Samsung Wallet Siap Dukung Stablecoin Native, Satu Token Berpotensi Digunakan 800 Juta Pengguna
Samsung Wallet Bakal Dukung Stablecoin Native, tetapi Detail Implementasinya Masih Belum Jelas
Komunitas kripto menyoroti pengumuman Samsung pekan ini setelah perusahaan menyebut dalam rangkuman resmi Galaxy Unpacked bahwa pembaruan Samsung Wallet “juga akan mendukung stablecoin” dan menghadirkan kemampuan stablecoin secara native di smartphone.
Pernyataan tersebut memicu spekulasi mengenai stablecoin, penerbit (issuer), maupun blockchain mana yang nantinya akan dipilih Samsung untuk diintegrasikan ke dalam Samsung Wallet.
Namun, hingga saat ini Samsung belum memberikan spesifikasi produk secara rinci.
Perusahaan belum mengumumkan stablecoin atau penerbit yang akan didukung, blockchain yang digunakan, model penyimpanan (custody) dan penukaran (redemption), negara yang akan mendapat akses, fitur yang tersedia, maupun jadwal peluncurannya. Samsung juga tidak memperkenalkan dompet kripto baru dalam acara Galaxy Unpacked, sementara Samsung Wallet sendiri sebenarnya telah memiliki sejumlah fitur terkait aset digital sebelumnya.
Meski begitu, banyak pelaku industri menilai pengumuman ini penting karena implementasi akhirnya akan menentukan besarnya dampak terhadap adopsi stablecoin.
Jika Samsung Wallet memungkinkan pengguna menyimpan, mengirim, menerima, atau membayar menggunakan stablecoin secara langsung, maka stablecoin yang dipilih berpotensi memperoleh distribusi dan adopsi yang sangat luas.
Sebaliknya, jika Samsung hanya menyediakan koneksi ke layanan mitra atau sekadar menampilkan saldo akun pihak ketiga, dampaknya terhadap penggunaan stablecoin kemungkinan akan jauh lebih terbatas.
Samsung Wallet Sudah Memiliki Ekosistem Kripto
Sebelum roadmap stablecoin diumumkan, Samsung Wallet telah berfungsi sebagai pusat berbagai layanan digital, mulai dari pembayaran, kunci digital, kartu identitas, boarding pass, hingga beberapa fitur yang berkaitan dengan aset kripto.
Pada Juli 2025, Samsung juga mengumumkan integrasi Samsung Pay dengan Coinbase sebagai metode pembayaran dan deposit bagi pengguna di Amerika Serikat dan Kanada.
Kolaborasi tersebut hanya menghubungkan sistem pembayaran Samsung dengan platform kripto Coinbase. Sementara roadmap stablecoin terbaru berpotensi membawa Samsung lebih jauh ke dalam ekosistem transaksi aset digital, meski hingga kini belum ada kepastian mengenai bentuk implementasinya.
Potensi Distribusi Bergantung pada Desain Produk
Samsung sering dikaitkan dengan angka 800 juta pengguna, tetapi angka tersebut sebenarnya merupakan target jumlah perangkat Galaxy AI pada akhir 2026, bukan jumlah pengguna Samsung Wallet ataupun calon pengguna fitur stablecoin.
Karena itu, angka tersebut tidak bisa langsung dijadikan ukuran potensi adopsi stablecoin.
Samsung memiliki kendali penuh dalam menentukan bagaimana fitur stablecoin akan muncul di Samsung Wallet. Jika sebuah stablecoin dijadikan pilihan utama (default), maka penerbit stablecoin tersebut akan memperoleh eksposur besar di dalam ekosistem Samsung.
Sebaliknya, jika fitur tersebut hanya menjadi pintu masuk menuju akun milik mitra, maka manfaat distribusi kemungkinan lebih banyak dinikmati oleh perusahaan mitra tersebut.
Pilihan Stablecoin, Blockchain, dan Custody Masih Menjadi Misteri
Samsung telah menyediakan ruang bagi fitur stablecoin di Samsung Wallet, tetapi belum mengungkapkan token, blockchain, maupun penyedia layanan yang akan digunakan.
Keputusan mengenai penerbit stablecoin akan menentukan aset digital apa yang digunakan pengguna serta pihak yang bertanggung jawab atas cadangan aset dan proses penukarannya.
Samsung dapat memilih mendukung satu stablecoin, beberapa stablecoin sekaligus, atau hanya menghadirkan layanan melalui penyedia pihak ketiga.
Selain itu, model penyimpanan aset juga akan memengaruhi pengalaman pengguna.
Pada model custodial, aset dan private key dikelola oleh penyedia layanan. Sementara pada model self-custody, pengguna memiliki kendali penuh atas private key mereka sendiri.
Samsung juga belum menjelaskan apakah fitur tersebut memungkinkan pengguna menyimpan stablecoin langsung di Wallet, mentransfernya ke dompet lain, menggunakannya untuk pembayaran, atau hanya menghubungkan saldo dari layanan pihak ketiga.
Dengan kata lain, istilah “mendukung stablecoin” masih memiliki banyak kemungkinan implementasi.
Regulasi Menjadi Faktor Penting
Desain produk juga akan menentukan kewajiban hukum dan kepatuhan regulasi.
Di Amerika Serikat, GENIUS Act telah menetapkan kerangka regulasi bagi penerbit stablecoin pembayaran beserta layanan kustodian. Sementara itu, Uni Eropa menerapkan regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) untuk mengatur penerbit aset kripto dan penyedia layanannya.
Samsung sendiri belum menyatakan apakah perusahaan akan bertindak sebagai penerbit stablecoin, penyedia kustodian, ataupun penyedia layanan penukaran.
Selain itu, pemilihan blockchain juga menjadi aspek penting.
Jika Samsung hanya mendukung satu blockchain, maka jaringan tersebut akan menjadi jalur utama seluruh transaksi stablecoin di Samsung Wallet.
Sebaliknya, jika mendukung banyak blockchain sekaligus, Samsung harus mengatasi tantangan interoperabilitas dan perpindahan aset antarjaringan yang lebih kompleks.
Peluncuran Masih Menunggu Kepastian
Samsung juga belum mengumumkan negara mana yang akan memperoleh fitur tersebut lebih dulu maupun perangkat Galaxy apa saja yang akan mendapat pembaruan.
Implementasi di setiap negara kemungkinan akan berbeda mengikuti regulasi lokal. Di satu wilayah pengguna mungkin hanya bisa menyimpan stablecoin, sedangkan di wilayah lain sudah dapat menggunakannya untuk pembayaran maupun transfer.
Kesimpulan
Samsung memang telah memastikan bahwa stablecoin akan hadir di Samsung Wallet, tetapi hampir seluruh detail penting masih belum diungkapkan.
Pasar masih menunggu jawaban mengenai stablecoin yang akan dipilih, blockchain yang digunakan, model custody, mekanisme penukaran aset, wilayah peluncuran, fitur transaksi yang tersedia, hingga jadwal peluncurannya.
Apabila Samsung benar-benar menghadirkan pengalaman native untuk menyimpan, mengirim, menerima, dan membelanjakan stablecoin langsung melalui Samsung Wallet, langkah tersebut berpotensi menjadi salah satu pendorong terbesar adopsi stablecoin di pasar global. Namun, jika implementasinya hanya berupa integrasi dengan layanan pihak ketiga, dampaknya kemungkinan tidak akan sebesar yang saat ini diperkirakan pasar.
0 Comments