Strategi Bursa Hong Kong Berhasil Mendorong Lonjakan IPO
Bursa Saham Hong Kong Permudah IPO, Targetkan Lebih Banyak Emiten Teknologi dan Perusahaan Global
Bursa saham Hong Kong terus memperkuat daya saingnya sebagai salah satu pusat penggalangan dana terbesar di dunia. Pada Jumat (24/7/2026), Hong Kong Exchanges and Clearing (HKEX) mengumumkan serangkaian reformasi aturan pencatatan saham yang mempermudah perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Hong Kong.
Melalui anak usahanya, Stock Exchange of Hong Kong Limited (SEHK), HKEX menurunkan sejumlah persyaratan pencatatan, termasuk ambang batas kapitalisasi pasar bagi perusahaan yang menggunakan struktur saham kelas ganda (dual-class shares/weighted voting rights atau WVR). Selain itu, bursa juga memperluas akses terhadap mekanisme pengajuan IPO secara rahasia (confidential filing), sebuah langkah yang dinilai dapat menarik lebih banyak perusahaan teknologi, startup, hingga perusahaan internasional untuk melantai di Hong Kong.
Mengutip Channel News Asia, Sabtu (25/7/2026), reformasi tersebut berlaku efektif segera setelah HKEX menyelesaikan konsultasi publik yang memperoleh 73 tanggapan dari investor, emiten, perusahaan sekuritas, penasihat keuangan, hingga pelaku pasar lainnya. Mayoritas responden mendukung perubahan aturan tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Hong Kong.
Hong Kong Ingin Perkuat Posisi sebagai Pusat IPO Asia
Kebijakan baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Hong Kong untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat keuangan internasional di tengah persaingan yang semakin ketat dengan bursa saham lain, seperti Nasdaq di Amerika Serikat, Bursa Singapura (SGX), hingga pasar saham di Timur Tengah.
Sebelumnya, pemerintah Hong Kong juga telah menandatangani kerja sama dengan Malaysia guna mempermudah pencatatan IPO ganda (dual listing) dan pencatatan silang (cross-listing) produk investasi. Kerja sama tersebut diharapkan memperluas akses perusahaan Asia Tenggara terhadap investor global melalui Hong Kong.
Selain itu, HKEX dalam beberapa tahun terakhir juga aktif merevisi aturan pencatatan untuk menarik perusahaan di sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik, bioteknologi, hingga aset digital yang membutuhkan fleksibilitas lebih besar dibanding perusahaan konvensional.
Ambang Kapitalisasi Pasar Dipangkas
Salah satu perubahan terbesar adalah penurunan ambang batas kapitalisasi pasar minimum bagi perusahaan dengan struktur Weighted Voting Rights (WVR), termasuk perusahaan yang telah tercatat di luar negeri.
Kini perusahaan hanya memerlukan kapitalisasi pasar minimal 20 miliar dolar Hong Kong atau sekitar US$2,55 miliar (sekitar Rp45,7 triliun) untuk memenuhi syarat pencatatan. Sebelumnya, persyaratan tersebut mencapai 40 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp91,4 triliun.
Tidak hanya itu, HKEX juga memangkas persyaratan bagi perusahaan luar negeri yang tidak menggunakan struktur WVR. Ambang kapitalisasi pasar minimum diturunkan menjadi 6 miliar dolar Hong Kong dari sebelumnya 10 miliar dolar Hong Kong.
Perubahan ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi perusahaan dengan valuasi menengah yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi untuk mengakses pasar modal Hong Kong.
Persyaratan Pendapatan Juga Dilonggarkan
HKEX juga melonggarkan syarat pendapatan bagi perusahaan yang ingin mencatatkan saham.
Perusahaan dengan kapitalisasi pasar minimal 6 miliar dolar Hong Kong kini cukup membukukan pendapatan tahunan sebesar 600 juta dolar Hong Kong, lebih rendah dibanding aturan sebelumnya yang mensyaratkan kapitalisasi pasar 10 miliar dolar Hong Kong dan pendapatan tahunan 1 miliar dolar Hong Kong.
Relaksasi tersebut diyakini akan memberikan peluang lebih besar bagi perusahaan yang masih berada dalam fase pertumbuhan, tetapi telah memiliki model bisnis yang kuat dan prospek jangka panjang.
Apa Itu Struktur Saham Kelas Ganda?
Struktur saham kelas ganda atau dual-class shares memberikan hak suara yang berbeda kepada kelompok pemegang saham tertentu, biasanya para pendiri perusahaan.
Melalui mekanisme ini, pendiri dapat mempertahankan kendali terhadap arah perusahaan meskipun kepemilikan saham mereka terus berkurang setelah IPO. Model tersebut banyak digunakan oleh perusahaan teknologi global karena memungkinkan manajemen tetap fokus pada strategi jangka panjang tanpa terlalu terpengaruh tekanan investor jangka pendek.
Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Alibaba, Xiaomi, hingga Meituan sebelumnya juga memanfaatkan aturan WVR ketika melakukan pencatatan saham di Hong Kong.
Pengajuan IPO Rahasia Kini Berlaku untuk Semua Perusahaan
Selain memangkas persyaratan pencatatan, HKEX juga memperluas fasilitas confidential filing atau pengajuan IPO secara rahasia.
Sebelumnya, fasilitas ini hanya tersedia bagi perusahaan yang melakukan pencatatan sekunder (secondary listing), perusahaan bioteknologi, serta perusahaan teknologi khusus.
Melalui aturan baru, seluruh calon emiten kini dapat memanfaatkan mekanisme tersebut. Dengan sistem ini, perusahaan dapat mengajukan dokumen kepada regulator tanpa harus langsung mengungkapkan seluruh informasi kepada publik.
Langkah tersebut dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar, terutama bagi perusahaan yang masih menyempurnakan strategi bisnis atau mempertimbangkan waktu terbaik untuk masuk ke pasar.
Penghimpunan Dana IPO Hong Kong Melonjak
Perubahan regulasi dilakukan di tengah kebangkitan aktivitas IPO di Hong Kong sepanjang 2026.
Berdasarkan data LSEG hingga 21 Juli 2026, perusahaan-perusahaan yang melakukan pencatatan saham di Hong Kong telah berhasil menghimpun dana sekitar US$33,8 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$16,4 miliar.
Nilai tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode Januari–Juli sejak 2021, menandakan minat perusahaan terhadap pasar modal Hong Kong kembali meningkat setelah sempat melemah dalam beberapa tahun terakhir akibat perlambatan ekonomi global, suku bunga tinggi, dan ketidakpastian geopolitik.
Analis menilai peningkatan aktivitas IPO didorong oleh membaiknya sentimen investor, stabilnya pasar saham Hong Kong, serta meningkatnya minat terhadap perusahaan teknologi, kecerdasan buatan, energi baru, dan sektor kesehatan.
Dengan serangkaian reformasi terbaru ini, HKEX berharap dapat mempertahankan momentum tersebut sekaligus menarik lebih banyak perusahaan dari China daratan maupun negara lain untuk memilih Hong Kong sebagai lokasi pencatatan saham utama mereka. Langkah ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Hong Kong sebagai salah satu pusat IPO terbesar dan paling kompetitif di dunia.
0 Comments