Tether Resmi Luncurkan Stablecoin USAT di Celo, Hadirkan Fitur Mint dan Burn Langsung di Jaringan

Tether Resmi Luncurkan Stablecoin USAT di Celo, Hadirkan Fitur Mint dan Burn Langsung di Jaringan

USAT, stablecoin dolar AS yang diatur regulasi Amerika Serikat (AS), didukung oleh Tether dan diterbitkan oleh Anchorage Digital Bank, resmi diluncurkan di blockchain Celo pada 31 Maret. Ini merupakan peluncuran pertama USAT di luar jaringan Ethereum. Integrasi tersebut menghadirkan fitur mint, burn, serta rencana dukungan pembayaran gas fee menggunakan USAT secara native.

Fitur USAT di Celo

Peluncuran USAT di Celo dibekali infrastruktur inti yang membuat stablecoin ini dapat langsung digunakan. Pengguna dapat melakukan mint (mencetak) dan burn (membakar) token secara native, sehingga tidak perlu melakukan bridge dari jaringan Ethereum.

Selain itu, Celo juga berencana mengizinkan pengguna membayar gas fee langsung menggunakan USAT, tanpa harus memiliki token CELO. Fitur tersebut masih menunggu persetujuan dari mekanisme governance jaringan. Jika disetujui, proses transaksi akan menjadi lebih mudah, terutama bagi pengguna baru.

Distribusi USAT akan dilakukan melalui layanan Self proof-of-humanity faucet yang didukung oleh infrastruktur Google Cloud.

USAT didukung sepenuhnya oleh cadangan dolar AS dengan rasio 1:1, disertai transparansi cadangan dan laporan attestasi secara berkala. Seluruh proses penerbitan dan kepatuhan regulasi dikelola oleh Anchorage Digital Bank, sehingga membedakan USAT dari stablecoin utama Tether, USDT.

Mengapa Celo?

Celo saat ini memiliki lebih dari 4,2 juta pengguna aktif mingguan USDT. Blockchain tersebut dikenal sebagai jaringan yang berfokus pada pembayaran digital, khususnya di kawasan Afrika dan Amerika Latin, termasuk melalui integrasi dengan Opera MiniPay yang memiliki lebih dari 14 juta pengguna.

Co-founder Celo, Rene Reinsberg, menyebut peluncuran ini sebagai bukti bahwa stablecoin yang memenuhi regulasi dapat dipadukan dengan infrastruktur identitas digital untuk memperluas adopsi.

Sementara itu, CEO Tether Paolo Ardoino dan CEO Tether USA Bo Hines menilai ekspansi ini akan memperluas akses masyarakat terhadap dolar digital yang telah memenuhi standar regulasi.

Dukungan Anchorage Digital

Pada Februari 2026, Tether menginvestasikan US$100 juta ke Anchorage Digital sehingga valuasi perusahaan tersebut mencapai sekitar US$4,2 miliar. Anchorage merupakan satu-satunya bank kripto berizin federal di Amerika Serikat, sehingga memberikan fondasi regulasi yang lebih kuat bagi USAT dibandingkan USDT.

USAT pertama kali diluncurkan di jaringan Ethereum pada awal 2026 sebelum akhirnya diperluas ke Celo. Stablecoin ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan institusi keuangan yang memerlukan aset digital dengan standar kepatuhan regulasi yang tinggi.

Dampaknya bagi Investor

Apabila fitur pembayaran gas fee menggunakan USAT disetujui, hal tersebut berpotensi meningkatkan pengalaman pengguna. Selama ini, pengguna baru harus membeli token asli suatu blockchain hanya untuk membayar biaya transaksi. Dengan menggunakan USAT sebagai alat pembayaran gas fee, proses transaksi akan menjadi lebih praktis dan sederhana.

Di sisi lain, persaingan di pasar stablecoin juga semakin ketat. Circle terus memperluas jangkauan USDC ke berbagai blockchain, sementara PayPal juga mengembangkan PYUSD di berbagai jaringan. Langkah Tether meluncurkan USAT sebagai stablecoin yang berfokus pada kepatuhan regulasi menunjukkan strategi perusahaan untuk menghadirkan dua produk berbeda, yakni USDT untuk kebutuhan perdagangan aset kripto dan USAT untuk pembayaran digital yang memenuhi standar regulasi.