Ripple, JPMorgan & Mastercard Selesaikan Transaksi Treasury yang Ditokenisasi Pertama
Bagaimana Ripple Menghubungkan Blockchain dengan Penyelesaian Bank
Ondo Finance memproses penebusan token OUSG milik Ripple di XRP Ledger, yaitu blockchain publik. Setelah itu, Mastercard melalui jaringan Multi-Token Network mengirim instruksi settlement ke Kinexys, unit blockchain milik JPMorgan. JPMorgan kemudian mengirimkan dolar AS ke rekening bank Ripple di Singapura.
Namun, pengiriman uang dalam dolar tersebut tetap dilakukan melalui sistem perbankan tradisional, bukan sepenuhnya di blockchain. Model “hybrid” ini memungkinkan institusi keuangan menggunakan blockchain untuk proses yang lebih cepat, tetapi tetap memakai sistem bank yang teregulasi untuk perpindahan uang fiat.
Keempat perusahaan tersebut menyebut ini sebagai pertama kalinya aset tokenisasi diselesaikan lintas negara dan bank hampir secara real-time di luar jam operasional perbankan normal. OUSG sendiri adalah salah satu produk Treasury yang ditokenisasi terbesar, dan baru-baru ini hadir di XRP Ledger untuk memperluas akses institusional.
Zack Chestnut, Head of Commercial Kinexys di JPMorgan, mengatakan bahwa uji coba ini merupakan langkah penting menuju pembentukan kerangka pasar aset tokenisasi berskala institusional.
Dorongan Besar ke Arah Tokenisasi
Nilai tokenisasi obligasi pemerintah AS (U.S. Treasuries) saat ini mencapai sekitar $15 miliar menurut RWA.xyz. Angka ini masih kecil dibandingkan pasar Treasury AS yang mencapai $30 triliun, tetapi pertumbuhannya sangat cepat sejak 2024 karena bank dan manajer aset mulai menguji penyelesaian transaksi di blockchain publik.
Banyak perusahaan besar juga mulai masuk ke sektor ini. Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) berencana meluncurkan layanan tokenisasi pada Oktober, termasuk untuk obligasi Treasury. Nasdaq juga sedang mempersiapkan perdagangan saham dan ETF yang sudah ditokenisasi.
JPMorgan sendiri sudah menggunakan platform Kinexys untuk berbagai kebutuhan seperti settlement valuta asing, deposit token, dan transfer dolar korporasi. Sementara itu, Ripple terus mengembangkan XRP Ledger dengan fitur yang ramah institusi, termasuk akses berbasis izin (permissioned) dan teknologi privasi seperti zero-knowledge.
0 Comments