PEPE Coin Rebound 12%, Whale Borong 45 Miliar Token Usai Hacker Binance Jual Aset

PEPE Coin Rebound 12%, Whale Borong 45 Miliar Token Usai Hacker Binance Jual Aset

PEPE, salah satu meme coin populer di pasar kripto, kembali menarik perhatian investor setelah mengalami volatilitas tinggi akibat aksi jual besar-besaran yang berkaitan dengan insiden peretasan Binance. Harga PEPE berhasil rebound ke level US$0,00000511 atau naik sekitar 12% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini terjadi setelah sejumlah trader besar dan pemilik dompet kripto (whale) kembali mengakumulasi PEPE. Salah satu transaksi yang menjadi sorotan adalah pembelian sekitar 45,08 miliar token PEPE senilai US$206.500 oleh trader yang dikenal dengan nama dimethyltryptamine.eth.

Aktivitas pembelian tersebut terjadi tidak lama setelah peretas Binance menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan PEPE miliknya. Aksi jual dalam jumlah besar sebelumnya sempat menekan harga token tersebut hingga mengalami penurunan lebih dari 12%.

Whale Kembali Borong PEPE Setelah Aksi Jual Hacker Binance

Perusahaan analisis blockchain Lookonchain melaporkan bahwa trader dimethyltryptamine.eth membeli sekitar 45,08 miliar PEPE dengan nilai transaksi mencapai US$206.500.

Trader tersebut sebelumnya juga dikenal karena berhasil mengakumulasi sekitar 5,9 triliun PEPE hanya dengan modal 0,125 ETH atau sekitar US$251 pada saat pembelian. Kepemilikan tersebut pernah mencapai nilai puncak sekitar US$100 juta.

Pembelian terbaru ini menunjukkan bahwa sebagian investor besar masih melihat peluang pada PEPE meskipun pasar sedang mengalami tekanan.

Di sisi lain, peretas Binance dilaporkan telah menjual sekitar 7,77 triliun PEPE dengan nilai transaksi mencapai US$31,66 juta. Hasil penjualan tersebut kemudian ditukar ke Ethereum (ETH).

Besarnya jumlah token yang dilepas ke pasar turut meningkatkan tekanan jual dan memicu penurunan harga PEPE lebih dari 12%.

Meski demikian, aksi akumulasi oleh whale belum tentu menjadi tanda bahwa harga PEPE akan terus meningkat. Pasalnya, pergerakan meme coin sangat dipengaruhi sentimen pasar dan aktivitas spekulasi trader.

Analisis Teknikal PEPE: Harga Kembali di Atas Moving Average

Dari sisi teknikal, data TradingView menunjukkan bahwa PEPE berhasil kembali bergerak di atas indikator Simple Moving Average (SMA) 50 hari dan 200 hari.

SMA 50 hari berada di sekitar US$0,00000419, sedangkan SMA 200 hari berada di level US$0,00000348. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan momentum harga setelah tekanan jual sebelumnya.

PEPE juga berhasil kembali melewati area resistance US$0,00000464. Level tersebut kini berpotensi menjadi support apabila tekanan beli tetap terjaga.

Indikator Relative Strength Index (RSI) turut menunjukkan peningkatan momentum. RSI PEPE tercatat naik menjadi 62,41, lebih tinggi dibandingkan rata-rata sinyalnya di level 56,05.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa minat beli mulai menguat. Namun, RSI masih berada di bawah level 70 yang umumnya digunakan sebagai batas kondisi jenuh beli atau overbought.

Untuk pergerakan selanjutnya, PEPE menghadapi resistance terdekat di US$0,00000550. Level tersebut merupakan harga tertinggi harian terbaru yang perlu ditembus untuk memperkuat potensi kenaikan.

Sementara itu, apabila harga kembali turun di bawah US$0,00000464, pemulihan PEPE berpotensi melemah. Support berikutnya berada di sekitar US$0,00000386.

Open Interest PEPE Mendekati US$400 Juta

Selain pergerakan harga, aktivitas perdagangan derivatif PEPE juga menunjukkan peningkatan.

Data CoinGlass memperlihatkan bahwa open interest PEPE sempat melonjak mendekati US$400 juta pada akhir Oktober sebelum kembali turun ke kisaran US$365 juta.

Open interest merupakan jumlah total kontrak derivatif yang masih terbuka dan belum diselesaikan. Peningkatan indikator ini menunjukkan semakin aktifnya trader dalam memperdagangkan kontrak futures dan perpetual PEPE.

Kenaikan open interest bersamaan dengan penguatan harga mengindikasikan bahwa eksposur trader terhadap PEPE semakin besar.

Namun, peningkatan open interest tidak secara otomatis menunjukkan bahwa mayoritas trader sedang mengambil posisi bullish. Indikator tersebut tidak membedakan jumlah posisi long dan short.

Untuk mengetahui arah pasar dengan lebih jelas, trader juga perlu memperhatikan funding rate dan data likuidasi. Kedua indikator tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai dominasi posisi beli atau jual serta potensi tekanan likuidasi.

Prospek Harga PEPE Masih Dibayangi Volatilitas

Pemulihan harga PEPE dan meningkatnya akumulasi oleh whale memberikan sinyal positif bagi pasar meme coin tersebut. Namun, pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level support dan menembus resistance terdekat.

Level US$0,00000550 menjadi area penting yang perlu diperhatikan untuk mengonfirmasi keberlanjutan momentum bullish.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan harga di atas US$0,00000464 dapat membuka peluang terjadinya tekanan jual kembali.

Dengan meningkatnya aktivitas perdagangan derivatif dan besarnya transaksi whale, PEPE masih berpotensi mengalami pergerakan harga yang tajam.

Investor dan trader perlu mencermati perkembangan pasar secara hati-hati karena kenaikan harga dalam jangka pendek belum tentu menjadi awal dari tren bullish yang berkelanjutan.