangat kecil dan tidak cukup untuk membayar imbal hasil yang dijanjikan sebesar 15% per bulan.

Kasus ini menyoroti kompleksitas dalam melacak transaksi aset kripto, termasuk penelusuran aliran dana, pengamanan akses dompet digital, dan potensi pengembalian dana dari transfer aset kripto. Putusan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa regulator akan meningkatkan pengawasan terhadap industri kripto guna melindungi investor dari penipuan.