Pergerakan Harga Emas Antam pada 3 Juni 2026, Simak Detailnya

Pergerakan Harga Emas Antam pada 3 Juni 2026, Simak Detailnya

Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil pada perdagangan Rabu (3/6/2026) setelah mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Stabilnya harga emas domestik terjadi di tengah pergerakan harga emas global yang kembali menguat seiring meningkatnya perhatian investor terhadap perkembangan geopolitik dan prospek kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini tetap berada di level Rp2.774.000 per gram. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan perdagangan Selasa (2/6/2026), setelah sebelumnya mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Sementara itu, harga buyback atau harga yang digunakan Antam untuk membeli kembali emas dari masyarakat juga tidak mengalami perubahan. Harga buyback masih bertahan di level Rp2.584.000 per gram. Dengan demikian, masyarakat yang ingin menjual emas batangan miliknya kepada Antam pada hari ini akan memperoleh harga sesuai nilai tersebut.

Stabilnya harga emas domestik menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menunggu perkembangan sejumlah sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah harga logam mulia dalam jangka pendek. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diburu karena dianggap mampu menjaga nilai aset saat kondisi pasar bergejolak.

Meski mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir, harga emas Antam masih berada di level yang relatif tinggi secara historis. Sebagai perbandingan, emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026 dengan harga mencapai Rp3.168.000 per gram. Pada saat yang sama, harga buyback juga mencatat rekor di level Rp2.989.000 per gram.

Jika dibandingkan dengan posisi saat ini, harga emas Antam masih berada sekitar Rp394.000 di bawah rekor tertingginya. Namun demikian, secara tahunan harga emas masih mencatat kenaikan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didukung oleh tingginya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Analis menilai harga emas dalam negeri masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan. Selain dipengaruhi oleh harga emas dunia, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor penting yang menentukan harga emas Antam di pasar domestik.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian harga emas Antam pada Rabu, 3 Juni 2026:

  • 0,5 gram: Rp1.437.500
  • 1 gram: Rp2.774.000
  • 2 gram: Rp5.498.000
  • 3 gram: Rp8.229.000
  • 5 gram: Rp13.685.000
  • 10 gram: Rp27.290.000
  • 25 gram: Rp68.060.000
  • 50 gram: Rp135.955.000
  • 100 gram: Rp271.760.000
  • 250 gram: Rp679.090.000
  • 500 gram: Rp1.357.900.000
  • 1.000 gram: Rp2.714.600.000

Harga Emas Dunia Kembali Menguat

Di pasar internasional, harga emas berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa atau Rabu pagi waktu Indonesia. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah perkembangan terbaru konflik geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, harga emas berjangka AS ditutup naik 0,3% menjadi US$4.519,90 per troy ounce. Penguatan ini memperlihatkan bahwa investor masih mempertahankan eksposur terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS dalam beberapa sesi perdagangan terakhir juga turut memberikan dukungan terhadap harga emas. Ketika nilai dolar melemah, emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain sehingga berpotensi meningkatkan permintaan.

Menanti Kepastian dari Timur Tengah

Perhatian pasar saat ini tertuju pada perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, memunculkan harapan bahwa ketegangan yang terjadi dapat mereda dalam waktu dekat.

Kantor berita Mehr melaporkan bahwa pemerintah Iran tengah mempelajari proposal terbaru dari AS terkait upaya penyelesaian konflik. Meski belum ada kesepakatan final, perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang terus dicermati investor global.

Analis pasar dari Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan arah harga emas dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik dan sejumlah indikator ekonomi utama.

“Tren pasar emas bergantung pada arah harga minyak, imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan pergerakan dolar AS. Ketiga faktor tersebut saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Timur Tengah,” ujar Razaqzada.

Menurutnya, pasar emas masih berada dalam fase konsolidasi karena investor memilih menunggu kepastian sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.

“Untuk kembali melihat reli yang lebih kuat, pasar membutuhkan katalis baru yang mampu menarik minat beli. Saat ini sebagian besar investor masih mengambil sikap wait and see,” tambahnya.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Sorotan

Selain perkembangan geopolitik, investor juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Laporan ketenagakerjaan sektor swasta versi ADP yang dirilis pada Rabu serta data Non-Farm Payroll (NFP) pada Jumat menjadi fokus utama pasar minggu ini. Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS dan kemungkinan langkah The Fed terkait suku bunga acuan.

Apabila data ketenagakerjaan menunjukkan perlambatan ekonomi, peluang penurunan suku bunga oleh The Fed dapat meningkat. Kondisi tersebut umumnya menjadi sentimen positif bagi harga emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam mulia.

Sebaliknya, jika data ekonomi AS tetap kuat, ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka lebih lama dapat membatasi ruang kenaikan harga emas.

Prospek Emas Jangka Panjang Masih Positif

Di sisi lain, Commerzbank memangkas proyeksi harga emas pada akhir tahun 2026 menjadi US$4.800 per troy ounce dari perkiraan sebelumnya sebesar US$5.000 per troy ounce.

Meski demikian, bank asal Jerman tersebut tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang logam mulia. Commerzbank mempertahankan target harga emas di level US$5.200 per troy ounce pada akhir 2027.

Menurut mereka, sejumlah faktor fundamental masih mendukung tren kenaikan emas dalam jangka panjang. Faktor-faktor tersebut antara lain pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, tingginya utang pemerintah di berbagai negara maju, serta upaya diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS ke aset emas.

Dengan kombinasi sentimen geopolitik, arah suku bunga global, dan permintaan bank sentral yang masih kuat, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu aset yang menarik untuk dipantau investor sepanjang 2026 hingga beberapa tahun mendatang.