Zhao Lusi Tuduh Agensi Menggelapkan Bayarannya
Aktris asal China, Zhao Lusi, kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya foto dirinya yang terlihat lemas duduk di kursi roda. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran penggemar, sekaligus memperkuat isu mengenai kesehatan dan konflik yang tengah ia alami.
Terbaru, melalui platform media sosial Weibo, Zhao Lusi mengungkap tuduhan serius terhadap agensinya, Galaxy Cool Entertainment. Ia menuding perusahaan tersebut melakukan penarikan dana ilegal sebesar 2,05 juta yuan atau sekitar Rp4,6 miliar dari rekening pribadinya. Pernyataan ini langsung memicu perbincangan luas di kalangan penggemar dan industri hiburan China.
Mengutip laporan dari Channel NewsAsia, aktris berusia 26 tahun itu menjelaskan bahwa sebelumnya agensi telah menyetujui untuk menanggung konsekuensi finansial atas pembatalan sejumlah kontrak endorsement. Pembatalan tersebut terjadi ketika Zhao Lusi tengah menjalani perawatan akibat depresi dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Namun, menurut pengakuannya, kesepakatan itu tidak ditepati dan justru membuatnya harus menanggung beban kerugian sendiri.
Tak hanya itu, bintang drama Hidden Love ini juga mengungkap adanya konflik internal terkait kendali studio pribadi serta negosiasi pemutusan kontrak kerja yang tidak menemukan titik temu. Situasi tersebut semakin memperkeruh hubungannya dengan pihak agensi.
Dalam unggahan yang emosional, Zhao Lusi juga mengaku mendapat tekanan dan ancaman. Ia menyebut dirinya diancam akan dimasukkan ke dalam daftar hitam industri hiburan apabila memilih jalur hukum untuk menyelesaikan konflik tersebut. Namun, ia menanggapi ancaman itu dengan tegas.
“Kalian tidak perlu memasukkan saya ke dalam daftar hitam, saya yang berhenti,” tulisnya. Ia bahkan mendorong para pengikutnya untuk berani melapor ke pihak berwajib jika mengalami situasi serupa.
Di sisi lain, Zhao Lusi juga membuka lebih dalam mengenai kondisi kesehatannya yang telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengaku mulai mengalami depresi sejak 2019. Seiring waktu, kondisi tersebut berkembang menjadi berbagai masalah kesehatan fisik, seperti pneumonia, gangguan pendengaran, gatal-gatal kronis, mual berkepanjangan, hingga nyeri leher.
Puncaknya terjadi pada 2024, ketika dirinya terlihat dalam kondisi sangat lemah dan harus menggunakan kursi roda saat berada di rumah sakit. Video yang memperlihatkan ia kesulitan berjalan dan makan pun viral di media sosial, memicu simpati sekaligus kekhawatiran dari para penggemar. Dalam masa pemulihan, berat badannya bahkan sempat turun drastis hingga hanya 36,9 kilogram.
Lebih lanjut, Zhao Lusi juga membuat pengakuan mengejutkan terkait perlakuan yang ia terima selama berada di bawah naungan agensi. Ia mengaku pernah mengalami pelecehan verbal dan fisik, terutama ketika gagal mendapatkan peran dalam proyek tertentu. Pernyataan ini semakin memperbesar perhatian publik terhadap dugaan praktik tidak sehat di balik industri hiburan.
Menanggapi tuduhan tersebut, Galaxy Cool Entertainment akhirnya memberikan klarifikasi melalui Weibo pada 3 Agustus. Pihak agensi mengaku terkejut atas pernyataan Zhao Lusi dan membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan. Mereka menegaskan bahwa tidak pernah terjadi pelanggaran hukum maupun kontrak selama menjalin kerja sama dengan sang aktris.
Agensi juga meminta Zhao untuk menghentikan unggahan yang dinilai ambigu dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik. Namun, Zhao Lusi langsung merespons dengan mengunggah ulang pernyataan tersebut dan kembali membantah klaim agensi.
“Apa sebenarnya yang membuat kalian terkejut? Di mana kalian saat saya minum obat dan menghirup oksigen lebih dari seminggu yang lalu?” tulisnya, mempertanyakan kepedulian pihak agensi terhadap kondisinya saat itu.
Hingga kini, konflik antara Zhao Lusi dan Galaxy Cool Entertainment masih terus berkembang dan menjadi perhatian luas. Banyak pihak menilai kasus ini bisa menjadi titik penting dalam membuka diskusi lebih besar mengenai kesehatan mental artis, transparansi kontrak, serta perlindungan hukum bagi pekerja di industri hiburan China
0 Comments