Solana Catat Volume Perdagangan DEX US$60 Miliar pada Oktober 2026, Nilai Aset RWA Tembus US$5 Miliar
Solana mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam aktivitas ekosistem blockchain sepanjang Oktober 2026. Jaringan ini membukukan volume perdagangan decentralized exchange (DEX) sebesar US$60 miliar. Pada periode yang sama, nilai aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) yang ditokenisasi di jaringan Solana mencapai rekor tertinggi sebesar US$5 miliar.
Pencapaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan blockchain Solana, tidak hanya untuk perdagangan aset kripto, tetapi juga untuk layanan keuangan, pembayaran digital, dan pengelolaan aset institusional.
Pertumbuhan ini turut didukung oleh pembaruan teknologi jaringan melalui Alpenglow, mekanisme konsensus baru yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan konfirmasi transaksi.
Solana Aktifkan Upgrade Alpenglow, Finalitas Transaksi Ditargetkan 150 Milidetik
Pada 21 Oktober 2026, Solana resmi mengaktifkan pembaruan Alpenglow di jaringan mainnet. Upgrade ini menggantikan protokol TowerBFT yang telah digunakan sejak peluncuran awal jaringan pada 2020.
Dikembangkan oleh perusahaan infrastruktur Anza, Alpenglow dirancang untuk mempercepat finalitas transaksi hingga sekitar 150 milidetik. Sebelumnya, waktu finalitas transaksi Solana rata-rata mencapai sekitar 12,8 detik.
Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai aplikasi yang membutuhkan konfirmasi transaksi secara cepat, termasuk platform perdagangan, layanan keuangan institusional, dan sistem pembayaran.
Kecepatan penyelesaian transaksi menjadi faktor penting bagi bursa kripto dan perusahaan pembayaran yang membutuhkan kepastian transaksi secara cepat dan andal.
Meski demikian, target finalitas 150 milidetik tidak selalu menjamin kecepatan yang sama dalam setiap kondisi. Kinerja aktual tetap bergantung pada kondisi jaringan serta pemanfaatan teknologi tersebut oleh pengembang dan pengguna.
Nilai Aset RWA Solana Tembus US$5 Miliar
Selain peningkatan teknologi, pertumbuhan aset dunia nyata atau RWA menjadi salah satu perkembangan penting dalam ekosistem Solana.
Laporan Solana Foundation untuk Oktober menunjukkan nilai aset RWA yang ditokenisasi di jaringan tersebut telah mencapai US$5 miliar. Pencapaian ini mencerminkan meningkatnya minat institusi keuangan terhadap teknologi blockchain untuk pengelolaan aset dan aktivitas keuangan.
Salah satu institusi yang memperluas aktivitasnya di Solana adalah J.P. Morgan Asset Management melalui platform Morgan Money.
Selain itu, sejumlah produk keuangan berbasis tokenisasi juga mulai hadir atau memperluas operasinya di jaringan Solana. Produk tersebut mencakup saham Amerika Serikat yang ditokenisasi, portofolio investasi, pembiayaan perdagangan, hingga produk emas asal Swiss.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa penggunaan Solana semakin beragam. Jaringan tersebut tidak lagi hanya mengandalkan aktivitas perdagangan mata uang kripto, tetapi juga mulai dimanfaatkan untuk berbagai layanan keuangan tradisional.
Di sisi lain, Solana Foundation mengingatkan bahwa nilai RWA dan volume perdagangan DEX merupakan indikator aktivitas yang berbeda. Kedua metrik tersebut tidak dapat disamakan secara langsung sebagai ukuran adopsi jaringan.
Transaksi Stablecoin Solana Meningkat, Pembayaran Tembus US$1 Miliar
Aktivitas stablecoin juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan Solana sepanjang Oktober 2026.
Solana Foundation melaporkan terdapat sekitar 14 juta alamat yang memegang stablecoin di jaringan tersebut. Sementara itu, nilai belanja menggunakan kartu berbasis stablecoin telah melampaui US$1 miliar selama Oktober.
Aktivitas pinjaman stablecoin melalui Solana juga mencapai US$8,94 miliar. Angka tersebut mewakili lebih dari separuh pangsa pasar terkait dalam ekosistem yang dilaporkan oleh yayasan tersebut.
Perkembangan infrastruktur pembayaran turut diperkuat oleh sejumlah perusahaan teknologi.
Samsung mengumumkan dukungan transfer USDC bagi pengguna perangkat Galaxy yang memenuhi persyaratan di Amerika Serikat. Integrasi melalui Samsung Wallet berpotensi menjangkau sekitar 82 juta perangkat.
Sementara itu, perusahaan teknologi keuangan Fiserv meluncurkan Digital Asset Platform bersama Bank of North Dakota melalui produk Roughrider Coin. Transaksi pada platform tersebut diselesaikan menggunakan jaringan Solana.
Berbagai inisiatif ini berpotensi memperluas penggunaan Solana dalam pembayaran konsumen maupun layanan keuangan institusional. Namun, potensi jangkauan perangkat dan integrasi teknologi belum tentu mencerminkan jumlah pengguna aktif atau volume transaksi aktual.
Harga SOL Melemah Meski Ekosistem Solana Berkembang
Di tengah pertumbuhan teknologi dan aktivitas jaringan, kinerja harga token Solana (SOL) justru masih menghadapi tekanan pasar.
Berdasarkan data Goodreturns, pada 6 November 2026, SOL diperdagangkan di sekitar US$90. Harga tersebut mencerminkan penurunan sebesar 5,6% dalam 24 jam dan melemah 6,7% dalam periode mingguan.
Kapitalisasi pasar Solana tercatat sekitar US$53 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai US$3,9 miliar.
Kondisi serupa juga terlihat pada arus dana produk investasi berbasis Solana, termasuk exchange-traded products (ETP).
Menurut data SolanaFloor, total aset kelolaan atau assets under management (AUM) Solana ETF mencapai US$1,33 miliar. Sementara itu, akumulasi arus dana masuk bersih tercatat sebesar US$1,48 miliar hingga 5 November 2026.
Namun, pada 5 November saja, produk investasi tersebut mencatatkan arus dana keluar bersih sebesar US$1,18 juta.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa minat investor institusional terhadap produk investasi Solana masih mengalami fluktuasi, meskipun aktivitas dan perkembangan ekosistem jaringan terus meningkat.
Prospek Solana di Tengah Ekspansi Adopsi Institusional
Pertumbuhan volume DEX, pencapaian nilai RWA sebesar US$5 miliar, serta peningkatan aktivitas stablecoin menunjukkan semakin luasnya penggunaan jaringan Solana.
Upgrade Alpenglow juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan jaringan dalam memproses transaksi dengan lebih cepat. Jika implementasinya berjalan sesuai target dan dimanfaatkan secara luas, pembaruan tersebut berpotensi memperkuat posisi Solana dalam industri blockchain dan layanan keuangan digital.
Meski demikian, pertumbuhan aktivitas jaringan belum tentu langsung diikuti kenaikan harga SOL. Pergerakan token tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan, permintaan investor, serta arus dana institusional.
Dengan perkembangan tersebut, Solana kini menghadapi peluang untuk memperluas perannya sebagai infrastruktur blockchain bagi perdagangan aset digital, tokenisasi aset dunia nyata, dan sistem pembayaran berbasis stablecoin.
0 Comments